Jiahn memandangi sebuah foto sambil tersenyum. Teringat saat saat magang nya di Kepulauan Jeju, yg ternyata ownernya hotel nya adalah orangtua Seokjin. Pantas saja, ia merasa agak familiar saat di rumah orangtua Seokjin kemarin.
"Sayang... kau lagi lihat apa sih? Kok senyum senyum gitu? " Seokjin yg di depan nya memasang wajah cemberut meminta di perhatikan Jiahn.
Jiahn menyipitkan matanya "bisa tolong kau hentikan itu? Dan tolong jangan panggil aku begitu!"
"Begitu?" Jin mendengus kesal, merubah posisi duduknya membelakangi Jiahn " baiklah.. aku tidak akan memanggilmu "begitu"
"Kau marah?" Kata Jiahn meletakan lembaran poto itu di meja, menyeruput kopi americano nya.
"Kau tahu, kau akan lebih cantik kalau memanggilku sa..yang" Seokjin mengedipkan matanya menggoda Jiahn sambil membuat love sign di kedua tangan nya
Jiahn menghela nafas, menatap Seokjin tanpa berkata apa apa" Hei!, katakan sesuatu dong"Seokjin merengut lagi tapi kedua tangan nya masih pada mode love sign.
Jiahn berhenti menyeruput americano nya mengelap mulutnya dengan sehelai tissu " hah.. tampaknya kau terlalu sering membuat itu (love sign) untuk fansmu, aku.." Jiahn menaruh telapak tangannya di dada " sama sekali tidak terpengaruh "
"Tapi kan, cintaku hanya untukmu!" Kata Seokjin agak menyentak " kau sayang padaku kan? Iya kan? Makanya kau melowongkan waktu hari minggu begini?" Mata Seokjin berkilau kilau menunggu jawaban Jiahn
"Kau ini emang bodoh, aku kesini juga pasti karena menyukaimu kan?"
"Betul Oppa" Mira tiba tiba bergabung sambil membawa kopinya sendiri " Jiahn menyukaimu tapi tidak bagus dengan hal hal yang manis seperti itu. Lihat kan, tadi dia bilang begitu sambil agak marah" katanya lalu mulai meminum kopinya
"Benarkah?" Mira menggangguk "tapi Mira, kau tahu aku sedang kencan kan? Kenapa kau kemari?"
Mira terdiam sebentar " ya karena ini kafeku kan" Seokjin mengangkat dagu lalu memutar bola matanya " iyaa, tapi ini kencan ku tolong jangan menganggu okee?" Kata Seokjin sambil mengisyaratkan Mira untuk pergi
"Oke oke, aku pergi" Mira beranjak dari duduknya melangkah kembali ke meja kasir.
"Oppa!" Mira tiba tiba berbalik memanggil Seokjin
"Kenapa? Kenapa lagi?"
"Aku hanya mau bilang, Mana ada orang yang mau kencan tengah malam begini. Jiahn pasti sudah 100% jatuh cinta padamu" katanya lalu berbalik lagi meneruskan langkahnya ke meja kasir.
Seokjin terhenyak, melirik jam tangannya sebentar, jam 02.45 p.m. Seokjin tertunduk tersenyum tipis.
"Ini sudah beberapa bulan sejak aku comeback, karena kau tidak pernah protes apa apa aku jadi menganggap ini seperti jam jam biasa" kata Seokjin masih sambil tertunduk
" Hari itu.. aku kan sudah bilang padamu, aku akan tetap mendukungmu apapun keadaannya. Kau juga kan sudah meluangkan waktumu di tengah tengah jadwalmu yg padat jadi hanya ini yang bisa aku lakukan" Kata Jiahn sambil tersenyum
Seokjin meraih tangan Jiahn, menggengamnya lalu menciumnya" aku sangat.. sangat mencintaimu Jiahn"
"Aku juga.." Jiahn tersenyum lebih lebar lagi
Ping!
Sebuah pesan masuk, Seokjin cepat cepat mengecek hapenya yang merusak suasana berharap bisa cepat cepat mengacuhkan nya lagi.
Seokjin mendengus, ia mengetik di hapenya dengan agak pasrah.
"Kau harus pergi?" Seokjin mengangguk, lalu berdiri dari bangkunya.
"Aku pergi dulu yah" Seokjin berlari kecil ke luar kafe, Jiahn juga bangkit dari duduknya melihat Seokjin yang pergi.
Seokjin tiba tiba terhenti, ia berbalik merogoh sesuatu di sakunya lalu memberikan nya pada Jiahn
" Tiket? The Final Wings Tour Concert.." Jiahn membaca nya pelan
Seokjin tersenyum tipis " datang yaa, aku punya kejutan khusus untukmu" Seokjin mencium dahi Jiahn "Saranghae~" katanya lalu berlari kecil keluar kafe.
"APA ITU?" Mira berteriak dari meja kasir lalu terburu buru menghampiri Jiahn, merebut tiket itu dari tangan Jiahn.
" 2 Tiket?!" Pekik Mira kegirangan " Aaah Jin Oppa pengertian sekalii~"
"Sudah pasti kan? Jangan lebay begitu ah" kata Jiahn sambil merebut satu tiket dari tangan Mira.
"Aku pergi" kata Jiahn mengambil tasnya lalu melangkah pergi
Sebelumnya.. > di chapter #29
#bersambung
Makasih buat yg udah baca
dan
Jangan lupa follow author,
vote+ comment untuk chapter selanjutnya juga ya!
:D
KAMU SEDANG MEMBACA
One Things [Lagi REVISI]
Fiksi Penggemar"Kau memang jahat, kau tak sadar? Dasar gadis jahat!" Seokjin "Hei!, tapi aku sudah membantumu kan?" Jiahn "Dasar gadis jahat" Seokjin "Berhenti mengatakan itu"Jiahn "Kenapa? Kau memang jahat, dasar gadis jahat" "Tapi, aku suka" Seokjin ###
![One Things [Lagi REVISI]](https://img.wattpad.com/cover/80104769-64-k171296.jpg)