Hujan deras disertai petir tak mebuat tekad Dave menemui Rose buyar sedikit pun, padahal kondisi tubuh Dave sangat lemah. Tadi saja Dave mimisan dan tubuh nya terus mengeluarkan bulir-bulir keringat.
Peduli setan akan kondisi tubuh nya sekarang, yang ada dipikiran nya sekarang hanya ada Rose saja dan ia ingin segera menjelaskan semua nya.
Dave mengambil kunci motor yang ada di nakas lalu keluar dari rumah menuju motor sport nya terparkir lalu menerobos hujan deras yang mengguyur nya dengan kecepatan diatas rata-rata.
10 menit berlalu dan sekarang ia berdiri depan pintu rumah Rose dengan keadaan basah kuyup.
Ting... Tongg... Tinggg.. Tonggg..
Dave menekan bel rumah Rose dua kali tetapi tak kunjung ada yang membuka kan pintu.
Kepala Dave makin pusing tetapi ia tahan ia tak mau tumbang sebelum ia dimaafkan Rose.
Disisi lain Rose melihat Dave dari jendela, ia ingin sekali keluar tetapi hari nya belum siap untuk bertemu dengan lelaki itu.
Rose khawatir dengan kondisi Dave yang sekarang basah kuyup karena diguyur hujan deras, tetapi ia masih kekeh tak mau keluar.
Satu menit...
Lima menit...
Sepuluh menit...
Dua puluh menit..
Rose tak tahan untuk tak menemui Dave, dengan raut wajah datar ia membuka pintu dan mata coklat itu sedang memandang nya sambil tersenyum pucat.
"Maaf Ro-"
Brukkk!!
Dave belum sempat menyelesaikan ucapan nya tetapi tubuh Dave ambruk begitu saja mengenai Rose.
Rose kaget bukan main sekaligus khawatir karena ia melihat darah keluar hidung nya.
"Dave kamu kenapa, bangun Dave!" Ucap Rose panik seraya mengguncang tubuh Dave dan mengelap darah dari hidung Dave menggunakan tangan nya.
Tak ada pergerakan dari Dave dan itu membuat Rose semakin khawatir. Tanpa berpikir panjang ia memanggil Kim untuk meminta bantuan.
"TAWONNN!! KIMM! PARK!! SINI!!" Teriak Rose kencang.
Dari arah kamar nya Kim datang dengan berlari-lari sambil membawa laptop di tangan nya, seperti nya ia sedang membuat tugas.
"Rose gwaenchana? " Tanya Kim panik.
"Kim tolongin gue cepet." Ucap Rose dengan mata yang sudah memerah dan air mata yang mengalir deras di pipi nya.
Kim kaget melihat Dave pingsan juga tangan Rose yang ada darah nya. "Rose apa yang terjadi?" Tanya Kim yang ikut panik.
"Gausah banyak omong, cepet kita bawa kerumah sakit hikss." Ucap Rose dengan tangisan nya.
Kim menggotong tubuh Dave dibantu Rose dan dibawa kedalam mobil nya.
Rose suduk dibelakang menjadikan paha nya sebagai bantalan kepala Dave.
Sedang kan Kim menyetir dengan cepat karena takut terjadi sesuatu pada Dave. Walaupun ia tak suka pada Dave, Kim masih punya hati nurani dan mengkhawatirkan keadaan nya.
Mereka pun sampai dan langsung meminta bantuan para perawat untuk membawa Dave.
Dan disinilah Rose dan Dave sekarang, di depan ruang ICU yang didalam nya Dave sedang ditangani oleh dokter Rama.
"Hikkss.. Hikkkss.. Hikkkss.. Maaf.. Maafin aku." Ucap Rose dengan tangisan nya yang histeris.
Jika Rose tau akan begini jadi nya ia tak akan membiarkan Dave menunggu selama dua puluh menit diluar dengan keadaan basah kuyup.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pergi (END) (Privat) #Wattys2018
Novela Juvenil"Kau yang membuatku terbang disetiap harinya tetapi kau juga yang menjatuhkanku kedasarjurang yang paling dalam dengan cara kau meninggalkanku untuk selamanya." (Roseliana Arnaout) "Bintang dilangit menjadi saksi jika kita pernah saling membahagiaka...