"My heart is stopped in time. I’m a fool who misses you. But I can’t do anything." - Sign by GOT7.
"Walaupun gue yang nyanyi, tapi sumpah itu ngebosenin," Jackson melirik pada Bambam yang termenung di pojok ruang tengah.
Duduk memegang ponsel dengan lagu yang sengaja ia pasang untuk terus diputar ulang. Lagu berjudul sign itu entah sudah berapa puluh kali terputar malam ini.
Mark menepuk pundak Jackson prihatin, lalu berlalu begitu saja. Membuat pemuda itu mendelik. "Lo mau ke mana?"
"Minimarket," jawab Mark singkat.
"Gue ikut!" seru Jackson sambil menyejajarkan langkah dengan pemuda itu.
Tersisa Yugyeom, Youngjae dan Bambam di dorm. Jinyoung seperti biasa, sibuk dengan inkigayo. Sedang Jaebum sedang pergi ke gedung agensi.
Youngjae lalu melangkah ke dapur, entah mau apa, meninggalkan Yugyeom dan Bambam berdua di ruang tengah.
Bambam masih terdiam, mendengar lantunan lagunya sendiri yang entah kenapa seperti menjadi kenyataan dalam hidupnya.
"Just give me your sign," Yugyeom bersenandung kecil, membuat Bambam langsung menoleh padanya.
Pemuda itu mendelik, menatap Bambam. "Apa lo?"
"Kenapa sesakit ini ya? Kenapa gue baru sadar ya, kalau gak ada yang lebih baik dari dia?" lirih Bambam.
Yugyeom mendesah pelan, tak tahu harus berkata apalagi pada kawannya itu. "Karena lo ... bodoh?"
Ada hening sejenak, sampai Bambam mengangguk kecil. "Iya, gue sebodoh itu," ada tawa pahit di akhir kalimat.
Tak ada balasan dari Yugyeom, pemuda itu melanjutkan nyanyian sesekali mengecek ponsel. Sampai akhirnya satu notifikasi, membuat nyanyiannya terhenti.
Lisa.
Yugyeom melirik diam-diam Bambam, pemuda itu masih menatap kosong pada ponsel yang terus memutar lagu yang sama. Yugyeom berdeham cukup kencang, namun sama sekali tak menarik atensi dari Bambam.
Diam, pemuda itu mengecek chat dari Lisa.
Lisa:
Gyeomie?
Yugyeom:
Iya, Lis?
Lisa:
Ada yang mau aku bicarain
Lisa:
Tapi enggak bisa lewat chat
Lisa:
Bisa ketemu?
Sekali lagi, Yugyeom melirik ke arah Bambam. Rasa takut dalam hatinya muncul begitu saja, dia sungguh tak ingin tercipta kesalahpahaman di antara mereka.
Yugyeom:
Buat apa ya Lisa?
Demi Tuhan, Yugyeom tak ingin ada hal-hal baru yang akan mengacaukan sesuatu yang sebenarnya telah kacau.
Pikirannya sudah bermacam-macam saja, tapi jelas tak mungkin jika Lisa mau berpaling padanya. Dibuang jauh-jauh pikiran itu.
Bagaimanapun, baik Lisa maupun Bambam adalah teman baiknya. Meski ia tak bisa menampik, betapa manis dan menggemaskannya Lisa.
***
Heheh, part ini pendek banget dan agak gak penting kali yah???? Tapi ya gak apa-apa, sekali-sekali flat dulu. Dari kemarin kalian marah-marah mulu woy, terus part sebelumnya eh malah pada nangis semua wkwk.
Hati-hati aja sih, kalau mau baca DBUL mending jangan pas lagi di sekolah :")
Btw, this part dedicated to shyscent yang ngasih tau soal lagu sign heheheh. Mi love u.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Bambam, Untuk Lisa
Fanfiction[Book 1: Dari Lisa, Untuk Bambam] [Book 2: Dari Bambam, Untuk Lisa] . . . Bersamamu adalah suatu kebahagian yang tak pernah terkira nilainya.
