Chanyeol
14:30
"Gi, kamu pulang sendiri gapapakan? Makan siangnya di cancel juga gapapa ya? Aku ini ada kerjaan yang harus diberesin soalnya, maaf gabisa bilang langsung juga,"
Itu suara saya, Chanyeol Aditya Deryansyah anak paling tampan dikeluarganya ayah Andra Deryansyah. Mau bilang jika saya anak laki-laki tertampan didunia juga saya tidak akan menolak ko. hehehe
Brengsek lo, Yol. Situasi lagi genting gini lo masih bisa ngebanyol.
Saya bisa mendengar suara Seulgi dengan jelas yang menjawab "Iya gapapa", tapi apakah kalian mengerti arti dari kalimat 'tidak apa-apanya' seorang wanita itu apa ? HM.
IYA JELAS, saya yakin Seulgi marah, karena saya sudah menyuruhnya menunggu lalu meng-cancel acara makan siang dan sekarang saya malah memintanya untuk pulang sendiri. Dari lubuk hati yang paling dalam, saya meminta maaf karena saya telah merusak hari yang cerah dihari sabtu ini untuk sama-sama kita lewati.
"Nah dari tadi kek lo nelfon Seulgi, kan kita bisa cabut nyari ide view dan konsep yang lain," Ucap Senna
"Brengsek suara dia langsung bete gitu anjir, gue gaenak udah janji mau jemput dia kerja hari ini,"
"Pak Chanyeol yang terhormat, acara lo ngelamar Seulgi mau sukses ga? Ini view yang lo pengen tuh buat besok udah di booked orang karna lo telat bayar dp nya goblok. Berarti kita harus ubah semua konsepnya," Jelas Senna pada saya
"Dan untuk mengubah konsep itu ga lima menit langsung oke lho, Yeol. Bisa aja lo serahin ke kita nih misalnya, tapi selera kita sama lo kan beda. Entar ga cocok yang disalahin siapa? Gapapalah marah, di kasih cincin entar juga baik lagi. Percaya sama gue," Sambung Ben
"Brengsek terserah lu semua dah. Ghow Mcd," Ucap saya lalu pergi sambil membuka blazzer yang saya kenakan
Ups, sorry nih jadi pakai 'saya' bukan 'aku' , kesannya supaya ada wibawa aja gitu untuk kuceritakan hari menuju suprise yang benar-benar suprise ini. Eh tuh kan pakai 'aku' lagi. HAHAHAHA
19:10
Sudah berjam-jam saya berada di McD simpang dago dan saya bersama teman-teman saya masih belum menemukan solusinya bagaimana. Dan ketika saya sedang menjilat Ice Cone yang saya beli, tiba-tiba Riyo yang sedari tadi berpikir keras akhirnya membuka suara.
"Dufan gimana Dufan?"
"Yakali anjir Yo, tempat main-main ituma. Mana bisa romantis-romantisan," Jawab saya santai sambil terus menjilati Ice Cone yang saya beli beberapa menit yang lalu itu
"Yaa lo jadinya sebelum lamar dia lo bisa ajak have fun dia dulu dengan ajak dia naik wahana hysteria atau tornado atau mau menye-menye lo ajak dia naik bianglala atau apakek gitu. Lo makan mulu dari tadi sih yang diotak lo bukan ide malah sampah yang numpuk tau gak lo?"
Demi Tuhan, setelah sekian lama akhirnya saya bisa mendengar nada kesal dari seorang Riyo lagi. Sorry yo, otak gue buntu abisnya.
Namun saya juga tahu diri, akhirnya saya dengan cepat menghabiskan ice cone itu dan membetulkan cara duduk saya menjadi tegak lalu fokus pada topik yang sedang kami bahas.
"Iya deh, menurut gue lucu aja gitu di Dufan. Entar lamarnya pas naik wahana halilintar, lu teriak ditelinganya Seulgi. MAU GAK JADI TUNANGANKU? Gitu ahahahahha," Ucap Senna
"Bego. Lamarnya biar romantis pas naik wahana Komedi putar lah, kalau bisa di ending." Ucap Kayi mengusulkan idenya
"Hm setuju ajasih gue kalo di Dufan, tapi kalau buat lamarnya di wahana halilintar gue no, kalau di Komedi putar gue yes,"
YOU ARE READING
Home
Fanfiction[BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAHKAN UNTUK MEMFOLLOW SAYA TERLEBIH DAHULU] "Everywhere i go. I'll be back to my home, You." -Chanyeol "With you, im home.' - Seulgi
