18

7.5K 303 6
                                        


aku lgi patah hati serius, stress juga :v, aduhh pusyanggg

'Cinta dan sayangku itu seperti angka 8, tidak berujung dan tidak pernah putus'

------------------------------------------------------------------------------

Aku duduk dengan resah dan gelisah, karena menunggu zevanya yang sedang interview di dalam ruangan kepala pengurus rumah sakit, sudah hampir satu setengah jam, aku menunggunya tetapi zevanya tidak kunjung keluar dari ruangan itu.

Apa sesusah itu, pertanyaannya, sehingga interviewnya lama sekali. -pikirku.

Suara decitan pintu, membuatku terkesiap, diriku menjadi merasa lega, kerena sudah melihat zevanya keluar dari ruangan itu. Aku menghampiri zevanya dan seorang laki laki yang merupakan pengurus rumah sakit ini.

"Kamu sangat pintar zev, pemikiran dan kerja otakmu sangat cepat, bahkan mengobrol denganmu sangat mengasikkan" kata laki laki itu, aku mengerutkan dahi ketika mendengar perkataan laki laki itu yang memuji zevanya, kenapa seakan akan tidak terima kalau zevanya di puji seperti itu dengan lelaki lain selain aku.

Zevanya tersenyum kepadanya. "terima kasih pak" katanya.

"tidak usah memanggil dengan sebutan bapak, umur kamu dan saya tidak jauh berbeda" katanya.

"panggil saja alvin" katanya lagi.

"baiklah, kalau begitu saya pamit pulang" kata zevanya.

"iya hati hati, nanti malam saya akan beritahu hari jadwal kamu magang" katanya.

Zevanya hanya mengangguk, lalu menggenggam tanganku dan mengiring tubuhku untuk berjalan.

Aku masuk ke dalam mobil dan dia juga mengikutinya.

Bisa ku dengar dia menghela nafas dengan beberapa kali, mungkin dia mulai merasakan kalau kini aku sedang mengacuhkannya.

"kakak" panggilnya ketika, aku sudah mulai menjalankan mobilku.

"hmm" jawabku dengan gumanan. Dan masih fokus dengan menyetir. Dia berdecak sebal.

"kakak marah sama zeva?" tanyanya. Aku terdiam sejenak lalu menggeleng.

"terus kenapa diam saja sejak tadi?" tanyanya.

Aku hanya terdiam sebari menyetir mobilku.

"maaf kalau tadi zevanya lama, sebenarnya interviewnya hanya sebentar, tetapi tadi alvin mengajakku mengobrol terlebih dahulu" katanya. Seketika diriku semakin geram dan kesal. Kenapa diriku menjadi kesal sendiri mendengar perkataan zevanya.

"tadi zeva sudah menolaknya tetapi dia memaksa zevanya untuk mengobrol sebentar, maafkan aku" katanya. Aku menoleh ke arahnya sekilas, bisa ku lihat wajahnya menampakan wajah melasnya, yang membuatku tidak tega untuk mendiamkannya lagi.

Aku menghela nafas dengan berat. "iya gak apa apa" kataku akhirnya.

***

Mataku tak berkedip sekalipun ketika melihat wajah zevanya yang sedang tertidur dalam pelukanku. Sepulang interview tadi, ia langsung tertidur karena ia merasa lelah. Bibirku selalu menunjukan senyuman tipis setiap menatap wajah polosnya ketika tertidur.

My Lovely Brother #wattys2017Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang