11

8.1K 354 2
                                        


Cinta itu sulit, sesulit aku menebak dan mencarimu.

------------------------------------------------------------

Zevanya POV.

Aku di bawa oleh rayn ke dalam rumahnya.  Setelah beberapa tahun yang lalu, aku baru kali ini menginjakan kaki ku ke dalam rumah rayn. Aku dan rayn memanglah bersahabat sejak di bangku sd tetapi ketika akhir di bangku smp, hubunganku merenggang karena rayn mencintaiku, dia juga menyatakan cintanya padaku. Tetapi aku menolaknya. Untukku aku dan rayn hanya sebatas sahabat.

Via, sang mama rayn, dia menyambut aku dengan bahagia, bahkan ketika dia melihatku, dia langsung memeluk tubuhku dengan erat. Aku memanglah sangat dekat dengan tante via, dia seperti mama kedua ku.

"apa kabar nak?" tanyanya ketika ia sudah melepaskan pelukannya. Aku tersenyum.

"baik tante" kataku. Dia cemberut.

"kenapa manggil tante, panggil mama saja" katanya. Aku mengangguk.

"iya mama" kataku gugup. Dia tersenyum.

"kabar mama kamu bagaimana? Baik?" tanyanya. Aku mengangguk.

"alhamdulillah baik" kataku.

"ma, mendingan ngobrolnya nanti deh, kasian zevanya pasti kecapean" kata rayn. Mama via tersenyum.

"baiklah"

"ma, tolong siapin kamar tamu ya untuk zeva, zevanya mau nginap soalnya" kata rayn. Mama via tersenyum. Lalu mengangguk.

Aku dan rayn duduk di sofa, dia selalu menatapku, dan itu membuatku semakin gugup tetapi aku mencoba untuk pura pura tidak sadar kalau dari tadi ia menatapku.

"zeva" panggilnya. Aku menoleh ke arahnya.

"kamu sudah menikah?" tanyanya. Aku terdiam sejenak, lalu mengangguk.

"kandas semua harapan aku untuk mendapatkanmu" katanya pelan, tetapi aku masih bisa mendengarnya.

"rayn, aku ingin kita seperti dulu lagi, bermain bersama tanpa adanya perasaan cinta" kataku. Dia menggeleng.

"cinta itu enggak bisa di paksakan zev, cinta itu muncul secara tiba tiba seperti jerawat" katanya. Aku tertawa mendengarnya.

"kamu samakan cinta dengan jerawat? Apa tidak salah?" tanyaku dengan isak isak tertawa. Dia mencibir.

"ya terserah kamu, tapi faktanya seperti itu"

Setelah perkataan rayn tadi, suasana di antara aku dan rayn menjadi hening, tidak ada topik pembicaraan lagi di antara kami.

"hmm zev kayaknya kamarnya udah di siapin deh, ayo aku antar kamu ke kamar" katanya. Aku mengangguk lalu mengikuti rayn.

Setelah beberapa saat, akhirnya aku sudah sampai di dalam kamar.

"kamu bisa istirahat sekarang, kalau kamu butuh sesuatu, aku ada di kamar sebelah" katanya. Aku mengangguk mengerti.

"kalau soal pakaian, nanti aku pinjam pakaian eva untuk kamu pakai" katanya.

Eva adalah adiknya rayn, meski begitu umur mereka tidak jauh berbeda hanya selisih satu tahun. Dan aku sangat mengenal eva. dia merupakan teman dekatku ketika aku bermain di rumah rayn.

My Lovely Brother #wattys2017Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang