"Oh! Baiklah, akan saya.... Tuan Daniel, apakah anda sedang mendengarkan saya?" Talina mencium sesuatu yang tidak beres, tapi dia tidak bisa menjelaskan apa itu.
"Ada, lanjutkan saja. Ada sup?" Daniel tidak tahu kalau dia ternyata bisa melakukan tindakan yang tidak biasa ini, tapi.... Daniel sangat menikmati saat makan sambil mendengarkan omelan Talina.
"Ada, di paling bawah itu." Jari Talina menunjuk ke arah bekal.
"Kalau aku tidak salah ingat, ini sup sayuran kan?" Daniel sambil membuka bekal itu sambil tersenyum ke arah Talina.
"Ehem, benar, Tuan Daniel, ada satu lagi hal yang penting, Lowie selalu merasa kalau dia bukanlah anak kandung anda, dia bilang dia mendengar wanita itu...."
"Kamu selalu menyiapkan semua makanan ini untuk Lowie?" Daniel bertanya sambil melihat Talina.
"Lowie masih kecil, tidak sehat jika dia selalu memakan mie instan, saya sama sekali tidak mengerti, kenapa anda bisa memperbolehkan pengasuh sebelumnya memberikan makanan seperti itu kepada Lowie." Dengan tidak sengaja, nada Talina terdengar seperti sedang mengomelinya.
Mendengar jawaban Talina, Daniel tiba-tiba merasa iri dengan Lowie, dia merasa Lowie sangatla bahagia bisa memakan makanan yang lezat ini setiap hari.
Tidak seperti dia, sembarangan makan siang dan malam yang penting perutnya kenyang.
"Tuan Daniel, tolong jangan tiba-tiba mengalihkan topik.... Eh, sudah sampai dimana tadi?" Talina sangat marah, dia berdiri sambil bercekak pinggang.
Padahal dia sedang sangat mengkhawatirkan Lowie, kenapa pria ini sama sekali tidak merasa bersalah?
Daniel membuka tingkat kedua dari bekalnya.
"Kamu sudah sampai di Lowie mendengar wanita itu. Nona Talina, aku tahu ini salad sayuran, tapi apa ini?" Dia menunjuk ke arah makanan yang berwarna coklat disamping salad itu.
Talina melihat sekilas. "Itu belut, saya menaruh bumbu diatasnya, makanya warna belut itu agak gelap.... Tuan Daniel, kenapa anda sengaja menyisihkan paprika dari salad itu?"
"Jika paprika yang sudah dimasak mungkin aku bisa menelannya dengan bantuan sup. Tapi yang mentah? No! Bau paprika itu sangat tajam, jangan harap aku akan memakannya."
"Paprika sangat bergizi, anda akan sama seperti anak-anak jika anda memilih-milih makanan."
Daniel mengangkat alisnya, dia merasa Talina sangatlah menarik.
Tiba-tiba wajah Talina berubah merah, sambil berdeham sambil melihat ke arah lain.
"Apakah kamu sendiri yang membuat saus salad ini?" tanya Daniel sambil tersenyum.
"Ehm, iya, aku mempelajarinya di buku, katanya nama saus ini adalah thousand island, bahan-bahan di dalamnya... Tuan Daniel, anda tidak perlu sampai menyisihkan paprika sekecil itu, dia sangat kecil, biarpun anda memakannya, anda juga tidak akan merasakanya." Baru saja Talina ingin memberikan penjelasan kepadanya, dia tidak bisa menahan untuk tidak berteriak saat melihat tingkah laku Daniel.
Ada apa dengan semua pria di keluarga ini, kenapa mereka semua sangat membenci paprika?
Talina memutuskan untuk memasak paprika setiap hari.
"Kamu tadi belum menyelesaikan perkataanmu." Daniel tidak peduli dengan kemarahan Talina, dia malah merasa itu sangat menarik.
"Oh, iya juga!" Setalah diingatkan olehnya, Talina baru sadar akan tujuan dia mencari Daniel.
"Dia bilang wanita itu yang mengatakannya, tapi menurut saya kalian berdua sangatlah mirip, biarpun rambut dia berwarna hitam."
"Apa yang dikatakannya itu benar." Daniel mengatakannya dengan santai setelah menelan makanannya.
"Yang dikatakannya benar? Oh! Jadi yang dikatakannya itu benar?" Teriak Talina kaget.
Apakah Daniel yang salah menjawab atau dia yang salah mendengar, tadi dia bilang.... Apa yang dikatakan Lowie itu benar, Lowie bukanlah anaknya?
Melihat ekspresi muka Talina, Daniel menurunkan sumpitnya, raut wajahnya tiba-tiba terlihat suram.
"Lowie memang bukan anak kandungku, dia adalah anak dari mantan istriku dengan pria lain sebelum kami menikah."
Mendengar ucapan Daniel, kepala Talina tiba-tiba terasa kosong, dia bahkan membuka mulutnya lebar tanpa dia sadari.
Daniel berdiri dan berjalan menuju jendela besar. "Sebenarnya, aku tahu Lowie ingin aku menemaninya, tapi aku tidak tahu bagaimana cara menghadapinya."
Saat melihat Lowie, dia selalu teringat kalau Lowie bukanlah anak kandungnya, dia tidak ingin menghadapinya.
Saat Lowie lahir, Daniel sudah tahu kalau dia bukanlah anaknya.
Tapi dikarenakan oleh nama besar Keluarga Aris, ditambah ayahnya yang sangat senang karena menjadi seorang kakek, karena semua hal ini, dia mau tidak mau harus menyembunyikannya.
Tapi dia tidak tahu kalau Lowie bias tahu akan hal ini.
"Jadi... Lowie bukanlah....." anakmu. Talina sangat sedih, dia sepertinya sudah mengerti kenapa interaksi diantara mereka bisa begitu aneh, tapi sifat dan wajah mereka benar-benar sangat mirip! Kenapa bisa mereka bukan ayah dan anak?
"Tuan Daniel... Terlepas dari Lowie benar-benar anak anda atau tidak, tapi sekarang dia adalah anak anda, benar?" Talina berjalan ke samping Daniel, dia menengadahkan kepalanya untuk melihat raut muka Daniel.
"Dia tinggal dengan anda, dia juga memanggil anda Daddy, memikirkan tentang kesehatan anda, dan yang lebih hebatnya, dia sangat mencintai anda, sangat sangat sangat mencintai, biarpun dia tahu kalau dia bukan anak kandungmu, dia juga terus berusaha untuk membuat anda senang, biarpun dia sangat menginginkan anda disampingnya, tapi dia menahan perasaannya karena dia tahu anda sangat sibuk bekerja, dan merasakan kekosongan sendirian. Saya tidak mengerti alasan anda membiarkan Lowie berada di samping anda, tapi anda membiarkannya sendirian adalah fakta begitu juga hidup dengannya, kalau begitu, biarpun anda tidak tahu bagaimana cara menghadapinya, anda tetap harus melakukannya, ini adalah kewajiban dan tanggung jawab anda sebagai seorang ayah." Nada Talina sangat lembut, tapi raut wajahnya sangat serius dan mantap.
Daniel mengepalkan tangannya, dia melihat ke arah jendela tanpa mengeluarkan suara apapun.
Sikap dia yang ramah tadi tiba-tiba berubah menjadi dingin dan kaku.
---------------------------------------------------------
**Part 15 finished✌..
Terima kasih banyak buat pembaca yang sudah memberikan vote dan comment, mungkin diantara pembaca sekalian ada yang merasa ceritanya terlalu bertele-tele atau kurang menarik, tapi cerita-cerita itulah yang nantinya akan membuat cerita selanjutnya menjadi semakin menarik.
Jadi para pembaca sekalian, jangan sampai ketinggalan cerita-cerita berikutnya yaaa..
Thank you
melodyrhein🌸
KAMU SEDANG MEMBACA
My Lovely Bride
RomanceRingkasan cerita: Menghangatkan kasur seperti inikah yang dimaksud olehnya? Baiklah kalau begitu, dia pasti akan menurutinya. Dia membungkus dirinya erat dan sangat menginginkan dia sesegera mungkin naik ke kasur. Tapi! Jahat sekali! Dia sama sekali...
