"Yeol, Kamu selingkuh? Jujur sama aku,"
Aku tanya kamu begitu sambil aku ngelus kepala kamu, Yeol. Delapan bulan yang lalu.
Masih terasa perihnya hari-hari dibulan itu, bulan dimana aku sama kamu ngejalanin hubungan jarak jauh untuk pertama kalinya. Ternyata yang jauh bukan hanya jarak tempuh kita, tapi jarak intensitas komunikasi kitapun semakin jauh, ya?
Aku pikir dengan sudah lamanya kita menjalin hubungan kamu bisa mengerti posisiku saat itu, saat dimana aku harus menyelesaikan tugas KKN di suatu daerah yang jauh dari tempat tinggal, saat dimana aku harus berjalan dahulu menuju 'kota' didaerah tempat aku melaksanakan KKN untuk mencari signal demi menghubungi kamu, dimana aku sedang mati-matian menyelesaikan KKN sekaligus membuat laporan sehingga aku bisa mengambil mata kuliah skripsi lebih cepat, dan kamu melakukan apa dibelakangku, Yeol?
Aku juga sadar kalau aku terlalu hectic sampai aku jarang ngasih kabar ke kamu, tapi aku gak pernah absen untuk setiap minggunya ngasih kabar ke kamu meskipun kita chat gak pernah lama karena keterbatasan waktu yang aku punya saat itu. Dan aku disini menjalankan tugas kuliah, bukan main-main. Kayak kamu. Meskipun kamu udah selesai.
Sampai dimana aku gak tahan dengan semua informasi yang aku terima dari orang-orang, aku pulang untuk nemuin kamu dan selama diperjalanan aku gak berhenti nangis, Yeol. Aku membayangkan kamu yang mencurahkan segala isi hati kamu kepada wanita itu dibanding aku, pacar kamu sendiri. Aku membayangkan kamu yang diam-diam menemui wanita itu ketika aku yang sedang sibuk-sibuknya menata masa depan.
"Tapi kamu jangan marah kalau aku jujur, ya?"
Kamu jawab begitu sambil megang tangan aku yang kamu simpan didada kamu. Sampai akhirnya aku menganggukan kepalaku dua kali, yang menandakan bahwa aku meng-iya-kan permintaan kamu untuk tidak marah jika kamu menceritakan semuanya.
"Aku sama dia cuma temen, dia waktu itu curhat tentang masalah dengan pacarnya, dia bener-bener keliatan sedih, Gi. Sampai dimana cerita dia sama seperti yang aku alamin, aku yang jauh dari kamu, kamu yang hanya bisa sekali dalam seminggu untuk kasih kabar ke aku, aku yang lagi butuh seseorang dan orang yang aku butuhin sedang sibuk diluar kota sana, sedangkan saat itu yang ada dihadapan aku ada dia, Gi.
Dia kasih aku support untuk hubungan kita yang semakin hari semakin hambar karena terhambatnya untuk saling berkomunikasi, dia nenangin aku kalau aku lagi kangen kamu, Gi"
Yeol, kamu bego apa gimana sih?
"DIA MULAI NYAMAN SAMA KAMU, YEOL. DIA SUKA SAMA KAMU!"
Harusnya dari awal aku gak usah denger cerita kamu, gak perlu aku minta kamu untuk jujur. Harusnya begitu. Harusnya.
"Gi, dia udah punya pacar. Aku juga udah punya kamu."
Lagi-lagi kamu ngeyakinin aku, tapi aku malah nyadarin kamu dari semua ini.
"Gak ada jaminan cewe yang udah punya pacar engga suka sama cowo yang udah punya pacar juga, apalagi cowo itu bikin dia nyaman saat pacarnya jauh disana. Kamu pikir itu, Yeol!"
Aku tak mampu menahan air mataku lagi karena itu aku biarkan air mataku jatuh perlahan mengenai pipiku.
"Gi...." ucap kamu terpotong olehku
"Sini HP kamu,"
Aku ambil secara paksa handphone yang kamu pegang sedari tadi, dan handphone kamu menggunakan kata sandi, Yeol. Kamu gak biasanya seperti itu. Dengan kamu menggunakan kata sandi pada handphone kamu, aku semakin curiga dan malah aku semakin yakin hubungan kamu sama dia lebih dari apa yang kamu ceritakan. Yeol, Bohong kamu sama sekali gak rapih.
Dan saat aku meminta kamu untuk menyebutkan apa kata sandi untuk membuka handphone kamu, seketika wajah kamu pucat pasi. Makin saja keyakinanku bertambah lagi. Hingga aku melihat wajah pasrah kamu untuk menyebutkan kata sandi itu meskipun diawali dengan kata 'ANJING'. Dan setelah berhasil terbuka, langsung saja jariku mencari aplikasi LINE dan mencari nama wanita itu dibagian kolom obrolan. Setelah aku temukan, lalu aku baca chat antara kamu sama wanita itu.
Gak lama,
"TEMEN TAPI SAYANG-SAYANGAN KAYAK GINI? TEMEN TAPI PAKE EMOTICON LOVE DAN CIUM-CIUM KAYAK GINI? CEWE MANA YANG GAK BAPER DIKAYAK GITUIN SAMA COWO, YEOL? BILANG SAMA AKU?!!!"
BRRRRRRRRRK!
Demi Tuhan, untuk pertama kalinya aku sesakit dan semarah ini sama kamu. Untuk pertama kalinya aku ngerasain diselingkuhin sama cowo yang aku pikir gak bakalan mungkin berani untuk melakukan hal itu. Aku lempar handphone kamu ke lantai sampai semuanya berceceran, aku sama sekali gak peduli dengan semua yang ada dihandphone kamu itu. Aku hanya bisa melampiaskan kemarahanku dengan melakukan itu, meskipun aku melemparnya karena refleks kesal.
Aku nangis sekencang-kencangnya dengan menurunkan badan duduk dilantai, sedangkan kamu masih mematung diatas tempat tidur kamu. Aku gak tahu apa yang ada dipikiran kamu saat kamu mematung seperti itu, entah sebuah penyesalan atau malu karena kamu ketahuan 'main' dibelakang aku.
Aku gak peduli sekeras apa aku menangis saat itu, aku gak peduli apabila mamah dan kakak kamu dengar suara tangisan aku bahkan mungkin mendengar teriakan-teriakan aku, biar saja mereka tahu apa yang sudah dilakukan kamu sebagai anak dan adik kesayangan mereka kepada seorang wanita yang sudah lama dipacarinya.
Sekitar 15 menit aku menangis hingga aku mengalami cegukan yang amat sangat aku benci. Dan aku mencoba duduk disebelah kamu yang sedang menangkupkan kedua tangan diwajah, lalu aku coba mengusap lagi kepala kamu Yeol, sampai beberapa kali, hingga aku mendengar suara isak tangis kamu.
"Sayang, aku disana gak main loh, aku KKN, aku juga dikit-dikit nyusun laporan supaya setelah selesainya KKN kita bisa main, supaya aku juga bisa cepet ngambil mata kuliah skripsi, supaya cepet lulus nyusul kamu di wisuda nanti, kamu enak tinggal nunggu graduation. Aku masih menuju kearah situ. Oke mungkin itu udah gak penting, sekarang hubungan kita, kamu maunya gimana?"
Aku tolol gak sih, Yeol? Kalau cewe lain mungkin sudah mutusin pacarnya lalu pergi dari tempat itu meninggalkan pacar yang sudah jadi mantannya. Tapi aku malah nanya begitu sama kamu, dan seperti cewe bego layaknya di lagu Mytha-Aku Cuma Punya Hati aku merasa itu adalah AKU.
"Aku gak mau putus, Gi. Aku minta maaf, sumpah aku minta maaf."
"Kalau kamu minta maaf, aku udah maafin, Yeol. Aku juga minta maaf handphone kamu aku banting, besok aku ganti ya,"
Aku kaget, kamu langsung turun dari atas tempat tidur dan peluk lutut aku. Yeol, enggak gini caranya. Aku bukan Tuhan.
"Gi, aku gak mau putus,"
"Yeol, aku capek, sekarang kamu berdiri ya,"
"Engga. Ini pertama dan terakhir aku bikin kecewa kamu, Gi, Demi Tuhan aku janji,"
"Besok temuin aku sama cewe itu ya, aku harus ngomong sama dia kalau pacarnya Chanyeol already here,"
Lalu kamupun mengangkat kepala kamu menghadap aku. Dan kamu bilang,
"Kita masih pacaran, Gi?"
Dan aku hanya menjawab,
"Kamu seneng?'
Dengan cepat kamupun langsung membawa tubuhku kepelukan kamu, kamu nangis lagi di bahu aku sambil sesekali kamu bilang makasih dengan cegukan di setiap suku katanya.
Yeol, kenapa aku gabisa jual mahal sama kamu?
Sampai di malam harinya aku yang sudah tiba di rumah, tepatnya sekarang aku sedang berbaring diatas tempat tidur yang sudah aku rindukan akhir-akhir ini sambil menatap heran pada handphoneku karena sebuah pesan atas nama Kak Yura muncul pada halaman awal handphoneku. Lalu aku baca pesan itu, yang isinya :
"Sekali lagi aku minta maaf,
Dan makasih,
Makasih udah bikin kata-kata aku terwujudkan (lagi);
Everywhere i go, i'll be back to my home, you.
Dari Chanyeol yang udah jahatin Seulgi Queenindira"
--
YOU ARE READING
Home
Fiksi Penggemar[BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAHKAN UNTUK MEMFOLLOW SAYA TERLEBIH DAHULU] "Everywhere i go. I'll be back to my home, You." -Chanyeol "With you, im home.' - Seulgi
