He's back-3

209 37 6
                                        

Hello, Guys.

ini last chapter ya hehe. 

semoga kalian semua suka.

selamat membaca!

----

"Gi, gue masih nunggu lo tau dari kecil sampe sekarang nih, percaya ga? " ucap Bintang ditengah-tegah percakapan kami yang mulai hening

Akupun refleks menoleh kearahnya seraya menanggapi pengakuannya barusan.

"Engga hahaha," jawabku singkat karena pengakuannya ini bukan yang aku harapkan

"Yaelah hahaha, berarti usaha gue dari seminggu kemaren sia-sia ya, Gi?"

"Ih apa an dah jadi bahas yang kayak begini, yang lain dong yang lebih seru," ujarku ingin memindahkan topik bahasan saat ini

"Justru ini bagian terseru buat gue, Apa jawaban lo?"

Aku diam tidak menjawab pertanyaan Bintang.

"Gi, jawab pertanyaan gue dong," sambung Bintang lagi

Namun aku masih tetap diam dengan tangan kananku yang memainkan sebuah cincin yang terpasang pada jari manisku.

Tidak ingin membuat Bintang menunggu terlalu lama untuk menunggu jawaban dariku, meskipun aku tahu sebenarnya Bintang pasti sudah tau apa jawaban yang akan didapatnya. Dengan satu tarikan nafas lalu kuhembuskan secara perlahan, akupun membuka suara untuk menjawab pertanyaan Bintang.

"Sorry," ucapku sambil mengangkat tangan kiriku dengan memperlihatkan cincin yang terpasang pada jari manisku

Beberapa detik kemudian, Bintang langsung merengkuh menarik pundakku dengan tangan kirinya yang mulai mengacak-ngacak puncak kepalaku.

"Hahaha udah gede ya lo sekarang? Udah tausih gue sebetulnya lo bakal jawab apa. Cuma ya siapa tau gue masih ada harapan gitu dan kalau lo jawab iya gue pengen bawa lo ikut gue ke Aussie, Gi, Lusa besok,"

Mendengar ujung penjelasan dari Bintang akupun langsung mengubah jarakku dengan Bintang.

"Lo mau balik lagi ke Aussie?" ujarku dengan ekspresi tidak percaya

"Yaiyalah ngapain gue disini, lo nya udah milik orang lain sih, hahaha" jawab Bintang

"Gue serius Bintang," ucapku lagi dengan menatapnya dengan serius

"Ya gue juga serius Seulgi," jawab Bintang tak kalah menatapku dengan serius juga

Setelah belasan tahun tidak bertemu, seminggu lalu kita dipertemukan kembali, dan lusa besok kamu mau balik lagi ke Aussie, Bint? Setelah dulu kamu ninggalin aku, dan sekarang juga kamu mau ninggalin aku lagi?

"Gausah sedih gitu, lo kan udah ada yang jaga, gue kesini cuma pengen mastiin lo aja. Lo masih polos atau enggak, lo masih dikucir dua apa engga, lo masih jomblo apa engga, lo masih suka nangis malem-malem sendiri gara-gara gue tinggalin atau engga, dan sekarang gue udah punya jawabannya. Gue tau sekarang tunangan lo siapa dan gimana orangnya," Jelas Bintang kepadaku

"Parah ya lo mah Bint niat banget kesini Cuma buat mastiin itu doang," jawabku sambil mengusap air mata yang sudah mulai turun dari pelipis mataku

"Hahahahaha yaiyalah sebagai abang yang baikmah gue harus pastiin adeknya aman atau gak,"

"Abang apa an tadi bilang lo suka sama gue," jawab ku becanda

Malam ini pun kami menutupnya dengan sebuah harapan satu sama lain, Bintang yang berharap semoga cepat bisa punya pacar supaya bisa doubledate denganku dan Chanyeol. Sementara akupun salah satunya berharap sama seperti apa yang diharapkan Bintang.

HomeWhere stories live. Discover now