CHAPTER 25

106 1 0
                                    

Carly mengkhianati dirinya.

        zayn mendesah kemudian mengusap air mata itu dengan kasar. Bodoh sekali, dia seperti seorang pria idiot yang hanya menangisi seorang wanita seperti Carly. Sedetik setelahnya, dia menggeleng cepat. Dia bisa mendapatkan banyak gadis diluar sana, menarik gadis manapun untuk berada didekatnya selain Carly. Sepasang bola mata karamelnya mengerjap lagi berusaha untuk tidak terlihat rapuh.  Namun ia tidak bisa menutupi perasaannya yang sebetulnya.

        Ia mencintai Carly

Zayn tersentak begitu merasakan ponselnya bergetar. Dia kembali mengambil nafas panjang berusaha menyadarkan diri sendiri untuk melupakan gadis itu, membuangnya jauh-jauh, menghilangkan semua tentang Carly dari benaknya. Dia membenci Carly.. Layarnya berkedip beberapa kali, dalam sekali sentuhan. Dia menslide screen. Melihat ada 3 pesan teks dari gadis itu. Masih dengan nama kontak telepon yang sama.

         My Girl.

         “Maafkan aku, zayn”

         “We need to talk, now”

         “I love you. Please, don’t leave me”Jantung zayn terasa mencelos begitu membaca satu pesan yang terakhir. Seperti satu anak panah yang berdesing dengan cepat, ditarik keluar dari satu busur lantas meluncur tempat menusuk dadanya. Dia seharusnya senang, bahagia dan tersenyum puas jika mendengar Carly mengatakan itu. Tapi tidak dengan sekarang, zayn merasakan bahwa kata-kata itu seperti sebuah timah panas yang membuat hatinya terbakar, mengingat apa yang telah diperbuat carly padanya. Ia langsung membanting iPhone-nya lantas pergi ke sebuah pemakamam yang sudah taka sing lagi untuknya.

“Apa kabar geral” sapanya seraya berjongkok menatap nisan geral yang sudah beberapa minggu tidak ia datangi.

“Kau pasti tahu apa yang sedang aku alami sekarang.  Aku sangat butuh teman sebagai sandaranku saat ini.  Aku membutuhkanmu geral.  Apa yang harus aku perbuat ? aku begitu sakit hati melihat carly yang tega menghianatiku.”

“Kepercayaan akan membuatmu dan carly bisa bersama lagi.  Kau dan carly hanya memerlukan rasa kepercayaan dan menghilangkan semua ego kalian..” Ucap geral yang sudah duduk di samping zayn.

“But, aku sangat sakit hati geral.  Bagaimana tidak ? gadis yang selama ini aku perjuangkan untuk mendapatkannya malahan tega menghianatiku.  Aku tidak menyangka, carly akan melakukan hal itu untukku.”

“Tenangkan dirimu zayn.  Kali ini dengarkan kau & carly hanya perlu saling memahami dan percaya apa yang dikatakan satu sama lain.  Aku yakin dengan itu masalah kalian akan selesai.”

“Aku akan memikirkannya”

*****

        Gadis itu kembali memegang kepalanya yang terasa berdenyut, dan sering sekali ia merasa mual.  Sudah satu minggu ia merasakan ini, Dengan langkah gontai ia berjalan ke ruangannya.  Namun, belum sempat ia masuk kedalam kelasnya ia sudah ambruk di depan pintu masuk.  Dengan sigap laki-laki yang sedari tadi memperhatikannya segera berlari kearahnya.

“Carly, bangun.” Ucapnya, namun gadis itu tak kunjung bangun.  Tubuhnya begitu lemas, dengan wajah yang sudah sangat pucat.

“Cepat bawa carly ke klinik kampus zayn” sahut lisa yang berada di samping zayn saat itu.

DESTINY IN DREAMSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang