☆☆☆
Ingatkah, tentang janji kita di tempat yang indah itu?
Tempat penuh kilauan yang menembus jutaan bintang.
Karenanya, sejauh apapun dirimu.
Sejauh apapun jarak langit dan bumi.
Kau harus datang.
Jadi, berjanjilah untuk kembali.
☆☆☆
Kotak kaca itu masih ada di pangkuan Aya. Sementara gadis itu hanya menatapnya sendu. Di sampingnya, ada Ruri yang juga terdiam. Tadi, Aya menceritakan ucapan Erza yang memintanya untuk mengingat memori kehidupan lamanya, juga ... permasalahannya. Lantas, Ruri membalasnta dengan suatu pernyataan. Pernyataan yang di luar dugaannya. Itu...
"Itu memang tujuan Ruri datang ke sini."
Jujur saja, ia baru berpikir saat itu juga. Sambil merutuki dirinya. Tentu saja kedatangan bocah itu ke dunia ini ada alasannya. Bukan sekadar rindu tak beralaskan apapun.
"Saatnya, ternyata udah tiba," tambah bocah itu.
Di sini, Aya merasa kalau Ruri bukanlah Ruri si Bocah malaikat. Ia begitu dewasa. Tapi kalau diingat, mungkin umur Ruri di dunia itu memang sudah melebihi umurnya di dunia ini. Sekalipun ia bisa disebut ... mamanya.
"Saat untuk apa?" Aya bertanya ragu. "Kembali ke ... sana kah?"
Ruri malah menggeleng pelan, sedikit senyum terukir di bibirnya. Senyum yang amat suci.
"Kalo papa terus nyalahin diri sendiri, bisa-bisa ... tanpa sadar, papa ngucapin kalimat terlarang."
Aya membelalak kaget. Kalimat terlarang? Apa lagi ini?
"Papa sekarang manusia," jawab Ruri meski Aya tak bertanya langsung, "sekali pun darah malaikat dan cahayanya masih ada, Papa tetap manusia di kehidupan sekarang. Begitu juga mama." Penjelasan yang entah kenapa membuat dada Aya sedikit sesak.
"Lalu ... apa hubungannya?" Pertanyaan itu lantas terlontar.
Ruri menatap Aya lekat-lekat. Mata beningnya tampak basah ... hei, ia menangis?
"Papa gak boleh nyebut keinginan buat kembali," kata Ruri dengan suara yang kian bergetar, "jadi malaikat."
Aya tahu, Hal itu amat menyakitkan bagi Ruri. Kemudian ia bertanya, "Ta―tapi, bukannya itu gak berpengaruh apapun?"
Lagi-lagi Ruri menggeleng. "Itu buat manusia normal. Karena itu keinginan yang mereka anggap mustahil," sahutnya, "sementara Papa ... mama sendiri tahu, kan?"
Aya mengangguk.
"Dulu, semasa papa jadi malaikat, Papa sendiri yang selalu bilang kalau ia ingin jadi manusia. Lalu Sang Pencipta mengabulkannya di saat Papa hampir lenyap karena melanggar sumpahnya."
Aya tahu, Aya benar-benar tahu. Kejadian saat itu, tak sepenuhnya hukuman. Semua memang takdir Sang Pencipta. Bahkan Ia mengabulkan impian malaikat yang melanggar sumpah seperti Erza. Karena seingatnya, selain dilenyapkan ... hanya kurungan yang membuat kekuatan mereka hilanglah yang menjadi hukuman lain. Sebelumnya, tak ada yang direinkarnasi hanya karena kesalahan.
"Karenanya, kalau Papa mengucapkan kalimat itu. Terlebih dengan kesungguhan. Maka ... Papa akan dilenyapkan."
Deg
Lenyap.
Dilenyapkan.
Aya ... amat membenci kata itu. Sesungguhnya ia takut. Dan, sekarang ia baru sadar betapa gilanya ia di masa itu yang bahkan berani mengambil resiko menyelamatkan Erza dan ... ikut lenyap.
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Life a Reincarnation Couple [END]
Fantasy[ WARNING! Jangan Berekspetasi Terlalu Tinggi. ] Sequel Love Life an Enemy Couple. *** Kelahiran membuat ia lupa akan segalanya. Yang ia tahu, ia hanya manusia normal. Ya, siapa yang tahu dengan kehidupannya di masa lalu. Seiring berjalan...
![Love Life a Reincarnation Couple [END]](https://img.wattpad.com/cover/94916059-64-k100213.jpg)