maaf ceritanya makin orak danta taukan maksudnya...
Dh gt doank..mksh...
Happy reading!! Guys!!! Wk
_______________________________________
Angga, Marsha dan Emily a.k.a Emi. Makan bersama sampai istirahat selesai. Mereka kembali ke kelas lalu melanjutkan pelajaran dengan guru yang berbeda.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
"Huh, pusing sekali kepalaku!" Marsha memijit pelipisnya. "Kenapa?" Tanya Angga.
"Tidak tahu" Marsha mengelak tidak tahu memang sedari tadi dia tidak kenapa-kenapa.
"Coba sini" perintah Angga dia mendekat kepada Marsha yang baru saja selesai mandi dan sekarang dia sedang duduk di tepi kasur.
Jam di dinding menunjukankan pukul 15.32 . "Bagaimana kita ke istana saja?" Usul Angga. "Agar Bibi Zella bisa menjagamu. Dia juga sepertinya merindukanmu? Aku juga bisa memperkenalkanmu dengan Paman Alendro." Jelas Angga.
"Tapi_"
"Tidak ada penolakan kamu harus ikut denganku titik. Gak pake tanda seru!" Angga orang yang tidak suka di bantah.
"Huh, iya deh" jawab Marsha pasrah menghadapi satu orang ini. Ralat, bukan orang tapi... ntahlah bisa di sebut apa?
Marsha baru saja mengingat sesuatu. "Angga apa lukamu sudah sembuh?"
"Hm, ya" jawab Angga singkat.
"Paman?!"
"Ya apa?"
"Apa paman sudah ada di kerajaan?"
"Sudah nak! Apa kamu membawa Marsha?"
"Sudah, tunggu aku"
Setelah menghubungi Alendro, Angga dan Marsha pergi ke hutan Hewars untuk ke kerajaan Altaric.
"Apa kita harus melewati hutan Hewars lagi?" Tanya Marsha sesudah di depan hutan yang menyeramkan.
"Ya"
Angga mengubah dirinya menjadi srigala besar. "Apa tidak ada cara lain?" Marsha merinding melihat bentuk srigala Angga.
"Apa kamu takut??" Mata Angga mengitimigasi Marsha. "Hm" Marsha hanya berdehem.
"Naik!"
"Baiklah" Marsha mencoba naik tapi kali ini dia tidak bisa. "Kenapa aku tidak bisa?" Tanya Marsha.
"Mungkin karena badanmu tambah pendek??" Marsha langsung memukul badan Angga yang berbulu. "enak saja!" Kesal Marsha.
Angga sedikit membungkuk'kan punggungnya. Marsha mulai menaikinya. Angga berlari dengan kecepatan sedang. Takutnya Marsha ketinggalan atau malah jatuh dan sekarang keadaannya sedang pusing.
Sebuah portal menghubungkan dunia manusia dan dunia imortal atau dunia yang lain. Angga segera mengubah dirinya menjadi manusia dan Marsha. Satu langkah mereka melewati portal itu dan mereka sekarang sudah ada di depan kerajaan. Marsha jadi mengingat saat pertama kali dia datang ke sini.
"Ayo" seru Marsha yang ada di samping Angga. Malah dia sudah duluan berlari ntah mau kemana.
"Bukannya tadi aku yang mengajaknya dan dia bilang kalau dia pusing?" Gumam Angga.
Sebelumnya setiap Marsha melewati jalan dan di sana ada beberapa pelayan yang berpapasan mereka refleks menyapa hormat tapi tidak di kubris Marsha dia berlari.
Pelayan yang melihat hanya menahan tawa melihat kelakuan Ratunya itu dengan polosnya tidak ada perubahan.
Marsha berlari dengan pakaian manusia dengan rok selutut dan baju berlengan.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is Lord
FantasyKenyataan yang tidak aku ketahui, aku seorang Ratu dari kerajaan Altaric yang di ketahui Rajanya seorang Werewolf dan Ratu seorang Vampire. -Marsha Hinyaru- Aku sudah menemukanmu, dan kini aku tidak akan melepaskanmu kapan pun dan sedetik pun aku a...
