Bambam:
Good morning💞
Bambam:
Lis, udah bangun?
Bambam:
Sibuk ya Lis?
Bambam:
Lagi latihan ya?
Bambam:
Yaudah semangat ya 💕 jangan lupa makan
Bambam:
Jangan kecapean
Bambam:
Aku sayang kamu 💕🌹
"Hhh," Bambam mendesah resah, meletakkan ponsel ke atas nakas dengan wajah sendunya.
Desah resah berulang kali itu menarik atensi Yugyeom, "kenapa sih?"
Bambam menatap pemuda itu sekilas, lalu kembali menatap lurus ke depan. "Lisa gak balas chat."
"Pffft," Yugyeom membekap mulutnya sendiri, menahan tawa. "Alay lo!"
"Emang kenapa sih? Pacar gue juga, gue kan khawatir!" seru Bambam.
Yugyeom hanya mengangguk-angguk dengan senyum hiperbolisnya, lantas berkata. "Dia lagi sibuk mungkin. Emang harus duapuluh empat jam ngabarin lo? Kayak gak ada kerjaan lain aja."
Mendengar itu, Bambam terdiam.
"Lagian, selama ini dia yang perjuangin lo kan? Lo berjuang dikit aja buat dia, apa gak bisa?" ujar Yugyeom di tengah keheningan yang tercipta.
Pemuda berambut blonde yang seumuran dengannya itu mendelik, tanpa bicara. Lagi-lagi hanya menghela napas.
***
Napas Lisa agak tersengal, setelah selama hampir sepuluh menit berlatih tarian. Gadis itu bersandar pada dinding ruang latihan, tangannya meraih ponsel yang berada di atas kursi. Melihat apa saja yang sudah ada di dalam sana sejak ia tinggalkan.
Nama Bambam adalah satu yang paling memenuhi notifikasi di dalam ponsel canggih itu, senyum gadis itu terbentuk tipis.
"Ribut banget ini anak," ujar Lisa begitu membaca deretan pesan dari lelaki itu.
Baru saja ingin membalas, Bambam tiba-tiba saja sudah mengirim pesan. Membuat Lisa menggelengkan kepala tak percaya.
Bam💛:
kamu lagi sibuk?
Bam💛:
latihan ya?
Bam💛:
bukan lg sama bobby, hanbin, atau anak cowok di situ kan?
Senyum yang tadinya terpatri sempurna pada wajah Lisa, mendadak hilang dalam sekejap saja.
Sejak pagi dia bersama ketiga membernya disibukkan dengan fitting baju, lalu latihan vokal, setelah itu latihan menari, dan ... sekarang apa ini?
Lisa:
bisa gak sih? gak usah asal nuduh?
Ini bukan kali pertama Bambam menunjukkan rasa tidak sukanya saat tahu Lisa sering bersama Bobby dan Hanbin. Pun bukan kali pertama ia dituduh seperti ini.
Rasa lelah karena latihan kini bertumpuk dengan kekesalannya pada sang pemuda.
Lisa menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan, namun masih saja emosi itu bertahan dalam dirinya.
Bam💛:
Aku gak nuduh
Bam💛:
Aku nanya
Bam💛:
kalau kamu gak suka ditanya begitu, artinya ada yang salah sama kamu
Untuk kian kalinya, Lisa menarik napas panjang. Ditatapnya lamat-lamat deretan pesan itu, setelahnya ia keluar dari percakapan tersebut tanpa sedikitpun niat untuk membalas.
***
.
gue comeback, seneng gak?
gak
KAMU SEDANG MEMBACA
Dari Bambam, Untuk Lisa
Fanfiction[Book 1: Dari Lisa, Untuk Bambam] [Book 2: Dari Bambam, Untuk Lisa] . . . Bersamamu adalah suatu kebahagian yang tak pernah terkira nilainya.
