Sayang #20

1.1K 79 0
                                        

Jiahn terburu buru masuk ke bus yang hampir saja mau pergi, ia memegangi dadanya yang kembang kempis setelah mengejar bus tadi sambil  mencari cari bangku yang kosong

Ping!
Belum sempat duduk nama Seokjin muncul di layar hape Jiahn, membuatnya terhenti memandang hapenya sedikit menarik senyum

"Agashi! Cepat duduk kau bisa jatuh!" Sahut pa sopir

Jiahn melihat lihat ke sekitar, tapi tubuhnya keburu oleng saat pa sopir mulai menggas maju

Untungnya, seseorang cepat cepat  menarik tangan nya dan memberinya tempat duduk

"Ehey! Sayang kau harus hati hati"

Jiahn POV

Apa apaan dia, sa.. apaa sayang? baru ketemu udah manggil sayang??. Ckck orang jaman sekarang emang banyak yang korslet. Ah, aku lagi males ngomong biar dia cape sendiri aja deh.

" Eheyy, sayang.. ini aku.."

Aku menatapnya heran, makin di diemin kok makin pede aja ni orang.tapi....,  aku melihat piercing di kuping sebelah kanan nya, rasanya aku kenal benda itu. Ia mengangkat masker nya sedikit menarik segaris senyum

"Sudah ingat sekarang sayang?"katanya sambil mengedipkan matanya padaku lalu memperbaiki letak masker dan topinya

"KA.." Seokjin cepat cepat menutup mulutku " pelan pelan" katanya sambil perlahan menjauhkan tangannya dari mulutku

"Kau sudah gila ya?, gosipmu yg kemaren masih menyebar, malah kelayapan kayak gini"

"Tenang saja.., aku sudah pastikan tidak ada yg akan mengenaliku"

"Pabo!" Aku memukul Seokjin dengan Id card yg kupegang, Seokjin meringis sambil mengusap usap kepalanya " kalau aku bisa mengenalimu, berarti yang lain bisa juga mengenalimu" Seokjin mengangkat dagunya memandang keatas mencoba berpikir " ahh..benar juga" lalu melirikku dengan tatapan kosongnya

"Pa Sopir! Tolong stop busnya, aku mau turun"

Kali ini, aku menarik tangan Seokjin mengajaknya turun bus, di luar sini terlalu banyak orang,bahaya kalau Seokjin sampai ketahuan pikirku sambil terus menarik tangannya setelah turun bus

Seokjin berhenti, ia melepaskan genggaman tanganku, aku menoleh ke belakang, ia maju selangkah meraih tanganku, menyisipkan jari jari tangannya diantara jari jariku lalu menciumnya

"Kita mau kemana?" Sahutnya sambil tersenyum

"Kita ke rumahku, bahaya di luar sini banyak orang yg akan mengenalimu"

"Aigoo..aigoo, sayang..kau perhatian sekali"

.
.
.

Sesekali aku mendongak menatap langit biru sambil terus berjalan, jantungku berdegup tak karuan tapi aku sungguh menyukainya

"Rumahmu kosong kan?" Kata Seokjin saat sampai depan rumahku

"Ada Mira tadi, mungkin dia belum pulang" jawabku sambil membuka kunci gerbang. Karena Mira sering mampir aku juga memberinya kunci

"Ah sayang sekali.."

"Apa kau bilang?"

"Ini hari kedua kita, kenapa memanggilku" kau"??.panggil aku sayang, sa..yang" katanya sambil membesarkan bola matanya, seakan memohon padaku

"Sa.. Ah Mira!" Kataku ketika melihat Mira membawa tasnya, untung saja dia muncul, aku belum mau memanggil nya sa.. sa..,ah lupakan " kau mau pergi? kenapa? kita baru saja sampai"

"Ah, eomma menyuruhku pulang katanya dia butuh bantuan"

"Ceritakan padaku nanti ya?"bisik Mira saat berpapasan denganku

" Mira-ya!" Langkah Mira yg sudah agak jauh  terhenti lalu menoleh ke Seokjin " kau memang benar benar mengerti aku" sahutnya lalu mengedipkan matanya, Mira balas mengedipkan matanya juga

"Dah, aku pergi dulu" Mira terus melangkah sambil melambaikan tangannya

"Iyaa hati hati" aku balas melambaikan tangan

Seokjin mengeratkan pegangan tangannya" Sayang, ayo masuk"

Aku  terdiam melihat wajah Seokjin yg tersenyum tertimpa sinar matahari,jantungku makin kacau dibuatnya, aku memegang dadaku, merasakan degupan nya kini makin cepat, Seokjin melepaskan pegangan tangannya, berdiri di hadapanku

"Jiahn, liat aku" Seokjin tersenyum sambil meraih kedua tanganku meletakan tanganku di dadanya yang bidang, di dadanya aku juga merasakan degupan  jantung yang tak kalah kencangnya

"Lihat? Aku juga merasakanya"

#bersambung


Makasih buat yg udah baca
dan
Jangan lupa follow author,
vote+ comment untuk chapter selanjutnya juga ya!
:D

One Things [Lagi REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang