Chapter 2

11K 910 54
                                        

Dl!Dr!
.

Enjoyed . .

.
.
.

Lagi lagi suasana pagi hari pasti selalu recok dengan perdebatan antara Jaehyun yang tidak mau mengalah pada Raehyun. Taehyung hanya bisa menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua putranya, terutama si bungsu.

“eomma~” Taehyung yang dari tadi memperhatikan Jaehyun yang masih memarahi Raehyun agar tidak dekat dengan sang appa, mengalihkan perhatiannya pada Eunha yang memanggilnya,

“em Wae-yo sayang?” ucapnya lembut dan membersihkan wajah Eunha yang terdapat sisa coklat di sudut bibirnya,

“apa eomma nanti akan menjemput Eunha?”

“em, eomma nanti akan menjemput Eunha” Eunha menarik kedua sudut bibirnya senang karena Taehyung akhirnya akan menjemput dirinya, tidak seperti biasanya Lee ahjumma yang akan menjemputnya atau terkadang sang appa yang menjemputnya. sungguh Eunha sangat menginginkan Taehyung menjemputnya pulang sekolah seperti dulu, sebelum ia memiliki dongsaeng.

“yey Eunha senang, Eunha akan menunggu eomma” Taehyung hanya mengusap sayang helaian rambut Eunha yang lembut dan tersenyum hangat atas Eunha yang terlihat senang.

“eomma, Eunha pergi dulu” Eunha beranjak dari duduknya, menyambar tasnya yang berada disampingnya duduk, memakai tasnya dan mengecup singkat bibir Taehyung sebelum Taehyung mencium keningnya.

“aku akan makan siang dirumah hari ini, jadi biarkan aku saja yang menjemput Eunha” Jungkook menyambar jas kerjanya yang diletakkannya didekat pantry, Taehyung menyerahkan tas kerja Jungkook yang terletak tidak jauh dari duduk Eunha tadi,

“jadi kau tidak perlu menjemput Eunha sayang” kedua tangan Taehyung bergerak merapikan dasi yang Jungkook kenakan,

“kau harus banyak istirahat sayang, aku tidak ingin kau kelelahan" jeda Jungkook sebentar,

"bagaimana dengan mempunyai baby sister untuk Jae dan Rae agar kau tidak kelelahan mengurus mereka” lanjut Jungkook masih memperhatikan wajah Taehyung,

“tidak perlu Kookie, aku masih bisa melakukannya, lagian ada Eunha dan Lee ahjumma yang membantu ku menjaga kedua jagoan kita” Taehyung mengecup singkat bibir Jungkook,

“tapi sungguh sayang, aku sangat takut melihat mu kelelahan, apa lagi sampai jatuh sakit” tangan kanan Jungkook menangkup wajah Taehyung, mengelus pipi Taehyung dengan ibu jarinya,

“tidak Kookie, aku kuat dan aku akan melakukan yang terbaik untuk anak anak dan juga diri mu” Jungkook mencium bibir Taehyung lembut dengan sedikit melumatnya,

“aku sangat mencintai mu Taehyung-ah” membawa tubuh Taehyung masuk dalam dekapan hangat miliknya,

“aku juga mencintai mu Jungkook” Taehyung menduselkan wajahnya di dada Jungkook, menghirup aroma maskulin sang suami yang sangat disukanya.

.
.

Jam sudah menunjukkan pukul satu siang, tapi Jaehyun yang dari tadi menangis tidak bisa di tinggal Taehyung sama sekali. Mengingat Jaehyun yang tadi terjatuh akibat mengejar Raehyun ketika bermain perang perangan, dan dampaknya sampai sekarang Jaehyun tidak bisa di diami olehnya, membuat Taehyung benar benar panik dengan apa yang harus dilakukannya. ia bahkan tidak bisa menjemput Eunha sesuai janjinya tadi pagi pada Eunha untuk menjemputnya.

Taehyung menelpon dan meminta sang suami untuk menjemput Eunha, seperti yang tadi pagi Jungkook katakan bahwa ia akan pulang pada saat makan siang, tentu Jungkook menyanggupi permintaan sang istri.

The Reason 2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang