Suck

8K 733 22
                                        


Sasuke membuka matanya, rasanya ia sudah terlalu lama tertidur sampai badannya terasa agak sakit.

Dahinya mengkerut, ini sudah pagi kan? Kenapa masih gelap? Suara orang-orang ribut begitu jelas terdengar di telinganya, badannya benar-benar berat untuk sekedar duduk. Mata hitamnya langsung berhadapan dengan awan hitam, ia tidak berada di kamarnya. Dimana ini? Seingatnya ia langsung tidur tanpa ganti baju dulu saking lapar dan capeknya semalam.

Kepalanya tiba-tiba sakit. Beberapa menit hanya bisa diam akhirnya ia bisa menganalisis jika saat ini dirinya sedang berbaring di jalanan, dengan darah yang mengalir deras dari kepalanya. Seseorang yang dikenalnya berdiri beberapa meter dari posisinya, ada Shion disana. Perempuan itu berdiri dengan wajah datar memandangi apa yang terjadi di depannya. Sasuke mencoba untuk memanggilnya tapi sulit, perempuan itu, apa tidak mau menolongnya?

Kau atau aku yang egois?... Kumohon tunggu aku, aku akan menyusulmu.

Suara dirinya sendiri meraung jelas di kepalanya.

Sekarang ia berada tak jauh dari posisinya yang tadi, tubuhnya tiba-tiba baik-baik saja. Ia kaku melihat pemandangan di depannya, pantas tadi ia tidak bisa bergerak.

Dirinya disana terjebak diantara puing mobil yang siap terbakar.

Aku akan pergi.

Nah, lagi-lagi suara itu kembali terdengar di telinganya sampai berputar-putar di kepalanya. Aku pergi..

"Akh."

"Sakura." Sasuke yang masih berdiri dipinggir tempat terjadinya kecelakaan itu mendadak beku mendengar dirinya sendiri yang saat ini sudah ditolong dan dibawa menuju ambulance menggumamkan nama itu berkali-kali sampai kesadarannya hilang, pandangannya tiba-tiba kosong. Shion yang berdiri di belakangnya maju menuju tim medis dan ikut dengan dirinya pergi dengan ambulance.

"SAKURA!" tepat saat ia mendengar suara dirinya yang lain meneriaki nama itu, semuanya tiba-tiba jadi gelap.

oooo

"Arrghh.." Sasuke langsung bangun dari posisi tidurnya sambil memegangi kepala, rasanya seperti ada sejuta paku yang ditempa di ubun-ubunnya. Butuh waktu 30 menit untuknya kembali bernapas normal dan tenang. Sisa sakit kepalanya masih ada walaupun rasanya tidak semengerikan tadi.

"Aku tadi mimpi apa?" Lagi-lagi ia lupa, rasanya tadi itu penting, tapi Sasuke sama sekali tidak ingat apa isi mimpinya. Kenapa saat ada yang jelas, dirinya malah tidak ingat? Ia sudah pernah bangun dengan keadaan yang sama berkali-kali sebelumnya, berarti ia pernah memimpikan hal yang sama berkali-kali juga. Rasanya pun sama, seperti ada sesuatu yang hilang dan ia rindu, juga sakit hati, ia merasa sesak di dadanya tiap kali terbangun dengan kondisi yang seperti ini. Itu pasti ada hubungannya dengan masa lalunya.

Sasuke lanjut melamun lagi. Dirinya jadi tiba-tiba mengabaikan panggilan masuk dari Shion. Sudah ada 5 panggilan dari Shion yang diabaikannya, ia tahu bagaimana resikonya nanti, perempuan itu akan merajuk. Tapi sungguh, saat ini ia tidak peduli, ia malah merasa tertarik membalas pesan 'selamat pagi' dari Sakura.

oooo

"Night rose gala?" Sakura menaruh handphonenya di atas meja pantry saat Gaara menyodorkan undangan pesta padanya. Sakura langsung ditodong undangan cantik dari Gaara yang baru selesai lari pagi. Night rose gala, itu sebenarnya acara peresmian hotel Grand White House yang baru milik Sasori, jadi tanpa undangan juga seharusnya ia bisa masuk. Tapi Gaara bilang mereka harus jadi tamu, makanya ia minta satu undangan.

"Besok malam?" Gaara mengangguk sambil minum air. Sakura bangun agak siang hari ini, yang lain sudah sibuk dengan aktifitasnya, hanya ada dirinya dan Gaara di rumah. "Grand White House." Gumamnya, Sakura memandang takjub, undangan yang cukup simple. Sakura memperhatikan undangan berwarna off-white dengan tulisan tangan hitam terindah yang pernah dilihatnya, dibagian atasnya terdapat lambang dari hotel teranyar itu.

BraveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang