Rose menghempaskan tubuh nya dikasur lalu mengambil ponsel nya yang berada disaku sekolah nya.
Ia ingin mengajak Dave untuk makan diluar, dengan senyum nya Rose mengetik pesan di aplikasi Line untuk Dave.
RoselianaA: Dave, malem ada waktu engga?
DaveDawson: Gue sbk.
Gue? Padahal Dave pernah bilang dulu jika tak boleh Gue-Lo lagi.
Ada apa sebenar nya hingga Dave menjadi dingin seperti dulu pada Rose?
Rose tersenyum sendu, lalu bangkit menuju kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Kim sudah siap dengan pakaian nya, ia ingin mengajak Rose makan diluar karena hari ini ia malas untuk memasak.
Kim mengeruk pintu kamar Rose, lalu sang empu pemilik kamar keluar sambil mengeringkan rambut dengan handuk nya.
"Apa?" Tanya Rose.
"Makan diluar yuk, aku sedang malas untuk memasak." Ajak Kim.
"Lo tau aja kalo gue pengen makan diluar. Bentar gue ganti baju dulu" Ucap Rose lalu menutup pinti kamar nya.
Dua puluh menit kemudian Rose sudah siap lalu merangkul tangan Kim menuju mobil nya.
"Kau lama sekali." Ucap Kim yang sekarang mereka sudah berada didalam mobil.
"Lo kaya gatau cewek aja." Ucap Rose yang sekarang tengah mengotak-atik radio yang ada dimobil Kim.
"Aish.. Terserah kau saja lah." Ucap Kim acuh.
Mereka pun sampai disebuah Caffe yang cukup terkenal dijakarta.
Rose menggandeng Kim mesra, mungkin jika orang lain yang tak kenal pada mereka akan menyangka jika mereka berdua adalah sepasang kekasih.
"Singkir kan tanganmu bodoh!" Ucap Kim seraya melepaskan tangan nya.
Tetapi Rose langsung merangkul tangan Kim kembali. "Biar gak keliatan jomblo Kim." Kata Rose sambil tersenyum konyol.
"Terserah kau saja." Ucap Kim sebal.
Rose dan Kim memasuki Caffe itu, dan tak sengaja Kim melihat seorang lelaki yang familiar untuk nya sedang berpelukan dengan seorang gadis.
Kim berhenti berjalan lali menatap lelaki itu dengan seksama. Lelaki itu mirip dengan Dave.
"Loh kenapa berenti sih." Tanya Rose bingung.
"Itu seperti namjachingu mu Rose." Ucap Kim sambil menunjuk lelaki yang sedang berpelukan.
Rose menyipitkan mata nya, menatap kearah lelaki yang sedang berpelukan dengan seoramg gadis itu.
Rose yakin jika lelaki itu, Dave kekasih nya.
Air mata Rose menetes membasahi pipi putih chubby nya. Kim yang melihat itu pun langsung memeluk sepupu nya itu.
"Kurang ajar namja bodoh mu itu, ia ingib merasakan jurus karate ku." Ujar Kim yang muka nya sudah ganas siap menerkam seperti singa.
"Gue gapapa hikss, lo jangan ngapa-ngapain dia hikss." Ucap Rose parau disertai isak tangis.
Rose melepaskan pelukan Kim, lalu melangkah mendakati lelaki yang mirip Dave untuk memastikan jika itu benar Dave, karna sangat tidak lucu jika Rose sudah menangis bombai tapi lelaki itu bukan Dave.
"Dave." Panggil Rose parau.
Orang yang dipanggil Dave menoleh dan langsung melepaskan pelukan nya dengan gadis itu, dan gadis itu adalah murid baru disekolah nya tadi yaitu Cindy.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pergi (END) (Privat) #Wattys2018
Teen Fiction"Kau yang membuatku terbang disetiap harinya tetapi kau juga yang menjatuhkanku kedasarjurang yang paling dalam dengan cara kau meninggalkanku untuk selamanya." (Roseliana Arnaout) "Bintang dilangit menjadi saksi jika kita pernah saling membahagiaka...