Rose meninggalkan Dave sendirian menuju taman belakang.
Ia menunggu bel istirahat berbunyi, karena jika ia kembali kekelas pasti ia akan kena hukum lagi mengingat sekarang adalah pelajaran Mrs. Selly yang tak kalah killer nya dengan Pak Sarnoh.
Rose kembali teringat ucapan Dave tadi 'Suatu saat lo akan tau dengan sendiri nya' sebenar nya terjadi pada Dave sih.
Apa dia punya penyakit yang serius?
Apa yang sebenar nya terjadi, ya Allah hamba mohon jangan sampai Dave memiliki penyakit yang serius atau apapun itu cukup Nathanil yang mendapatkan penyakit yang berbahaya. Aku gak bakal kuat jika Dave menderita penyakit yang parah. Ucap Rose dalam hati.
Bel istirahat berbunyi dan Rose langsung kembali ke kelas nya dan menghampiri Claretta.
"Rett!" Ucap ku sambil memukul bahu Retta pelan.
"Rose, lo kemana aja sih? Bukan nya hukuman lo cuma sampai jam Pak Sarnoh abis aja ya?? Terus jam Mrs. Selly lo kemana?" Tanya Claretta yang sedang merapihkan buku-buku nya kedalam tas.
"Mmm.. Gue tadi jagain Dave di UKS." Ucap Rose
"What? Si Dave sakit?" Tanya Claretta tak percaya, dan Rose hanya mengangguk saja.
"Dia sakit apa?" Tanya Claretta
"Demam." Ucap Rose singkat.
"Clar, Ros." Ucap Seseorang dari belakang yang kami tau itu Matthew.
"Kantin yuk, baper gue." Ucap Matthew
"Lucu banget Matt." Cibir Claretta
"Apaan sih lo." Ucap Matthew kesal.
"Loh Matt si Selena mana?" Tanya Rose sambil mencari keberadaan Selena dan Matthew hanya menggelengkan kepala nya tidak tahu.
Matthew, Rose, dan Claretta mencari tempat yang kosong untuk duduk diarea kantin. Tetapi tempat yang kosong hanya ada dimeja Dave. Tak ada yang berani duduk disitu sehingga ketiga kursi itu tampak kosong.
"Disitu aja kosong tuh kursi nya." Ucap Matthew sambil menunjuk kearah meja Dave.
"Gak mau ah gue." Ucap Rose.
"Daripada kita gak dapet tempat duduk, iya kan Matt?" Ucap Claretta sambil tersenyum jail.
"Yoi" Ucap Matthew lalu mendekati meja Dave dan teman-teman nya yaitu Arkan dan Elang.
"Hei guys, boleh kita gabung disini? Udah gak ada kursi kosong lagi selain disini, boleh kan?" Ucap Matthew.
"Duduk aja." Ucap Dave dingin.
Matthew duduk disebelah Arkan, Claretta duduk disebelah Elang, dan Rose hanya berdiri.
"Ngapain diri disitu duduk cepetan Rose." Ucap Claretta dan dengan terpaksa Rose duduk disebelah Dave.
"Lo berdua mau pesen apa?" Tanya Matthew.
"Bakso sama orange juice." Ucap Claretta.
"Siomay sama teh tawar anget." Ucap Rose datar.
"Yaudah gue pesenin dulu ya." Ucap Matthew lalu beranjak pergi.
Sedari tadi Selena memerhatikan ketiga sahabat nya itu, Selena kecewa karena tidak ada yang peduli akan diri nya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pergi (END) (Privat) #Wattys2018
Teen Fiction"Kau yang membuatku terbang disetiap harinya tetapi kau juga yang menjatuhkanku kedasarjurang yang paling dalam dengan cara kau meninggalkanku untuk selamanya." (Roseliana Arnaout) "Bintang dilangit menjadi saksi jika kita pernah saling membahagiaka...