Rose dan Elang sekarang berada di taman rumah sakit, sinar bulan menemani kedua orang itu. Semilir angin menerpa surai lembut kedua nya, bau tanah yang basah akibat hujan beberapa lalu menyeruak keluar tercium oleh rongga pernapasan.
"Apa yang sebener nya terjadi, please lang jujur sama gue." Ucap Rose dengan menatap dalam manik mata hitam dengan tatapan memohon nya.
Elang menghembuskan nafas dalam, lalu menarik lengan kekasih sahabat nya itu untuk duduk dikursi taman ini.
"Gue takut lo terluka kalo denger ini semua, cukup lo terluka dengan keadaan Nathanil." Ucap Elang lirih, ia bingung apa harus ia memberitahu kan semua nya pada Rose tentang penyakit yang di derita Dave.
Rose mengernyitkan dahi nya bingung.
Kenapa membawa nama Nathanil disini?
Rose semakin yakin ada rahasia besar yang disembunyikan dari nya.
"Kenapa lo bawa-bawa Nial disini?" Tanya Rose sambil merapihkan rambut nya yang berantakan karena angin.
Elang diam tak tahu harus berbicara seperti apa pada gadis yang duduk disamping nya sekarang.
"Lang gue mohon, jujur sama gue." Ucap Rose dengan memohon dengan memegang tangan Elang mencoba meyakinkan bahwa ia baik-baik saja.
Elang menyerah, mungkin ini saat nya Rose tahu penyakit Elang. Bukan Elang lancang menceritakan penyakit Dave ia rasa Rose berhak tau karena ia adalah kekasih Dave.
"Sebener nya Dave menderita leukimia." Gumam Elang dengan suara kecil.
Deggg!!
Jantung Rose serasa berhenti mendengar penururan Elang yang mampu membuat lutut nya lemas seketika.
Air mata yang tadi nya sudah berhenti menetes sekarang kembali menetes kan bulir-bulir bening yang membasahi pipi Rose.
Rose diam beberapa saat, ia masih tak percaya dengan kenyataan yang sangat menohok hati nya.
Sebenernya Dave menderita leukimia.
Seperti nya Rose salah dengar, dan ini pasti mimpi.
Ini mimpi kan?
"L-lang, gue gak salah deng-er" Tanya Rose dengan suara tercekat ditenggorokan nya.
"Ini cuma mimpi kan?" Tanya Rose yang sekarang menutup mata nya dengan kedua tangan nya.
"Sabar Ros." Ucap Elang pahit.
Elang menggenggam tangan Rose, bukan modus ia hanya ingin menguat kan Rose.
"Semua nya akan baik-baik aja, Dave kuat pasti bisa ngalahin penyakit nya." Ucap Elang sambil menatap mata Rose yang membengkak akibat kebanyakan menangis.
"Sekarang mending lo pulang tenangin diri lo, lo harus percaya kalo Dave baik-baik aja." Ucap Elang mengusap pelan rambut Rose.
"Rose!" Panggil Kim seraya berlari kecil kearah Rose.
Rose menatap tanpa minat, lalu beralih menatap kosong ke depan.
"Kita pulang sekarang, besok kau bisa kesini lagi." Ajak Kim, dan Rose hanya mengangguk lemah dan bangkit dari duduk nya berjalan kearah parkiran dan menaiki mobil pulang.
*****
Pagi ini, seperti biasa Kim menyiapkan sarapan pagi. Ia membuat Kimbab makanan khas korea.Sudah setengah jam Kim berkutat dengan alat-alat masak, peluh membasahi pelipis nya wajah nya tampak serius memasak tampa mengetahui jika Rose berada didapur dengan penampilan kurang baik.

KAMU SEDANG MEMBACA
Pergi (END) (Privat) #Wattys2018
Teen Fiction"Kau yang membuatku terbang disetiap harinya tetapi kau juga yang menjatuhkanku kedasarjurang yang paling dalam dengan cara kau meninggalkanku untuk selamanya." (Roseliana Arnaout) "Bintang dilangit menjadi saksi jika kita pernah saling membahagiaka...