klo ada typo abaikan ajah ya, aku males benerinnya, ini saja langsung copas saja tanpa saya baca ulang lgi. :)
Zevanya POV.
Saat ini, aku sedang berada di dalam mobil dengan kak zero, seperti biasa dia selalu mengantarkan aku pergi ke kampus dan setelah itu menjemputku walau ia sedang mempunyai pekerjaan.
Hari hari ku bersama kak zero jauh lebih baik dari sebelumnya, hubungan kami samakin lama, semakin harmonis.
Mataku selalu menatap ke arah kak zero yang kini sedang fokus dengan menyetir. Aku terkesiap ketika tatapan kami bertemu.
"kenapa menatap kakak?" tanyanya sekilas menatapku lalu matanya kembali fokus ke kedepan.
"Kak, nanti enggak usah jemput zeva ya" kataku.
"kenapa?"
"nanti zeva mau membuat surat izin magang kak" kataku. Dia menatapku sekilas.
"kakak tetep jemput, nanti kalau sudah selesai, kamu telphone kakak saja" katanya. Aku menghela nafas dengan berat.
"yaudah deh" kataku.
Dalam beberapa saat, akhirnya kami sudah sampai di depan kampus, aku langsung pamit kepada kak zero.
"jangan sampai telat makan zev, istirahat kalau capek" katanya mengingatku. Begini lah perkataan kalau aku ingin pergi ke kampus, ia selalu berkata seperti itu seolah olah aku adalah anak kecil yang masih harus di peringatkan.
Aku menghela nafas "iya kak, yaudah aku pamit" kataku. Dia mengangguk. Setelah itu ia menyedorkan wajahnya ke arahku, lalu mencium pipi kananku.
"hati hati" katanya setelah menciumku. Aku mengangguk kaku, lalu keluar dari dalam mobil.
Aku berjalan ke dalam gedung yang menjulang yang sangat tinggi, yang tidak lain itu adalah gedung kampus ku.
Kaki ku dengan terlatih terus melangkah dengan sangat santainya, hingga langkahku terhenti karena harus menunggu lift terbuka. Sebelum itu, tanganku memencet tombol lift. Hingga beberapa saat, pintu lift itu terbuka yang di dalam lift tersebut kosong, tidak ada siapa pun. Kaki ku lagi lagi melangkah ke dalam lift itu, lalu Tanganku memencet tombol lift itu, Yang bertombol angka 5, Yang berarti menuju ke lantai 5.
Pintu lift itu hampir tertutup sepenuhnya, kalau saja tidak Ada seseorang Yang mencegahnya dengan memencet tombol lift, otomatis pintu lift itu terbuka lagi.
Nampak seseorang Yang berstelan dengan acak acakan masuk ke dalam lift, Dan dengan wajah Yang penuh dengan terengah engah seakan akan is habits berlari Marathon.
Lalu tangan seseorang itu, hampir memencet tombol lift angka 5 kalau saja is tidak melihat tombol itu sudah menyala karena aku sudah memencetnya.
"Kamu mau ke lantai 5 juga?" Tanyanya Tiba Tiba
Aku terdiam sejenak. Setelah beberapa detik aku mengangguk sambil berkata;.
"Iy-ya" ucapku dengan kaku. Dia hanya menanggapinya dengan senyuman lalu terdiam.
Bisa ku rasakan kalau sistem kerja lift ini sudah mulai, diriku merasakan kalau aku sedang melayang saat ini ketika manaiki lift.
Diriku terkesiap ketika merasakan system kerja lift ini tidak berfungsi, aku menatap ke arah laki laki Yang berada di sebelahku.
"Kenapa liftnya berhenti?" Tanyaku dengan cemas. Dia menoleh ke arahku.
"Mungkin Ada kesalahan, nanti juga berfungsi lagi" katanya dengan santai. Aku mengangguk kaku.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Brother #wattys2017
Romancecover by : @kamubiru. [Saquel of my[husband]]. Seharusnya pernikahan ini tidak akan terjadi kalau saja aku tidak datang ke club malam sendirian. Hidupku dan masa depan ku sudah hancur, sejak malam terkutuk itu. Sungguh aku tidak akan bisa melupakann...
