Chapter 23

1.4K 53 1
                                        

  Selesai makan aku menyandar di bantalan kursi. Aku menjadi kepikiran sudah lama aku tidak pergi ke sekolah.

Pintu terbuka menampakan diri seseorang yang ada di luar.

"Ada apa?" Tanyaku lembut.

"Tidak, aku tidak melihatmu dari tadi jadi ku pikir ada kau di sini"

Angga duduk di sebelahku.

"Apa kau tahu tentang Recca? Ku lihat akhir-akhir ini kau selalu bicara kepadanya, aku curiga"

"Apa kau cemburu?"

"Tidak dan tidak kau selalu bicara seperti itu, kau yang terlalu kege-eran"

Aku bangkit dari duduk'ku lalu pergi aku memilih duduk di bangku taman.

Sekarang musim semi ya?, aku melihat bunga sakura yang jatuh indah sekali. Seekor burung menghinggapi telapak tanganku.

"Kau sedang apa?" Kataku bicara kepada burung yang berwarna cerah itu. Aku mengusap kepalanya. Burung itu terbang lagi.

Burung itu pergi kini giliran seekor kelinci berbulu putih lembut. Menyentuh kaki,'ku.

Aku menggendong kelinci itu, ternyata ada hewan di taman ini kukira tidak ada. Aku putuskan kelinci ini akan ku rawat. Ku beri nama Kiki terlihat dia laki.

Aku mengelusnya, ternyata di sini aku tidak usah bersusah payah menemukan binatang tidak seperti di dunia semua hewan susah di dapat.

"Aku beri nama Kiki"

Kelinci itu menatapku dia tahu aku bicara? Entahlah dia terlihat senang. Aku ikut senang kalau begitu.

"Terima kasih"

Ah Aku menoleh ke kanan dan ke kiri tidak ada siapa pun. Siapa yang bicara?

Aku menatap kelinci yang ada di depanku. Dia tertidur, lucunya.

Aku bangun mengangkatnya pelan agar kelinci yang ku beri nama Kiki ini tidak terbangun.

Aku membawanya, menyelusuri koridor istana. Semua pelayan yang melewatiku hormat. Aku sampai di kamar.

Aku menaruh Kiki di ranjang dengan hati-hati juga. Aku duduk di kursi dekat jendela.

Sudah mau sore, aku jadi mengantuk tapi aku malas. Besok aku akan pulang nanti, aku merindukan rumah.

  Aku tahu Recca itu kakak Angga tapi karena dia aku tidak di perdulikan lagi. Aku tahu Recca hilang ingatan bisakah Angga mengisakan waktunya untuk,'ku.

Aku akan mencari Emi, semoga dia mau memberi tahuku jalan untuk ke dunia manusia.

Marsha pov end /ㅡㅁㄱ놈 ㅔㅐㅠ 둥

**************

Marsha terus mencari di mana Emily, Emily sendiri sedang duduk di kamarnya.

Tok....tok....tok....

"Masuk!"

Marsha masuk, Emily menoleh siapa yang datang ketika tahu itu Marsha. Emily membungkuk sesaat.

"Ada apa yang mulia? Jika anda butuh sesuatu panggil saja saya tidak usah repot"

"Tidak papa, apa kau tahu bagaimana bisa keluar dari sini? Maksudku dunia ini?"

"Kenapa anda bicara seperti itu?"

"Ya, aku hanya....hanya bosan"

"Saya takut kena marah Raja, jadi saya tidak bisa memberi tahu"

"Oh ayolah"

Marsha menghampiri Emily yang duduk ikut duduk di sampingnya.

"Tidak bisa"

My Husband Is LordTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang