2. Ali's here, guys!

9.5K 819 16
                                        

Di belahan dunia yg lain, seorang lelaki sibuk dengan kamera DSLR nya. ia melepas lensa yg terpasang di kamera nya kemudian memasang lensa yg lain, ia merasa belum puas oleh gambar yg dihasilkan menggunakan lensa itu.

Ali lalu mendekatkan kamera ke wajahnya, melihat dari Viewfinder lalu membidik objek yg ada didepannya, yaitu sepasang kekasih yg berpose mesra dibawah menara eiffel.

Ali lalu mendekatkan kamera ke wajahnya, melihat dari Viewfinder lalu membidik objek yg ada didepannya, yaitu sepasang kekasih yg berpose mesra dibawah menara eiffel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Gambar demi gambar dengan berbagai pose sudah ali dapatkan. ali tersenyum puas oleh hasil fotonya sendiri.

Ya, ali masih disini. di Paris sejak pergi 4 tahun lalu. masih ingat apa yg membuat ali pergi?

Bukan, bukan karena gadis itu. gadis yg masih bertahta kuat di hati ali. tapi ini karena keegoisannya.

Ali kini sibuk menjadi photografer handal di paris bersama sepupunya, cio. job ali setiap hari hanya bergulat dengan kamera, komputer, ruang percetakan, studio foto dan pemandangan. ali tak masalah, jutru ia senang.

Berbicara soal kehidupan ali, ia sudah menyelesaikan kuliah jurusan ekonomi nya, walaupun pekerjaan yg ia ambil kini menjadi photografer terkenal di Paris. melenceng jauh dari jurusan yg ia ambil ketika kuliah kan?

Sejak menapaki kakinya kembali ke Paris, ali mulai membuang jati dirinya menjadi seorang pemusik. ia hanya tak ingin kembali mengingat kenangan waktu itu. walaupun nalurinya tak bisa dipungkiri, setiap ali melihat alat musik di studio foto atau dirumah cio, ali akan memainkan alat itu.

"li, gimana? oke?" tanya cio yg kebetulan menjadi pendamping ali disetiap job yg ia ambil karena cio adalah mentor terbaiknya dibidang fotography.

"oke kok, lo cek sendiri deh dimana kurangnya"

Ali melepas kamera yg menggantung di lehernya dan menyerahkan kameranya pada cio, sedangkan ali memilih melenggang pergi sebentar mencari minum.

Dalam hati, setiap hal kecil yg ia temui di Paris yg mengingatkannya pada gadis itu selalu membuat ali rindu. ali ingin kembali ke sana, ke negara itu lagi.

Namun ali takut, takut kalau hal yg ia sesungguhnya ia cari sudah benar benar pergi.

Setelah mendapat minuman, ali memilih duduk di kursi taman disekitar menara eiffel, ia memandangi menara yg menjulang tinggi itu. berharap, suatu saat nanti bisa naik keatas sana dengan seseorang nya, entah siapa.

Ali memejamkan mata, fikirannya terbang bersama burung burung dilangit sana, ingin rasanya hidup menjadi ingatan, bisa datang ke masa lampau yg ia rindukan. ali baru merasakan semuanya dalam setahun terakhir sejak ia mendapat berita kalau ...

"neng ily sama neng pia udah lama ke jerman den, bibi gak tau kapan mereka balik lagi. bahkan mungkin gak akan balik lagi"

Ya, ali sempat ke Indonesia, ia sempat kembali setahun yg lalu kesana. ia sempat menepati  janjinya, namun hanya kenyataan pahit yg ia dapat.

"iya li, prilly sama kakak nya udah pergi setaun lalu. papa nya meninggal, jadi mereka kaya nya menetap disana. gue gak pernah tau alamat persis mereka. yg pasti gue sama baja udah lost contac sama mereka"

Ucapan gea itu juga terngiang ditelinga ali. seakan menusuk perasannya, menohok hatinya dan hendak meloloskan air mata. namun ali dengan cepat membuka matanya lalu bangkit dari kursi itu dan kembali ke cio.

"gimana yo?" tanya ali muncul dari belakang

"kapan sih hasil foto lo gak keren?" puji cio, ali hanya menepuk bahu sepupunya itu sambil tersenyum

"abis ini ikut gue yuk? ada meeting project besar" ajak cio

"oh ya? project apa?"

"nanti lah diomongin, gampang. beresin ini dulu yak"

Ali mengangguk kemudian membereskan peralatan fotonya, sebelum akhirnya mereka menuju ke lokasi foto lain dan melakukan photosession sekali lagi sampai akhirnya semua selesai.

Ali mengayuh sepedanya mengikuti cio didepannya, mereka beralih ke kantor sahabat cio yg kebetulan menjadi EO cukup terkenal di negara ini. cio selalu memberi tantangan baru bagi ali dan hal itu yg mebuat ali memilih cio menjadi mentor nya.

Saat sampai didepan sebuah gedung yg cukup besar, mereka turun dari sepeda lalu masuk kedalam.

"fred!" sapa cio saat melihat sahabatnya sudah menunggu di lobby kantor itu

"cio, here!" cio dan ali mendekat ke arahnya

"how's your day, bro?" tanya cio

"sedikit lelah, lo gimana?"

"sama, baru abis ambil job. oh ya, nih kenalin aliando, sepupu yg gue bilang waktu itu" ucap cio memperkenalkan ali

Ali berjabat tangan dengannya

"fredy, nice to meet you, li"

"nice to meet you too, fred" jawab ali

"ke ruang meeting aja yuk? udah ditunggu sama team yg lain" ajak fredy lalu cio dan ali mengikutinya ke ruang meeting

Saat masuk kedalam, benar saja, ada beberapa orang sudah melingkari meja meeting. project ini berhasil membuat ali begitu penasaran

...

"lo ambil gak?" tanya cio lalu menyesap secangkir teh di tangannya

Kedua lelaki itu kini sedang bersantai di sebuah caffe kecil dekat rumah ali

"liat nanti deh, gue masih bingung. ini terlalu besar"

"what? terlalu besar? lo ngelawak? sejak kapan ali yg gue kenal ngalah sama project yg terlalu besar?"

"ya tapi buat gue ini project besar yo, menyangkut nama baik gue sama perusahaan temen lo"

"emang siapa yg pernah kecewa sama hasil foto lo?"

Ali menggeleng, pasalnya memang belum ada client yg meragukan hasil foto ali

"nah yaudah, ambil aja lah bro. hadiah nya lumayan nih, lo abis dari singapore langsung keliling jerman"

"yaudah biarin gue mikir dulu lah"

"jangan kelamaan nanti di patok ayam"

"disini gak ada ayam kali" ucapnya lalu tertawa kecil

"ayam kampus ada kan?" goda cio lalu ikut tertawa

Ali masih ragu untuk menerima project besar itu, pasalnya ini menyangkut banyak sekali hal besar, namun ali sepertinya hanya butuh support dan keyakinan.

Kemudian telfon ali berdering dan tertera nama "Mum" disana, ali menggeser tombol hijau di handphone nya

"iya mom?" jawab ali

"dimana sayang?"

"diluar sama cio mom, bentar lagi pulang"

"yaudah, ajak cio pulang, mommy masak buat kalian"

"oke"

Kemudian telfon berakhir

"kenapa?" tanya cio

"katanya mommy masak buat kita, balik yuk?"

"yaudah bentar"

Cio menyesap teh nya sekali lagi sebelum bangkit dari kursi dan pergi kembali kerumah ali.

Cinta Sendiri - 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang