Part 8

694 65 3
                                        

Pandangan Xiang Wen Fei terlihat datar, dia meletakkan dokumen yang dipegangnya, dan mulai memperhatikan Hua Jun Tong.

Kelihatannya wanita ini masih sangat muda, mungkin baru berumur 20 tahun. Dia juga memiliki wajah dan senyuman yang polos.

"Maaf, kalau tidak bisa sembarangan masuk ke kamar anda, bagaimana saya mengambil baju kotor anda? Apakah anda bisa meletakkannya di dalam kamar mandi? Bagaimana dengan jas anda?" tanya Hua Jun Tong sekaligus.

Xiang Wen Fei sudah sering melihat wanita seperti ini, berpura-pura mengerjakan tugasnya dengan baik di depannya, tapi akan berubah jika dia tidak ada.

"Maaf, saya bertanya karena saya benar-benar tidak mengerti, saya sama sekali tidak mempunyai maksud untuk mengganggu anda."

Xiang Wen Fei  hanya diam, dan itu membuat Hua Jun Tong merasa tidak nyaman, tiba-tiba ada suasana dingin yang menyelimuti mereka.

"Selain dari yang tadi saya katakan, kamu juga harus menghangatkan kasur saya." kata Xiang Wen Fei dengan nada dingin sambil menatap tajam ke arah Hua Jun Tong.

Dari tatapannya, Hua Jun Tong bisa sedikit merasakan kebenciannya terhadap wanita sama seperti yang dia rasakan pada Xiang Yu Ao.

"Menghangatkan kasur?"

Talina mengerutkan dahinya. "Apakah menghangatkan kasur yang anda maksud itu adalah menghangatkan kasur yang itu?"

Hanya perlu melakukan itu? Selain menjaga anak, merapikan rumah, dan kemudian berbaring sambil menunggunya di atas kasur? Hanya itu? Hanya inikah pekerjaannya?

"Iya, betul sekali." Jawab Xiang Wen Fei  dengan sedikit nada mengejek, sepertinya wanita ini juga bekerja untuk bisa tidur dengannya.

Hanya saja dia memakai cara yang lebih pintar, dia memulainya langsung dari anaknya. Disamping itu Hua Jun Tong merasa sangat senang, dia tidak tahu kalau pekerjaan seorang pengasuh sangatlah ringan, dia bisa dengan gampang mendapatkan gajinya hanya dengan melakukan pekerjaan ringan ini.

"Saya sekarang akan pergi menghangatkan kasur anda."

Hua Jun Tong meninggalkan ruang baca sambil tersenyum, hatinya sangat senang sekarang.

Melihat kepergian Hua Jun Tong, Xiang Wen Fei langsung menunjukkan kebenciannya terhadap wanita.

Awalnya dia hanya ingin menguji wanita itu, tapi tidak disangka dengan sangat cepat aibnya terkuak.

Besok, dia pasti akan mengusir wanita ini, dia tidak ingin melihat senyuman palsunya.

Yu Ao sepertinya telah terbohongi oleh wanita itu,  besok dia akan menyuruh Bai Jie Zhi untuk mencari latar belakang wanita itu. Xiang Wen Fei tidak lagi memikirkan apa-apa tentang wanita itu dan melanjutkan pekerjaannya.

Pukul 3 dini hari, Xiang Wen Fei memasuki kamar setelah dia selesai mandi, seperti biasa di hanya melingkarkan handuk di pinggangnya, titik-titik air jatuh di karpet karena rambutnya yang masih basah itu.

"Akhirnya anda kembali juga."

Hua Jun Tong berbaring di sebelah kasur, dia membungkus badannya dengan selimut, keringat tidak berhenti keluar dari dahinya. 

Wanita itu masih berada di atas kasurnya, Xiang Wen Fei mengira wanita itu akan sendirinya mengerti karena sudah selarut ini.

Melihat mata Talina yang hampir tertutup, dia juga menguap tidak henti-hentinya.

"Begitu sukanya kamu menghangatkan kasurku?"

Nadanya sangat ringan, tapi kata-katanya terasa sangat dingin, tidak disangka biarpun wanita ini masih sangat muda, tapi dia bisa menjual tubuhnya hanya demi kekayaan.

My Lovely BrideCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang