Zevanya POV.
Aku dan kak zero akhirnya sudah sampai di rumah aunty pricilla, dimana rumah itu di jadikan tenpat pesta pertunangan kak edd, sebenarnya aku tidak ingin datang ke sana, tetapi kak zero memaksaku, jadi dengan terpaksa aku datang ke pesra pertunangan kak edd.
Selama di dalam perjalanan, kak zero selalu mengajakku berbicara, ia memang saat ini sedang bersikap mendekatkan diri kepadaku, supaya kami bisa lebih akrab. Ia selalu menanyai tentang kuliahku, teman temanku.
"kamu lagi bikin skripsi kan zev?" tanyanya.
"iya kak" jawabku.
"sudah kamu pikirkan bagaimana kamu membuat skripsinya?" tanyanya. Aku terdiam sejenak.
"udah si kak, tetapi aku belum nemuin tempat magang aku kak" kataku. Dia tersenyum.
"nanti kakak bantu, kebetulan kakak punya kenalan dengan seorang pemilik rumah sakit" katanya. Mendengar itu aku menjadi histeria.
"serius kak?" tanyaku. Dia mengangguk.
"tapi selama kamu lagi ngerjain tugas skripsi kamu, ingat waktu zev, ingat kesehatan juga, kakak enggak mau kalian kenapa napa" katanya. Aku tersenyum, lalu mengangguk.
"usia kandungan kamu baru dua bulan kan?" tanyanya.
"iya kak" jawabku. Dia tersenyum.
"kakak enggak sabar melihat dia lahir di dunia ini, enggak sabar menggendong tubuh mungil dia" katanya. Aku tersenyum.
"zeva juga, tapi zeva takut deh ka" kataku. Dia menolehku sekilas.
"takut kenapa?"
"takut kalau zeva enggak bisa jadi ibu yang baik buat dia, sikap zeva ajah masih manja" kataku. Dia tertawa sedikit.
"enggak apa apa, kita akan mencoba untuk menjadi orang tua yang baik untuk anak anak kita" katanya. Aku mengangguk.
"kabar hubungan kakak sama kak alicia bagaimana?" tanyaku tiba tiba, seketika itu ia memberhentikan mobilnya, ia menatapku lekat lekat dan membuatku menciut tertunduk.
"tadi kakak bertemu dengannya, dan kakak sudah jelaskan kepadanya" jawabnya dengan nada biasa saja. Aku menoleh menatap matanya.
"terus bagaimana dengan sikapnya?" tanyaku. Dia terdiam sejenak.
"pasti dia sangat kecewa dengan kakak zeva" katanya. Mendengar itu aku simpatik kepada kak zero.
"maafin zeva kak" kataku tertunduk sedih, dia mengangkat wajahku dengan telunjuknya.
"kamu enggak salah zev, ngapain minta maaf sama kakak" katanya. Aku terdiam sembari menatap matanya.
"seharusnya kakak yang minta maaf sama kamu" katanya. Aku menggeleng.
"enggak kak" kataku. Dia menghela nafas dan mengubah posisinya menghadap ke depan.
"kita lupakan tentang itu zeva, lagian juga kita sudah sepakat untuk tidak memikirkan masalah itu lagi" katanya. Aku terdiam tidak menjawab.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Brother #wattys2017
Romancecover by : @kamubiru. [Saquel of my[husband]]. Seharusnya pernikahan ini tidak akan terjadi kalau saja aku tidak datang ke club malam sendirian. Hidupku dan masa depan ku sudah hancur, sejak malam terkutuk itu. Sungguh aku tidak akan bisa melupakann...
