08.00 KST

1.9K 394 41
                                        



08:00 KST

"24 jam yang mengubah segalanya"

.

.

.

Mata lelaki yang sedari tadi bergelung dengan bantal dan selimut perlahan terbuka, ia menguap lebar sembari merenggangkan badannya, setelah semenit melakukan hal itu ia perlahan-lahan mendudukkan diri lalu menggaruk-garuk pipinya yang tiba-tiba terasa gatal. Lelaki itu kemudian mulai beranjak turun dari ranjang namun tiba-tiba saja ia menghentikan langkah melihat salah satu ranjang di kamar ini sudah tampak rapi dan bersih.

"Dia sudah bangun?" gumamnya dengan suara yang masih serak. Ia menoleh ke tempat lain dan satu sosok yang ia kenal bertahun-tahun masih berpetualang dalam mimpinya.

Lelaki itu menghela napas kembali berjalan keluar dari kamar, ia kemudian menuju dapur dan segera mengambil segelas air untuk ia teguk, keadaan dorm masih sepi dan sepertinya para member serta manajer mereka masih terlelap, kecuali satu orang yang ranjangnya sudah rapi tadi.

Jung Hoseok atau lebih dikenal dengan nama panggung Jhope kini mengedarkan pandangannya, ia kemudian berjalan menuju ruang tengah namun ia masih belum menemukan lelaki itu, dahinya mengernyit. Ia kemudian membuka wc, kamar para member serta manajer juga ruangan lain yang berada di dorm tapi tetap saja Jimin tak terlihat dimanapun.

Hoseok kembali ke kamarnya, ia lalu menarik ponsel. Menarikan jemarinya sejenak lalu menempelkannya di telinga dan saat panggilan itu tersambung suara nada dering terdengar. Hoseok melirik kasur Jimin dan menemukan ponsel lelaki itu berada di samping bantal.

"Apa dia ada di kantor?" gumamnya.

Hoseok kembali berjalan keluar kamar, "PARK JIMIN!" teriaknya dengan suara lantang, tak ada yang menyahut.

Hoseok memainkan jemarinya di ponsel lalu kembali menelpon seseorang, "Hyung, Jimin ada di kantor?"

"Aku tak melihatnya di sini, coba kau telpon saja!" ujar suara di seberang.

"Dia tak membawa ponselnya."

"Benarkah?"

"Bisakah hyung mencarinya? Aku cuma mau memastikan di mana anak itu."

"Baiklah."

"Gomawo, hyung!"

Hoseok mematikan panggilannya dan bersamaan dengan itu pintu salah satu kamar terbuka, Seokjin terlihat berjalan dengan mata terbuka setengah, "Kenapa kau meneriaki nama Jimin pagi-pagi?"tanyanya lalu menguap lebar.

"Jimin tak ada di dorm."

"Mungkin dia ke kantor," jawabnya.

"Sendirian tanpa manajer? Bahkan dia tak membawa ponselnya."

Seokjin mengernyitkan dahinya, "Sejak kapan dia tak ada?"

"Saat aku terbangun, kasurnya sudah rapi," jelas Hoseok.

"Tunggu sebentar," Seokjin memasuki kamar dan beberapa saat kemudian ia keluar dengan ponsel di telinganya.

"Noona, apa Jimin ada di kantor?"

24 Hours ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang