Prilly, sivia dan nana merebahkan tubuh mereka di kamar twin-bed room ditambah 1 extrabed yg baru saja mereka tempati. rasa lelah begitu sempurna menjalar ke tubuh mereka setelah menempuh perjalanan yg cukup panjang.
"lo semua pada gak mandi nih?" tanya prilly pada nana dan sivia yg sudah memejamkan mata mereka
"lo aja deh, capek gue" ucap nana
"iya lo aja dek"
Prilly mendengus melihat kelakuan dua orang didepannya itu. tanpa menghiraukan apapun lagi, prilly pun bergegas ke kamar mandi.
Setelah mandi dan bersiap dengan pakaian santai, prilly memilih menuju ke caffe yg ada dihotel ini untuk sekedar membeli es kopi atau apapun itu sebagai penyegar fikiran dan membiarkan sivia dan nana yg asik beradu dengan lelapnya masing-masing.
Prilly berjalan menyusuri koridor lantai 3 kamar hotelnya, menikmati pemandangan di bawahnya yaitu kolam renang besar serta taman yg menurut prilly begitu indah. sasaran barunya untuk membuat design selama di Singapore ini. mungkin setelah dari caffe, prilly akan kesana.
Ketika lift sudah berhenti di lantai dasar dan pintu terbuka, prilly berjalan sambil menatap layar handphone nya namun sial ia justru menabrak punggung seseorang
"anjir" ucap lelaki didepan prilly sedangkan prilly hanya meringis
"so..sorry" ucap prilly menatap lelaki didepannya
"kalo- eh, i mean, main your step" ucap lelaki itu dan membuat prilly tertawa
Lelaki itu menatap prilly aneh sampai akhirnya prilly menghentikan tawanya
"maaf ya, gue gak sengaja" ucap prilly
"lo orang Indonesia?"
"lebih tepatnya pernah tinggal disana. sorry ya, gue tadi sibuk sama handphone"
"gak papa, santai aja"
"yaudah gue duluan"
Lelaki itu hanya mengangguk dan prilly melewatinya begitu saja.
"bengong mulu! lo ngeliatin apaan?"
"nggak, tadi ada cewek nabrak punggung gue, li"
"terus?"
"anak Indonesia juga ternyata"
"oh ya? yg mana?" ali mengikuti arah pandangan cio
"onoh, barusan ngilang di belokan"
"yaelah, yaudah ah, ayo ke kamar. lelah gue"
Ali dan cio kemudian berlalu ke kamar mereka di lantai 4.
...
"mau ikut jalan gak li?"
Ucap cio pada ali, cio ingin menikmati suasana malam di sekitar hotelnya sebelum besok ia sudah harus bergulat dengan aktivitas yg pasti sangat melelahkan.
"nggak, lo aja. gue mau facetime dulu"
"sama yg kemaren?"
"iyalah. udah sana lo pergi"
"sialan emang, giliran ada yg baru aja lupa sama gue"
"najis!"
"yaudah gue pergi, kalo mau nitip sesuatu wa aja"
"oke"
Lalu cio menghilang dibalik pintu sedangkan ali beralih pada Ipad miliknya dan mencari aplikasi facetime dan langung menelfon hima.
Setelah menunggu beberapa saat, hima muncul dilayar Ipad ali dan berhasil membuat ali tersenyum sumringah
"hay lil cutie" sapa ali
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Sendiri - 2
Teen FictionTernyata kamu juga cinta sama aku. Jadi kemarin aku menetukan pilihan yg salah untuk pergi? Ijinin aku untuk minta maaf, sekalipun harus berjuang sampai mati. Karena akhirnya ada kamu yg mencintai aku selain aku mencintai kamu.
