"Ya udah mau apa Angga aku pesanin ya?"tawar Emi.
"Ngga usah aku mau lihat Marsha udah cukup!"tolak Angga sembari tersenyum mengedipkan satu matanya. Membuat seluruh kantin ramai.
"Lebay banget sih"ucap Marsha biasa saja. Padahal jantungnya berdegup kencang.
'Apaan sih nih orang bikin malu aja'pikir Marsha berwajah merah padam.
Emi dan Angga tersenyum Angga mengkode kan dengan Emi , Emi yg melihat itu langsung melaksanakan.
"Aku ketoilet dulu ya bye"undur Emi pergi ketoilet tersenyum kecil.
Angga bangun lalu berkata. "Ikut yuk Mars"ajak Angga menarik tangan Marsha untuk mengikutinya tidak menunggu jawaban pergi menuju gudang sekolah.
"Kenapa kesini"tanya Marsha.
"Tutup matamu"tegas Angga. "Hah"heran Marsha."buat apa?"tanya Marsha lagi.
"Udah diam" Angga menutup mata Marsha dengan telapak tangannya.
Sebuah sinar putih mengelilingi mereka berdua sekejap mereka sudah berada ditempat yg tidak asing bagi Marsha.
Tapi Marsha terasa tidak pernah datang.
Mereka tiba disebuah istana yg megah pakaian Angga kini berbeda menjadi pakaian bangsawan.
"Hah mengapa? Angga kenapa pakaianmu berubah? Kita dimana? Ayo kembali?"tanya Marsha bertubi-tubi. Angga yg didepannya menoleh lalu tersenyum.
"Tenanglah jangan kekabah"Angga mencoba menenangkan Marsha yg celingak celinguk.
"Ayo masuk"ajak Angga memasuki gerbang istana. Prajurit yg menjaga disana tunduk hormat.
"Selamat datang tuan"salam prajurit membukakan gerbang kerajaan.
Mereka pun masuk kesuatu kamar yang megah.
"Ini sebuah kamar?"
"Memang kau lihat apa didepanmu?"
"ya.. kamar sih"
"Tuh tau"Angga keluar dari kamar itu. Menyuruh pelayan mengganti seragam Marsha dengan pakaian kebangsawanan.
"Heh apa ini?" Marsha tak terima.
"Turuti saja.. aku pergi dulu"
Angga menunggu didepan kamar itu. Membiarkan pelayannya mendandani Marsha dan memandikan.
Beberapa menit kemudian..
"Lama sekali anak ini.. untung dia istriku jika tidak -" ucapan Angga terpotong.
"Siapa yang kau bilang istrimu..apa kau sudah menikah? Kau... kau bukan manusia"
"Ya jelas kau.." Angga menutup mulutnya keceplosan.
'Dia cantik sekali'pikir Angga.
Marsha kaget mendengar ucapan Angga tadi membuat wajah Marsha memerah dan mulutnya menganga.
"A...e.. eh.. udah lupakan ayo cepat" Angga mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Tidak jelaskan padaku dulu"pekik Marsha minta penjelasan.
"Nanti aku akan jelaskan sekarang cepat" Angga menarik tangan Marsha. Marsha berusaha berjalan tapi susah dengan gaun yang ia pakai.
"Sabar aku ini pakai gaun tau.. tapi janji ya jelaskan padaku"
"Iya..iya"
Sesampainya mereka didepan ruangan disana seorang perempuan sudah menunggu mereka.
"E..emi kenapa kau ada disini kita ini dimana? Kenapa kau memakai gaun sama sepertiku?"
"...." tak ada jawaban dari Emi ia menunduk.
"Silakan masuk pangeran Raja dan Ratu menunggu kalian" lantas Emi mendongak lalu membuka ruangan itu menutupnya kembali setelah mereka berdua masuk.
"Permisi Raja dan Ratu"
"Ya pangeran ada apa?"tanya Ratu.
"Saya sudah menjanjikan bahwa akan mendatangkan istriku kembali"
Marsha yang mendengar percakapan mereka hanya bisa melongo.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is Lord
FantasyKenyataan yang tidak aku ketahui, aku seorang Ratu dari kerajaan Altaric yang di ketahui Rajanya seorang Werewolf dan Ratu seorang Vampire. -Marsha Hinyaru- Aku sudah menemukanmu, dan kini aku tidak akan melepaskanmu kapan pun dan sedetik pun aku a...
