RE 10: Kenyataan Baru

301 49 15
                                        

"Tunggu di situ," titah Aya pada Bright. Ia langsung menuju kamar mandi. Tentu saja mandi dan ganti baju.

Setelah menanggalkan pakaiannya. Aya langsung merendam tubuhnya di dalam bathtub. Sudah lama ia tak seperti ini. Rasanya? Tak bisa ia pungkiri. Sangat nyaman.

Sambil menggosokan sabun aroma rosemary-nya, Aya memikirkan hal-hal yang berhubungan dengan Bright, atau yang disebut mama Ruri.

Siapa anak itu sebenarnya?

Mama bilang ia korban kecelakaan pesawat yang selamat. Tapi Aya malah berpikir kalau bocah itu sudah mati karena ia punya sayap. Ia jadi bergidik memikirkan hal itu. Ditambah lagi ia sempat memanggil Aya dengan sebutan Ma saat mengenalkan diri tadi. Kenapa masalahnya bertambah lagi?! Erza saja sudah membuat kepalanya pusing tujuh keliling.

Setelah Aya pikir cukup lama dan tak tega meninggalkan bocah itu sendirian. Aya segera menyelesaikan urusannya. Ya, walau ia tak bisa menepis ketakutan akan Bright yang mungkin akan mengacak-acak kamarnya. Karena bagaimanapun juga. Ia adalah seorang anak kecil.

Krieeet

"Lama banget, sih," katanya sambil memanyunkan bibirnya. Pipinya tampak merona. Demi apapun! Manis sekali wajahnya saat ini. Aya sampai terkekeh melihatnya. Benar-benar anak kecil.

"Lah, emang nyuruh kamu nunggu?" tanya Aya sambil mengeringkan rambutnya pakai handuk. Sementara air muka Bright semakin lucu untuk dilihat. Gemas!

"Tadi, 'kan mama yang bilang kalau aku harus tunggu."

Mulai lagi, sebenarnya mama itu siapa? Aya, kah? Pikir Aya membuatnya bergidik membayangkan hal itu. Ingat kalau ia masih seorang gadis.

Sekarang Aya duduk di samping Bright. Menatap mata bocah itu dalam-dalam. Sampai....

Erza, batinnya tanpa sadar.

Tunggu! Kenapa harus nama cowok itu yang keluar dari bibirnya.

"Papa kenapa?" tanya Bright tiba-tiba.

"E--eh?!" pekik Aya tiba-tiba. "Ma--maksud kamu apaan?"

Bright memiringkan kepalanya tanda berpikir. "Kupikir mama udah tahu. Tapi ternyata belum, ya?"

Aya bahkan lupa mau menanyakan siapa sebenarnya Bright. Sekarang malah ucapan itu yang keluar dari bibir si bocah.

"Ya udah, deh. Mama boleh tanya apa aja sama aku!" katanya girang.

Ini nih...

"Mama itu ... kak Aya?" tanya Aya ragu.

Balasannya adalah anggukan senang dari bocah itu. Aya rasanya ingin mati. Anak siapa juga ngaku-ngaku kalau ia ibunya. Sumpah, ia tak pernah melakukan hal di luar moral hingga punya anak. Usia 5 tahunan pula.

"Se--sebenernya kamu siapa?" kembali bertanya. Masih dengan keraguan dalam dirinya. Juga rasa penasaran yang kian membuncah tiap detiknya.

"Namaku Bright," katanya, "kalau Ruri adalah namaku di dunia ini. Lebih tepatnya Arly Cherubic."

Deg

Nama itu.

"Ar--ly Cherubic?" ulang Aya.

"Ruri itu nama panggilan yang diambil dari ejaan Arurii. Mama pasti tahu bahasa apa itu?"

Jepang, batin Aya tanpa sadar.

"Kamu datang dari masa depan atau ... negeri itu?"

Bocah itu sekarang tengah merebahkan tubuhnya di atas kasur. Memeluk sebuah guling yang baginya sangat empuk.

"Aku dari Briliance Heaven, Ma," katanya, "Aku lahir ... lebih tepatnya terlahir kembali dari cahaya mama dan papa. Glow dan Flash."

Aya bungkam. Kenyataan apa lagi ini? Pikirnya.

Mungkin ekspresinya saat ini biasa saja. Sungguh. Tapi sesuatu dalam dadanya menyentak kencang. Jantungnya tengah bergemuruh. Dan sialnya, air mata Aya langsung merespon.

Ia tak mengerti kenapa.

"Ma...," panggil Bright ragu. Kemudian ia mendekati Aya. Tanpa pikir panjang ... entah kenapa Aya yang malah mendekap Bright.

"Mama nggak ngerti sama semua ini," kata Aya yang sudah merubah panggilannya sendiri. Padahal di awal ia sempat aneh dengan panggilan itu. "Sekalipun mama udah tau masa lalu mama sama papa kenapa dan apa penyebab semua ini."

Perlahan, air mata bocah itu terus menggenang. Lalu ... tangisannya pecah. Sungguh, kenapa ia malah ikut-ikutan menangis?

"Mama tau, nggak. Bright di sana kesepian. Bright iri liat yang lain punya papa sama mama. Sementara kata Kakek Light, papa sama mama gak bisa ditemuin di Briliance Heaven. Mama sama papa terlalu jauh buat Bright jangkau." Bright meracau amat cepat. Seolah tak peduli dengan apapun lagi.

Sementara racauan itu membuat Aya mengeratkan dekapannya. Bahkan dirinya merasa bodoh. Selama ini ia tinggal di bumi sebagai manusia reinkarnasi yang tanpa ia ketahui mempunyai seorang putera. Bahkan dalam kilasan-kilasan balik saja tak ada penjelasan mengenai hal itu. Hanya....

Kala itu sekembalinya Flash dari bumi. Dengan tubuh penuh luka serta kristal yang pecah, Glow terus saja membantunya. Di sisi lain, Flash seperti kehilangan nyawa.

"Kau harus bertahan, bodoh!"

Glow akan membawanya ke salah satu malaikat penyembuh. Namanya Eruit. Sayangnya tempat itu sangat jauh. Ada di paling utara Briliance Heaven. Sementara Glow tak boleh membocorkan kembalinya Flash ke tempat ini. Karena berita mengenai benang merah sang penjaga yang terikat dianggap kelalaian yang paling fatal. Mencintai manusia? Itu menjijikan bagi yang lain.

Dahulu, Glow memang pernah bilang kalau penjemputannya adalah perintah pusat. Tapi sayangnya, Glow berbohong. Ia datang ke bumi dan membantu Flash atas kemauannya sendiri. Tanpa peduli kalau ia harus menanggung akibatnya.

Ya, hanya satu. Lenyap.

Beberapa waktu setelah Flash pulih. Keberadaannya ditemukan. Dan tentu saja langsung diminta pertanggungjawaban. Termasuk Glow yang diam-diam membawa Flash kembali dengan portalnya.

Mereka dihukum.

Dengan sedikit keringanan setelah si castydile mematahkan mantra ingatan. Walau jatuhnya mereka dibuang. Tapi itu lebih baik. Ya, reinkarnasi. Mereka menjadi manusia.

Namun, tanpa pernah seseorang sadari. Ada salah seorang malaikat tua yang mengambil cahaya keduanya. Itu Light sang malaikat kelahiran.

Kebetulan cahaya itu digunakan untuk melahirkan kembali seorang anak manusia yang seharusnya meninggal dalam kecelakaan pesawat belasan tahun silam. Namun Light menyelamatkannya dengan cahaya Flash dan Glow. Anak itu ... Bright.

"Tapi setidaknya. Pada akhirnya Bright bisa ketemu sama mama."

"Mama sayang sama kamu," ucap Aya tanpa sadar. Melupakan berapa umurnya di dunia ini.

"Papa ... apa bisa kita ketemu?"

***

Bogor, 22 April 2017
22:34 WIB

Lagi rajin update, ya? ^^
Ini karena kalian juga hehe. Semoga suka! Kalo ada plothole langsung bilang yaaaa. Di mulmed ada Bright a.k.a Ruri. Mata na~

Regards

Nari

Love Life a Reincarnation Couple [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang