Dark Moon, kisah pengacara hukum bisnis yang sedang mengalami krisis kepercayaan diri dan patah hati, didatangi oleh teman lamanya untuk perkara yang tengah melanda perusahaan minyak milik negara, BruteMax Oil.
Pengacara James Adhiwangsa, disewa ole...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌔🌑🌖
"Pengadilan memutuskan, Benjamin Lim, terbukti tidak bersalah atas tuduhan kekerasan dan percobaan penyerangan pada Jinara. Benjamin dibebaskan atas segala tuduhan, mendapatkan biaya ganti rugi sebesar 200 juta atas semua hal keliru yang dibebankan sebelumnya!"
Semburan bunyi klik-klik dan blitz menyilaukan serentak menyembur cepat, tak kala sosok yang dituduh sebagai pelaku dan sempat mendekam di penjara, berdiri dan membalikkan badan ke arah kamera pewarta.
Pandangan Ben menyapu barisan kamera yang memotret dirinya, lalu berhenti pada sosok pria yang berdiri di ujung. Manik matanya yang tajam menghunus benci pada sosok itu, lalu tanpa diduga oleh orang-orang dalam ruangan, dia melompat cepat dan mencengkram pakaian pria itu seraya mengeram rendah.
"Aku akan tetap membencimu, Pengacara Jim!" gerungan lebih riuh terdengar dari orang-orang di sekitar saat dia berkelakar. "Kau telah merusak karir dan juga hidupku. Kau juga bertanggung jawab atas kematian Lily, aku tidak akan pernah melupakan kesalahanmu!"
Para petugas keamanan bergerak cepat mengamankan Benjamin, menarik paksa pria itu dari sosok pengacara yang telah membebaskan Ben dari segala tuduhan. Wartawan berkerumun maju, mendesak sang pengacara untuk memberi tanggapan pada pernyataan kelam Ben yang terus menggema di ruangan.
"Pengacara Jim, apa tanggapan anda setelah membela terdakwa...."
"Bagaimana Anda akan menanggapi pernyataan ini...."
"Pengacara Jim, bukankah ini wajar karena anda telah menjebloskan terdakwa ke penjara di persidangan sebelumnya...."
"Apakah Anda merasa puas membantu Ben, demi rasa bersalahmu padanya...."
Gaung yang menggema di ruangan pengadilan itu terdengar seperti degungan lebah. Sinar blitz putih menyilaukan membuat James mundur dua langkah, kamera pewarta memberondong tak henti, sementara suara Ben terus menghakimi kesalahannya.
Aktor muda yang namanya tengah naik daun mendapat kecaman dari publik, setelah terseret kasus kekerasan pada mantan pacar. Namanya di blacklist dari dunia showbiz, dan mendapat rentetan ujaran kebencian. Namun ternyata, tuduhan kejam itu berhasil dipatahkan dan Ben dinyatakan tidak bersalah.
Diamnya James membuat kemurunan kian ricuh. Diujung pandangan yang buram, James dapat melihat samar sosok Ben yang menghambur maju, lepas dari pegangan petugas keamanan. Pria itu langsung melayangkan tinju, lalu pukulan keras bersama kutukan kejam terarah kepadanya.
"Kau juga akan kehilangan hidupmu dan orang yang kau cintai!"
BUUKK!!!—
James membuka mata, tubuhnya melompat cepat sewaktu mampu menarik diri dan kembali terjaga. Dia mengedarkan pandang ke segala arah, napasnya memburu cepat, mengusap pelu dikening dengan gusar seraya duduk di pinggir ranjang. Kakinya gemetar, menjuntai menjilati lantai kamar yang dingin.