7

8.8K 388 5
                                        


Zero POV.

Setelah makan bersama, aku dan zevanya langsung pulang ke hotel karena kami tidak ingin berlama lama di rumah mama, kami takut jika ketahuan dengan papa kalau kami datang menemui mama.

Kini mobilku sudah sampai di parkiran hotel, aku menatap zevanya yang berada di sampingku, ternyata dia sedang tertidur.

Diriku bimbang karena  bingung harus membangunkan zevanya atau tidak.setelah beberapa menit memikirkannya, aku sudah putuskan untuk menggendongnya ke dalam hotel.

Aku keluar dari mobil dan setelah itu memutari mobil, membuka pintu mobil di sisi zevanya, lalu menggendongnya secara perlahan lahan.

Setelah sampai di kamar hotel, aku meletakkan zevanya di ranjang secara perlahan lahan, lalu menselimutkan tubuhnya hingga dadanya.

*****

Zevanya POV.

Aku terbangun dari tidurku, tiba tiba rasa pusing menyelinap kepalaku, aku memijit pelipis keningku, lalu merubah posisi tiduranku menjadi selonjoron di ranjang dengan punggung bersandaran di kepala ranjang.

Ku lihat di sekililingku, seingatku tadi sebelum aku tertidur, aku masih berada di dalam mobil kak zero, tetapi selagi aku bangun tidur, aku sudah berada di kamar saja. Mungkin kak zero yang menggendong ku.

Aku mencari kak zero di sekelilingku, tetapi kak zero tidak ada. Aku turun dari ranjang dan berjalan mencari kak zero ke arah kamar mandi, dan kak zero juga tidak ada. Mungkin dia sedang ada urusan penting, pikirku.

Aku kembali selonjoran di ranjang, tidak lama dari itu, pintu kamar terbuka yang menampakkan kak zero sambil membawa nampan. Bisa ku lihat isi nampan itu terdapat satu piring nasi, dan lauknya yaitu ayam bakar, dan segelas jus orange.

Dia berjalan mendekatkan ke arahku, dan dia duduk di sampingku, tepatnya di sisi ranjang.

"Zeva kakak bawain makanan, di makan dulu ya" kata kakakku. Aku terdiam tidak menjawab.

"Zev" panggil kakakku membuyarkan lamunanku, aku yang terkejut, langsung menjawab.

"Iya kak, tapi nanti, zeva lagi enggak berselera" kataku dengan lembut. Aku memang sudah berjanji kepada mamaku kalau aku akan memaafkan kak zero, mencoba mencintainya, dan bersikap baik dengannya seperti biasa yang kulakukan pada kak zero sebelum kejadian malam itu.

Kakakku menggelengkan kepalanya.

"Udah malam zev, pasti anak kita juga butuh makan" kata kakaku. Aku baru teringat ketika kak zero menyebutkan 'anak kita', kalau saat ini aku sedang mengandung anaknya, aku langsung menyentuh perut rataku dan tersenyum.

"zev" kata kakakku lagi lagi membuyarkan lamunanku. Aku langsung menatapnya.

"Iya kak" jawabku.

"Di makan sekarang ya"

Aku menghela nafas lalu mengangguk.

"Tapi suapin zeva ya kak" kataku. Entah kenapa tiba tiba diriku bersikap seperti itu pada kak zero, mungkin ini kemauan bayinya.

Kak zero tersenyum. "Iyaa" jawabnya. Lalu ia mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutku secara perlahan lahan, hingga makanan itu hampir habis.

"Kak udah ya, zeva udah mual makan itu" kataku dengan lemas, kak zero menatapku dengan tatapan cemas.

"Tapi kamu enggak kenapa kenapa kan? Enggak ngerasain sakit di perut kamu kan?" tanyanya dengan cemas. Aku tersenyum.

"Enggak kak" jawabku. Lalu kak zero mengangguk, dia meletakan nampannya di meja.

My Lovely Brother #wattys2017Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang