Hari itu... #27

893 64 2
                                        


15 Desember 2016. Minggu ketiga Jiahn magang di sebuah hotel di kepulauan Jeju

"Antar baju ini ke Customer di kamar 188,tanyakan apa dia butuh sesuatu lagi..dan juga customer 208 .."
Jiahn mengangguk angguk sambil mendengarkan pengarahan Sunbae nya

"Jangan iya iya sajaa, pastikan kau melakukannya dengan benar"

"Siap! Saya akan melakukannya sebaik mungkin" sahut Jiahn sambil meletakkan tangan kanannya di atas dahi, menghormat pada Sunbae nya

Puk!
Sunbae memukul lengan Jiahn dengan selembaran brosur yg tebal membuat Jiahn mengibas ngibaskan lengannya kesakitan

"Turunkan tanganmu!, kita ini  sedang di hotel bukan di pelatihan militer"

Jiahn mengangguk masih mengelus elus bagian lengannya yang tadi kena pukul

"Jangan lakukan kesalahan" Sunbae mengatakan nya sambil menunjukkan jari telunjuk nya, Jiahn hanya menunduk menunggu Sunbae pergi dari depannya

Jiahn's POV
Ini baru minggu ketiga magang disini, tapi rasanya sudah setahun. Dan aku masih harus mengendap disini 9 minggu lagi. Aku mengangkat kepalaku dan memperbaiki cara berdiriku mencoba berdiri setegak mungkin lalu melangkah. Ini tidak akan lama aku harus bertahan.
.
.
.
.
.
 
Aku melirik jam tanganku. Jam 19.00 ah ini sudah waktunya aku kembali ke Dorm. aku mengambil tas ku dan mampir sebentar ke kantor sunbae, sunbae adalah manager dan aku assisten nya, semenjak aku magang disini dia selalu pulang cepat dan menyerahkan sebagian tugasnya padaku, ini sungguh tidak adil, tapi anak magang seperti ku bisa apa.

"Nona Young!" Seorang pegawai OB memanggil ku

" haah.. Apa?" Kataku sambil memeganggi dadaku yang kembang kempis, panggilan tadi terlalu mendadak sampai membuatku kaget

"Ada masalah"

"Masalah apa?"

"Semua kamar sudah penuh, tapi ada orang yang memaksa minta kamar.  lebih baik kau langsung ke resepsionis Nona Jung"

"Baiklah"

Lagi, Sunbae selalu tak ada kalau dibutuhkan. Aku mempercepat langkah ku mengantisipasi agar situasi tidak memburuk

"Ada yang bisa saya bantu Pak, Bu?"

" Saya sudah reservasi kamar atas nama Tuan Kim Seo Ho , tapi resepsionis bilang semua kamar sudah penuh, bagaimana ini? Saya sudah bayar sewanya " Ahjussi itu menyelesaikan omongannya lalu memperhatikan aku dari kepala hingga kaki

"Kau masih magang?"

"Iya pak" sahutku sambil menunduk sedikit, mencoba untuk sesopan mungkin

" hah!" Ahjussi itu memutar bola matanya membuang muka dariku "mana manajer nya? Aku tidak mau di urusi oleh pemula seperti mu"

Ahjumma di sampingnya memukulnya pelan memarahi nya. "Maafkan ya agashi, suamiku emang sedikit kasar"

"Tidak apa apa bu. Kebetulan kamar 196 baru saja check out, dan kami sudah membersihkan nya tadi. Bapak dan Ibu bisa langsung menempati kamarnya"

Aku melambaikan tanganku memanggil bellboy di kejauhan.

" Silahkan Pak, petugas kami akan membawa koper dan menunjukkan anda ke kamar nya"

Aku menghela nafas berharap semua akan baik baik saja

" Nona Ahn, apa ini tidak apa apa? Kamar itu juga sudah di booking sebentar lagi Tuan Park Seo Yun mungkin datang untuk Check in"

" Semoga saja ada customer yang check out malam ini, atau semoga tuan itu tidak datang kalau tidak.. aku mungkin di pecat ... ahh tidak aku kan hanya pemagang disini.. ahaha.." kataku menertawakan diri sendiri lalu menelan ludah, ahh.. semoga semuanya baik baik saja

"Tapi nona Young. Bagaimana kalau ada sesuatu lagi?" Petugas resepsionis menanyaiku begitu aku melangkah menjauh

" telepon aku saja, dorm ku dekat kok" lebih baik kalau kau tidak menelpon ku lagian aku ini hanya pemagang.. pemagang! Gak bisa ya kalau kau memanggil Sunbae sajaa? Pikir ku, sambil menoleh tersenyum pada dua orang resepsionis itu padahal aku ingin merengut saja menunjukkan kalau aku kesal tapi aku menahan nya,karena senyum pun bagian dari service hotel.

Esoknya. 
Drrrrttt..

Siapa yg pagi pagi begini menelpon.., aku masih menutup mataku meraba raba meraih hapeku.

" Yah...siapa ini..."

"Bangun Young Ji Ahn!" Aku terkesiap dan langsung bangun begitu namaku di sebut

" S  Sunbae aku akan ke hotel segera"

" Tidak usah!"

Apa ini tentang tadi malam? pasti ada masalah lagi. Ah, matilah aku!

"Kau di pecat!"

kata "Pecat" menggema di kepalaku, memang benar perkiraanku.

"bagaimana kau bisa memasukkan customer ke kamar yang sudah di booking hah? Untungnya si penyewa tidak datang, kalau iya maka masalah nya akan lebih besar dan itu tidak akan selesai hanya dengan memecatmu!"

pandangan ku mengawang jauh, kata kata penuh amarah dari Sunbae hanya seperti angin lewat saja.

"renungkanlah apa kesalahanmu... tut.."

Panggilan berakhir 00.05.28

Aku melihat layar hapeku, Sunbae bahkan tidak memberi aku kesempatan untuk bicara, sepertinya dia menelpon hanya untuk memarahiku.

Aku berbaring lagi menatap langit langit kamarku, lalu menarik selimut hingga menutupi kepala. Yah, setidaknya aku libur hari ini.
.
.
.

2 hari kemudian

 Aku duduk di teras Dorm ku di lantai atas, merasakan angin yang sepoi sepoi menerpa wajahku

Drrrtt....

Sunbae Cerewet Memanggil.....

Aku membiarkan hapeku bergetar, apa dia akan memarahiku lagi? Aku sudah bosan, toh dia bukan sunbae ku lagi

Sunbae Cerewet Memanggil...

Aku meraih hapeku menggantinya ke mode pesawat. Aku lelah aku ingin hidup tenang sebentar saja

.
.
.

Tok tok tok

"Jiahn-ssi"

Suara ibu pengurus Dorm terdengar, aku berlari kecil segera membukakan pintu.

"Ada seseorang yg mencari mu tadi, dia menitipkan ini"

Ahjumma menyodorkan aku sekotak makanan

"Dari siapa ahjumma? "

" Mana aku tahu?!, itu kan kenalanmu tanyakan sendiri" Ahjumma pergi sambil menggerutu kecil "bagaimana aku tahu itu siapa, dasar orang zaman sekarang sudah ku antarkan barang nya tambah tanya tanya juga"

aku menaruh kotak makanan itu di atas meja, meraih hapeku dan menonaktifkan mode pesawat nya

Ting! Ting! Ting!
Beberapa pesan masuk...

Sunbae Cerewet : Maafkan aku, kau tidak salah

Sunbae Cerewet: Malam itu ternyata, ada Inpeksi mendadak. Orang yang kau temui malam itu adalah Tuan dan Nyonya pemilik hotel, Tuan Supervisor yg bilang padaku,mereka sengaja memesan dengan nama yg salah untuk mengecek bagaimana kita menghadapinya.

Sunbae Cerewet : karena aku tidak ada disana malam itu, aku sudah di pecat. Jiahn kembali lah kau harus menggantikanku.

Sunbae Cerewet: aku meninggalkan makanan untuk mu,  tolong maafkan aku"

#bersambung

*haa.. apa chapter ini kepanjangan?  yah karena udah agak lama thor gak update, jadi chapter ini dibikin agak banyakan.


Makasih buat yg udah baca
dan
Jangan lupa follow author,
vote+ comment untuk chapter selanjutnya juga ya!
:D

One Things [Lagi REVISI]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang