hurt

2.5K 381 103
                                        

Ini sakit hati paling luar biasa yang pernah Bambam rasakan, kala melihat senyum dan tawa itu bukan lagi tertuju padanya. Gadis yang merupakan salah satu orang paling berarti dalam hidupnya, perlahan seakan ditarik pergi.

Melihat jelas Lisa sedang tertawa bersama seseorang yang begitu dekat dengannya, kenyataan bahwa kedua orang itu sama-sama berartiㅡmeski Lisa memiliki porsi lebih banyak. Membuatnya semakin sakit.

"Haha, bukan begitu tau, Kak! Lucu ih," Lisa tertawa lebar, merespon lelucon pria di depannya.

"Ya udah, gimana dong aegyo yang bener?" tanya sang pria. "Contohin dong, Lis."

"Enggak ah, malu," sahut Lisa. "Aku bukan spesialis aegyo."

"Ih, ayo dong. Aegyo dikiiit aja!"

Mencebikkan bibir, Lisa mengangkat dagunya tinggi. "Kakak gak bosan lihat cewek-cewek aegyo terus-terusan?"

"Eh iya ya, di agensi kakak semuanya cewek-cewek imut," sang pemuda tertawa kencang, ia lalu mengangguk-angguk dengan bibir mengerucut. "Tapi cewek kalau aegyo gitu lucu, gemesin, ya imut gitu deh."

Lisa terdiam sejenak, pikirannya melayang pada seseorang. Lantas dengan mata sendu bertanya. "Jadi, cowok lebih suka sama cewek imut jago aegyo?"

"Pantes ya, ada yang lebih suka sama cewek yang kayak begitu," raut wajah Lisa menunjukkan kesedihan. Ia mengaduk greentea lattenya dengan gusar.

Hal itu membuat pemuda di depannya menggeleng dan mengibaskan tangan cepat. "Eh, bukan gitu! Enggak semua cowoklah suka begitu, lagian tiap cewek 'kan cantik dengan cara masing-masing."

Lisa menatap lurus ke depan, penasaran. "Emang iya?"

Lelaki itu mengangguk mantap. "Kamu tuh ... lagi diam juga cantik,"  pujinya.

Cukup sudah.

Kedua tangan Bambam mengepal, seiring dengan tawa kedua orang yang kian terdengar begitu menyakitkan di telinganya.

"Haha, Kak Jackson bisa aja!"

Lelaki di depan Lisa itu tersenyum lebar, mengangkat satu alis bangga. "Iyalah! Apa sih yang gak bisa buat Lisa?"

Lisa semakin tertawa lebar, kadang tak mengerti bagaimana bisa pemuda di depannya itu selalu sukses membuat ia tertawa.

"Kamu tuh jangan sedih-sedih terus," ujar Jackson usai ia menyesap americanonya.

Mengerucurkan bibirnya, Jackson mengejek Lisa. "Nanti muka kamu jelek kayak bebek, kalau sedih terus."

Lisa kembali tertawa, terlebih saat melihat ekspresi wajah Jackson. "Kakak yang jelek, aku sih gak pernah jelek!"

"Haha iyalah, iya," sahut Jackson. Tangan pria itu terjulur ke depan, mengacak gemas rambut Lisa.

Acakan gemas di rambut Lisa, malah membuat hati Bambam teracak tak karuan. Keping-keping hatinya terhambur jatuh.

Dalam diam, pemuda itu berdiri. Tahu diri untuk segera meninggalkan tempat yang bukan untuknya.

Dan ... apakah ia harus tahu diri juga, untuk meninggalkan gadis yang sudah bukan untuknya?

*











+bonus

Hehe selamat buat yang nebak Abang Jack! Kalian berhak dapet piring cantik, dari rumah masing-masing ;)

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hehe selamat buat yang nebak Abang Jack! Kalian berhak dapet piring cantik, dari rumah masing-masing ;)

Kenapa jack? Kenapa gak yugi? Ntar w jelasin. Kalo ada yang merasa bisa jelasin, yuk sini jelasin 😃

Btw, selamat puasa guys! Tetep semangat, walaupun tau ujung-ujungnya yang ngucapin selamat berbuka cuma iklan sirup marjan!

Dari Bambam, Untuk LisaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang