Part 16

743 65 8
                                        

Melihat gerakan Daniel, Talina menundukkan kepalanya, dia juga sadar kalau ini hal yang sulit untuk Daniel, kalau tidak, dia tidak akan menjaga jarak dengan Lowie, interaksi diantara mereka juga tidak akan sekaku ini.

"Mungkin sangat sulit bagi anda untuk memulainya sekarang, juga akan sulit jika ingin tiba-tiba mengganti isi dalam hati anda, tapi anda bisa memulainya pelan-pelan, mengubah semua hal itu sedikit-sedikit, lama-lama anda juga pasti akan terbiasa dengannya."

"Biarpun akan tetap ada lubang di dalam hati ini?" Daniel menghela nafas panjang, dia bukanlah pria yang tahu bagaimana berinteraksi dengan orang lain, dia orang yang sangat serius dalam dunia bisnis.

Di luar, orang-orang mendeskripsikannya sebagai orang yang dingin, sulit bergaul, begitu juga dengan istri yang dia nikahi untuk memperbesar perusahaannya itu juga mengatakan dirinya kejam.

Dia menikahi istrinya, selain memberikan kekayaan dan ketenaran untuknya tidak ada lagi yang bisa diberikan oleh Daniel, apalagi kehidupan suami istri.

Dia membuat istrinya benci dan kecewa padanya, dan akhirnya, dia memilih untuk berselingkuh. Dan dia?

Setelah mengetahui semuanya, dia sama sekali tidak merasa kecewa ataupun sakit hati, dalam hidupnya, selain perusahaannya tidak ada lagi yang bisa mempengaruhi perasaannya, ada saatnya, bahkan dia sendiri pun merasa kalau dia adalah seorang yang berdarah dingin.

"Luka dalam hati anak-anak biasanya lebih dalam daripada orang dewasa, hati mereka sangatlah rapuh, saat anda menolaknya, kemungkinan itu akan menjadi sebuah trauma dalam hidupnya. Tapi jika anda memberikan pilihan lainnya, mereka akan merasa senang, itu pasti bisa meratakan lubang diantara kalian." Talina memiringkan kepalanya dan melihat wajah Daniel dari samping.

"Aku anak yatim piatu, dari kecil aku tidak tahu dimana mereka berada, tapi aku sangat berharap mereka bisa menemaniku, bisa bermanja-manja pada mereka, mendapat pujian, dan menjadi satu-satunya tempatku berteduh."

Tapi ini semua hanyalah mimpi, tidak akan pernah terwujud.

Dalam ingatannya, banyak pasangan suami istri yang tidak memiliki anak datang ke panti asuhan untuk mengadopsi anak, setiap kali dia selalu berharap untuk diadopsi oleh mereka. Tapi karena dia kurang cantik, tidak bisa membuat mereka tertarik, jadi tidak ada yang memilihnya.

Daniel menatap wajak Talina yang sedang termenung, raut wajahnya menunjukkan dia sangat kesepian, dan itu membuat hatinya tiba-tiba sakit.

"Aku sangat iri pada Lowie dan anda, biarpun kalian tidak memiliki hubungan darah, tapi kalian adalah ayah dan anak, biarpun bukan anak kandung, tapi setidaknya kalian memiliki sebuah keluarga, setidaknya ada orang yang memperhatikanmu, mencemaskanmu, seharusnya anda bersyukur bukannya menolak, kecuali anda tidak menyukai Lowie." Tidak masalah jika tidak memiliki hubungan darah, yang terpenting adalah cinta mereka.

Dia tidak mencintai Lowie? "Tidak, aku mencintainya." Jawab Daniel tanpa berpikir panjang.

"Baguslah kalau begitu, apa yang harus anda bingungkan? Apa yang anda takutkan?" lumayan juga pria ini, dia bisa menjawab dengan pasti pertanyaan ini.

Talina puas akan penemuannya, mungkin tidak akan sulit untuk mengembalikan hubungan mereka.

"Tapi aku tidak mengerti cinta." Jawaban Daniel membuat Talina mengernyitkan dahi.

"Tidak mengerti?" Apa maksudnya ini? "Bukannya tadi anda bilang mencintai Lowie?"

"Aku memang mencintainya."

"Kalau begitu...."

"Tapi aku tidak mengerti bagaimana mengekspresikan cinta, biarpun aku mencintainya, bagaimana aku berinteraksi dengannya?" Daniel tiba-tiba menunjukkan muka bingungnya sambil melihat Talina yang berada disampingnya.

My Lovely BrideTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang