Karena dia adalah pengasuh Lowie, dan dia juga tahu kalau Lowie sangat mengharapkan kasih daddy-nya, Talina tidak bisa membiarkan seorang anak yang memiliki keluarga tetapi hidup bagaikan anak yatim piatu, setiap hari melewati hidup sendirian di dalam istana yang dingin ini.
Talina duduk di ruang tamu, di telinganya terdengar suara detik jam, di matanya terbias cahaya lampu yang redup, dia berencana untuk menunggu pemilik rumah ini disini.
Berapa lama pun akan ditunggunya.
Tetapi, malam ini, sesuai dengan prediksi Lowie, Daniel tidak pulang ke rumah, sejak Daniel kemabali dari London, tiga hari berturut-turut dia memiliki jadwal rapat, dan dalam tiga hari ini dia menetap di perusahaan, dia bahkan sama sekali tidak memberikan kabar.
Sebuah wajah cemberut tiba di depan gedung kantor KYS yang tinggi itu, tangan kanan Talina memegang alamat yang diberikan oleh Lowie dan bekal di tangan kirinya.
"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"
Baru saja Talina memasuki pintu besar gedung itu, dan dia sudah disambut oleh senyuman manis dari resepsionis gedung itu.
"Selamat siang, saya ingin mencari CEO kalian."
Sekilas terlihat aura kemarahan dari wajah Talina.
"Apakah anda sudah membuat perjanjian?" biarpun resepsionis itu sedikit bingung dengan perkataan Talina, tapi dia tetap memasang senyumnya.
"Perjanjian?" Talina mengerutkan dahinya sejenak. "Tidak."
"Mohon maaf, kalau anda ingin bertemu dengan CEO kami, anda harus membuat perjanjian terlebih dahulu."
Harus membuat perjanjian dulu??
Talina makin marah setelah mendengar perkataan itu. Apakah jika anaknya ingin bertemu dengan ayahnya harus membuat perjanjian dulu? Peraturan macam apa ini?
"Nona, saya adalah pengasuh anak untuk Tuan Daniel, ada hal yang ingin dibicarakan anaknya, bisakah anda menanyakannya lagi?" Talina menekan kemarahan dalam hatinya dan bertanya dengan lembut.
"Pengasuh? Tolong anda tunggu sejenak, saya akan menghubungi bagian sekretaris." Resepsionis itu mengambil telepon untuk menelepon.
Tidak lama kemudian.
"Nona Talina?" tanya resepsionis itu.
"Ya, saya sendiri." Jawab Talina sambil menganggukkan kepalanya.
Setelah mendapat jawaban, resepsionis itu kembali berbicara dengan telepon, lalu kemudian menutupnya.
"Nona Talina, tolong tunggu sebentar, nanti akan ada orang yang membawamu ke atas."
"Baik, terima kasih."
Sebenarnya Talina merasa agak aneh, tapi dia juga sudah puas karena bisa bertemu dengan Daniel.
5 menit berlalu...
Pintu lift terbuka, ada bayangan pria di dalamnya.
"Nona Talina." Bayden hadir didepan Talina dengan muka senyum.
"Tuan Bay? Kenapa anda bisa berada disini?" Talina sedikit terkejut karena Bayden berada disini.
"Apakah aku tidak memberitahukanmu pada saat pertama kali kita bertemu? Aku adalah sekretaris CEO disini." Dan juga orang yang mengatur dan bertanggung jawab untuk segala jenis keperluan Daniel, makanya dia juga yang mewawancara pengasuh untuk rumah Daniel.
"Oh! Ternyata anda adalah sekretaris Tuan Daniel, apakah anda bisa membantuku untuk bertemu dengannya?" tanya Talina.
Dilihat dari wajah Talina, sepertinya ada hal yang membuatnya tidak puas, dan hal itu pasti berhubungan dengan Daniel. "Ada masalah apa kamu mencari Pak Daniel?" tanya Bayden.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Bride
Любовные романыRingkasan cerita: Menghangatkan kasur seperti inikah yang dimaksud olehnya? Baiklah kalau begitu, dia pasti akan menurutinya. Dia membungkus dirinya erat dan sangat menginginkan dia sesegera mungkin naik ke kasur. Tapi! Jahat sekali! Dia sama sekali...
