Part 10

708 57 1
                                        

"Aku?" jawab Xiang Wen Fei sambil melihat penampilannya, lalu melihat ekspresi kaget wanita itu yang membuatnya ingin tertawa.

"Karena ini adalah kamar saya dan kamar mandi di lantai ini berada tepat di sebelah kamar ini, lagipula biasanya tidak ada orang yang boleh naik ke lantai dua."

Xiang Wen Fei tidak mengerti kenapa dia harus menjelaskannya, bukankah ini rumahnya?

Sekalipun dia tidak ingin memakai bajunya, tidak akan ada orang yang bisa melarangnya.

Dia sangat ingin tertawa, sebelumnya dia berpikir kalau wanita ini ingin menggodanya, tapi setelah melihat ekspresinya seperti orang yang baru dikejar hantu, Xiang Wen Fei tidak lagi mencurigainya, dia bahkan merasa Hua Jun Tong adalah wanita yang benar-benar sangat polos. Wanita itu bahkan terlihat sangat kaget saat melihatnya bertelanjang dada.

"Ma.. Maaf, ini salah saya, saya tidak seharusnya memasuki kamar anda sembarangan, saya akan keluar sekarang." jawab Hua Jun Tong yang sudah lupa tentang tugasnya untuk menghangatkan kasur, sekarang dia hanya ingin cepat-cepat keluar dari kamar ini.

Setelah selesai mengatakannya, Hua Jun Tong berlari keluar dari kamar itu secepat mungkin seakan ada monster yang sedang mengejarnya dari belakang.

Xiang Wen Fei tertawa sekeras-kerasnya setelah pintu kamarnya tertutup.

Ya Tuhan, ini sangat memalukan! Di hari pertama dia bertemu dengan bosnya sudah terjadi hal seperti ini, bagaimana dia menghadapi bosnya kelak?

Hua Jun Tong berlari ke kamarnya sambil menutup wajahnya yang memerah, dia sudah tidak mau membayangkan bagaimana bosnya menertawainya, dia sudah sangat mempermalukan dirinya.

"Wanita itu benar-benar....."

Xiang Wen Fei duduk di samping kasur, masih ada senyuman di bibirnya, dia tidak pernah melihat wanita sepolosnya dan semenarik seperti Hua Jun Tong, dan juga tidak ada wanita yang mampu membuatnya merasa sangat nyaman.

Akhirnya tawanya berhenti, ini pertama kalinya dia merasa wanita ternyata bisa semenarik ini.

"Hua Jun Tong...." Xiang Wen Fei mengucapkan nama wanita itu dengan pelan, pertama kalinya dia ingin mengingat nama dari seorang wanita, dalam hidupnya, Hua Jun Tong akan menjadi wanita pertama yang namanya akan diingat olehnya.

Xiang Wen Fei tidak tahu, dimulai dari malam ini, akan ada perubahan besar yang terjadi di kediaman Xiang karena bergabungnya Hua Jun Tong.

Xiang Wen Fei adalah orang yang jam tidurnya singkat, semalam apapun dia tidur, dia pasti akan terbangun setelah tidur selama beberapa jam. Tapi hari ini dia sepertinya bangun lebih cepat dari biasanya, sebelum jam 8 dia sudah terbangun.

Saat dia berjalan turun dengan masih mengenakan pakaian rumahnya, dia merasakan ada perubahan di rumahnya. Rumahnya sekarang dikelilingi oleh harum mentega, itu adalah harum manis dan lembut yang bisa membuat orang merasa bahagia.

Tidak berpikir banyak, dia sudah tahu kalau kedepannya dia pasti sangat menyukai perubahan ini....

Karena ada suara-suara kecil dari dalam hatinya, dia menutup matanya, menghirup dalam-dalam wangi mentega, perasaan tidak senang pun akan menjadi senang setelah menghirup wangi ini.

Ada satu lagi perubahan, yaitu suara ocehan yang terdengar dari dalam dapur, "Aku tidak mau memakan sayuran hijau ini, mereka terlihat sangat menjijikkan."

Xiang Yu Ao duduk di depan meja makan dengan muka cemberut, dia melihat makanan di piringnya dengan ekspresi jijik.

"Xiang Yu Ao, anak-anak tidak boleh memilih-milih makanan! Paprika adalah makanan yang sangat bergizi, tubuh kamu akan sehat jika memakannya." kata Hua Jun Tong yang sedang memasak sup di dapur.

"Daddy juga tidak menyukai paprika dan dia sehat-sehat saja."

Dia membalas perkataan Talina, orang dewasa selalu berkata begitu, apa hal yang boleh dilakukan anak-anak, apa yang tidak boleh.

Itu semua hanyalah kata-kata untuk menakuti anak-anak, ingin menggunakannya juga kepadanya? Itu tidak mempan.

"Banyak anak-anak yang ingin makan 3 kali sehari sepertimu tapi mereka tidak bisa, apakah kamu tidak merasa kalau harus menghargai semua ini?"

Anak-anak panti asuhanlah yang dimaksud Hua Jun Tong, mereka sering sekali makan tidak kenyang, mereka selalu dalam kondisi  kelaparan.

Hua Jun Tong mengeluarkan dua sup jagung dari dapur kemudian duduk di depan Yu Ao sambil memakan sarapannya, "Baiklah, sekarang cepat habiskan makananmu, setelah ini aku harus mengantarmu ke sekolah."

Hua Jun Tong melihat ke arah jam, dia sangat kesal kenapa dia tidur sangat malam kemarin dan membuat dia telat bangun hari ini.

"Apakah kamu bertemu dengan Daddy kemarin?"

Xiang Yu Ao memisahkan paprika-paprika yang ada di makanannya dan menaruh di tepi piring, dia sama sekali tidak berniat untuk memakannya.

"Tuan Xiang? Iya!"

Hua Jun Tong tiba-tiba gugup, dia tidak menyangka kalau Yu Ao akan menanyakannya. Mendengar pertanyaan Yu Ao, wajahnya memerah karena mengingat kejadian malam itu.

"Kamu tidak merasa daddy sangat tampan?" Ekspresi Yu Ao sedikit kaget setelah meminum sup jagung yang di masak Talina, dia tidak mengatakan apapun dan kembali meminum sup jagungnya.

"Tampan? Dia sangat indah."

Hua Jun Tong tidak tahu arti dari tampan, pertama kali melihat Xiang Wen Fei, pria itu seperti orang yang sulit untuk dijangkau, tapi setelah melihatnya untuk yang kedua kali, ada rasa sopan dan ramah yang keluar dari dirinya, Hua Jun Tong tidak mengerti kenapa bisa ada dua aura berbeda yang bisa keluar dari orang yang sama.

 "Hanya indah? Daddyku adalah pangeran kuda putih dan tambang berlian bagi para wanita."

Nada bicara Yu Ao tidak seperti sedang memamerkan sesuatu melainkan seperti sedang mengatakan sesuatu fakta.

 "Tambang berlian? Berlebihan sekali. Apa daddymu benar-benar sangat kaya?"

Hua Jun Tong menaruh kembali paprika yang ditaruh Yu Ao di tepi piring ke tengah dan tidak memberikannya kesempatan untuk memilih-milih makanan.

Xiang Yu Ao melototi Hua Jun Tong dan kembali menaruh paprika itu di bagian tepi piring.

"Bukan hanya kaya,  semua pengasuh yang ingin bertarung dengannya mengatakan, kalau bisa naik ke kasur daddy maka tidak perlu lagi takut akan kekurangan makan dan pakaian."

Demi menarik perhatian daddynya, mereka tidak ragu untuk mencari muka padanya, tapi sayang belum ada satupun dari mereka yang berhasil.

"Oh ya? Hanya dengan bertarung dengan daddymu di kasur bisa membuat seseorang tidak akan kekurangan makan dan pakaian?"

Apakah itu hadiah karena telah menang bertarung? Lagi-lagi Hua Jun Tong mengembalikan paprika yang disingkirkan Lowie ke bagian tengah piringnya.

Xiang Wen Fei mengerutkan dahinya setelah mendengar percakapan mereka, dia tidak tahu kalau begini ternyata anaknya mendeskripsikannya.

"Kamu beneran tidak mengerti atau hanya pura-pura sih?" tanya Yu Ao sambil menatap tajam ke arah Hua Jun Tong.


To be co
ntinued...

---------------------------------------------------------

**Part 10 finished✌..

Hari ini (19/5) view aku mencapai 197 viewer!! Yeay!! ^_^

Makasih banget buat tmn2 yang sudah meluangkan waktu berharganya untuk membaca cerita ini ya..

Aku janji akan update secepatnyaaa!! dan pastinya sampe cerita ini tamat!!

Yeay!!!


Thank you

melodyrhein8

My Lovely BrideCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang