24
Hari ini adalah hari kepulangan kak zero dari singapura setelah 30 hari ia meninggalkanku. Aku marah dan kesal dengannya karena sejak dua minggu yang lalu ia tidak pernah lagi mengabariku, bahkan sms aku saja tidak. Aku sudah mencoba berulang kali menelphone ke handphonnya tetapi selalu tidak diangkat dengannya padahal sambungan telphonnya tersambung. Tentu saja sejak saat itu aku benar benar cemas padanya, bahkan ketika satu minggu ini ia tidak mengabariku, aku ingin berniatan untuk menyusulnya ke singapura, tetapi mama dan papaku membatahnya, ia mengatakan kalau kak zero mungkin sedang sibuk sehingga ia tidak bisa mengabariku. Mau tidak mau dengan perasaan cemas dan terpaksa aku menuruti perkataan mamaku.
Dua hari sebelum hari ini, aku pergi ke kantor kak zero untuk mengetahui kabar kak zero lewat kantornya, mereka mengatakan bahwa memang saat ini kak zero sangat sibuk karena mengurus pembangunan hotel kerja samanya. Dan mereka juga mengatakan kalau dua hari lagi, kak zero serta rekan rekan kerjanya akan pulang ke indonesia, itu berarti hari ini kak zero akan pulang dan aku akan bisa bertemu dengannya.
Senyumku tidak pernah padam dan luntur, aku ingin sekali memeluk tubuh kak zero ketika aku sudah melihatnya. Bahkan sebelum aku menjemput kak zero di bandara, aku sudah menyiapkan kejutan di rumah untuk kak zero. Seluruh dalam kamarku sudah ku hias hanya untuk kepulangan kak zero, aku menghias kamarku seindah dan seromantis mungkin untuk aku dan dia, bahkan aku sampai memesan seratus lima puluh tangkai bunga mawar merah, dan satu kilo gram kelopak bunga mawarnya saja.
Seratus lima puluh tangkai bunga ku jadikan sebagai penghias meja meja yang berada di kamarku, aku meletakkan tangkai bunga itu dengan gelas putih hiasan sebagai tempat tegaknya tangkai bunga, bahkan aku juga menyiapkan 50 batang lilin yang menambah akses keharmonisan. Dan satu kilo gram kelopak bungan ku jadikan sebagai penghias ranjangku, dimana aku menyebarkannya di atas ranjang serta di lantai lantai kamarku.
Ya tuhan rasanya aku tidak sabar untuk bertemu dengan kak zero, aku ingin sekali mencium aroma tubuhnya dan memeluknya dengan sangat erat sekali.
Tanganku refleks memegang perut ku yang saat ini sudah membuncit, ketika memikirkan betapa senangnya kak zero melihatku nanti, aku yakin ketika kak zero melihat perutku yang sudah membuncit ia akan senang sekali, bahkan aku bisa berkhayal kalau dia akan mencium perut buncitku sesering mungkin, berbicara dengan anak kami yang saat ini sudah kelihatan keberadaannya.
Saat ini aku sedang duduk di sebuah bangku yang sudah di siapkan di dalam bandara, mataku selalu manatap jarum jam tangan yang melingkar di tanganku, kenapa aku merasa waktu sangat lambat sekali saat ini, aku merasa waktu satu menit seperti setengah jam saja, ya tuhan betapa aku tidak sabarannya.
Aku menatap orang sedang lalu lalang dengan senyuman, aku yakin mereka adalah penumpang satu pesawat dengan kak zero, dan itu berarti pesawat yang kak zero tumpangi sudah mendarat di indonesia.
Mataku tidak berkedip sedikitpun ketika benar benar melihat kak zero sudah berada di tatapanku, dari kejauhan aku bisa melihat tubuhnya yang sedikit kurus, bahkan rambut rambut kecil sudah tumbuh di rahangnya.
Aku berjalan dengan cepat untuk menghampirinya, ketika jarakku sudah berdekatan dengan kak zero, aku langsung berlari memeluk tubuhnya dengan sangat erat, bahkan aku sesekali memghirup aroma tubuh kak zero yang selama 30 hari ini aku tidak hirup. Ya tuhan aku sangat merindukannya, hingga mataku sampai mengeluarkan air mata saking senangnya.
Tubuhku tidak merasakan sedikitpun tanda tanda kak zero juga membalas pelukannku, ia hanya terdiam dengan berdiri tegak sedangkan aku memeluknya dengan sangat erat, saat ini aku tidak memperdulikan sikapnya, karena menurutku saat ini kak zero sedang terkejut dengan kehadiranku sehingga ia tidak membalas pelukanku.
Tiba tiba kedua lenganku merasakan sebuah tangan kekar memegang lenganku, yang tidak salah lagi itu adalah tangan kak zero, dia mendorong tubuhku untuk menjauh dari tubuhnya, ketika itu tatapanku menjadi heran padanya, aku menatapnya dengan berkerut dahi.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Brother #wattys2017
Romancecover by : @kamubiru. [Saquel of my[husband]]. Seharusnya pernikahan ini tidak akan terjadi kalau saja aku tidak datang ke club malam sendirian. Hidupku dan masa depan ku sudah hancur, sejak malam terkutuk itu. Sungguh aku tidak akan bisa melupakann...
