Hari Pertama Kita Bertemu(end) #11

1.2K 98 5
                                        

Author POV

Seokjin dan Jiahn duduk berdampingan di kursi tunggu depan ICU, Jiahn menaruh tangannya di dada sambil mengucapkan doa Seokjin yang disamping nya hanya melihatnya lalu melirik cemas pada para medis yg sedang kewalahan

"Mi Ra!" Mira datang bersama eomma appa nya, ia langsung menghambur ke pelukan Jiahn dan menangis terisak isak "a..ap..pa Bibi Sooil akan baik baik saja? Aku sungguh cemas!"

"Kau yg membawanya?" Eomma nya Mira bertanya pada Seokjin

"A..ah iya,Bibi kantin tiba tiba saja kesakitan jadi aku membawanya kesini"

"Terimakasih nak" sahut nya sambil menggeggam tangan Seokjin

Seorang tenaga medis berjubah putih keluar ruangan ICU sambil sesekali mengelap keringat di dahi,Mira eomma mendekatinya menanyai nya khawatir

"Saya adiknya dok, bagaimana keadaan nya?"

"Maafkan saya bu" kata kata dokter itu mengambang membuat Jiahn dan Mira beranjak dari tempat duduknya" saya dan yg  lain sudah berusaha banyak, namun nampaknya Tuhan berkata lain. Nyonya Jung Soo Il telah meninggalkan kita semua"dokter itu menunduk setengah badan lalu pamit pergi

Jiahn,Mira dan keluarganya berlarian kecil ke ruang ICU mengguncang badan Bibi Sooil sambil memanggil manggil namanya, mereka larut dalam kesedihan

Seokjin berdiri tepat di depan muka ICU, ia tak tahu yakin apa yg harus ia lakukan

***

2 Minggu kemudian

Jiahn berayun di ayun-ayunan taman, hari ini ia libur tapi ia bingung mau kemana karena biasanya ia akan ke tempat Bibi Sooil membantunya memasak atau hanya sekedar ngobrol ngobrol saja,sekarang Bibi Sooil sudah tiada Jiah mendapati dirinya berakhir  berayun ayun di taman saat hari benar benar masih pagi

"Hei!"
Seokjin menyapanya sambil tetap berlari lari kecil di tempat

"Ah kau"Jiahn melirik sebentar lalu mengalihkan pandangan nya lagi

"Apa yang kau lakukan pagi pagi begini?"

"Aku?" Jiahn menjejakan kakinya di tanah berhenti berayun"apa lagi? Kau kan liat tadi aku lagi apa? Haha dasar bodoh!" Sahutnya sambil tersenyum lebar

Seokjin berhenti jogging, ia melangkah perlahan mendekati Jiahn.

"Hei" Jiahn sedikit terkejut Seokjin sudah ada tepat di depan nya, Jiahn refleks mundur selangkah tapi Seokjin memegang pundaknya mencegahnya mundur "Tetap disitu" Seokjin mengangkat tangannya mencubit kedua sisi pipi Jiahn "Kenapa kau tersenyum disaat  ingin menangis? Liat, mukamu jadi jelek begini" Jiahn memegang tangan Seokjin melepaskan cubitannya

"A..aku gak mau nangis kok" satu tetes airmata jatuh membasahi pipi Jiahn"Yakin? Kau sudah nangis tuh"Jiahn mendongak menatap Seokjin dengan matanya yg merah menahan tangis

Seokjin menatapnya tersenyum tipis lalu mendaratkan kepala Jiahn di dadanya, memeluknya "menangislah,aku akan ada disini" tangis Jiahn akhirnya pecah,ia menangis sampai tersedu-sedu

Beberapa menit kemudian, di depan rumah Jiahn, Seokjin menggendong Jiahn sambil memencet bel rumah

Jiahn eomma yg membukakan pintu terpaku sebentar melihat Seokjin yg menggendong anak perempuannya

"A..apa yg terjadi? Apa yg kau lakukan pada putriku ha"

Jiahn eomma berbalik mengambil sebuah payung yg cukup panjang

"Jawab ja.."

"Groook..Grook.." perkataan Jiahn eomma terhenti

"Dia tertidur, ahjumma. Aku juga sempat mengira Jiahn pingsan tapi ternyata dia ti.dur.."

" ahaha~, tidur ya. Ahh akhir akhir ini  ia sering memikirkan sesuatu sampai imsomnia, mungkin ia sudah agak lega sekarang"

"Yeobo~, coba kesini"

"Ada apa?"

"Bawa Jiahn ke kamar"

"Kau!apa yg kau lakukan pada putriku ha?!"

"Grook..grook"

"Dia ti.dur ..ahjussi..."

"Tidur? Ah ya ya.."

Jiahn appa memberi Seokjin isyarat agar meletakan Jiahn di bahunya

" ahh siapa namamu?"

"Kim Seok Jin ahjumma"

"Oh iya, masuklah dulu. Mau minum apa?"

"Ah tidak terimakasih ahjumma, ini sudah malam aku harus pulang"

" oh baiklah, hati hati di jalan nak"

"Iya,aku permisi dulu ahjumma"

***

Esoknya

"Hei,Chingu!"

Jiahn melambai lambaikan tangan dari kejauhan

"Kau panggil aku apa tadi? Chingu?"

"Iya, kita teman kan?"

"Kau yakin hanya ingin berteman dengan orang seperti ku? Kau tidak akan menyesal?"

"Orang seperti mu? Maksudnya?"

"Coba liat,aku ini tampan kan?"

"Ahahaha..kau ini ngomong apa sih,aku gak ngerti. Pokonya kita ini temen "

"Temenan?,oke"
 
Kim Seok Jin Pov

Jiahn, yeoja pertama yg jadi temanku biasa nya yg lain nya selalu mengajakku berkencan

Teman, Jiahn mengatakan nya sambil tersenyum tapi kenapa hatiku agak sakit

#bersambung

Makasih buat yg udah baca dan vote  lupa vote + comment untuk chapter selanjutnya juga ya!
:D

One Things [Lagi REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang