(S) Aku, Kamu, Kak Yura, dan Qiara

309 46 6
                                        


"Gi, kamu gak bangunin aku?"

Suara itu berasal dari balik telfon yang kudekatkan ditelinga kananku, dan itu adalah suara kamu Yeol.

"Lha kamu ngapain nelfon aku pake Hpnya Senna? HP kamu kemana?"

Begitu jawabku dengan sedikit kesal setelah mendengar pertanyaan pertama yang kamu lontarkan tadi. Bagaimana tidak kesal, aku sudah menelfonnya berpuluh-puluh kali hingga spam chat dan tidak ada jawaban dari kamu satu kalipun. Kamu sekarang muncul dengan mengabari via Hpnya Senna lalu bilang aku tidak membangunkan kamu? Hello, ini sudah pukul 12 siang, Yeol.

"Ya ampun, hehehe aku salah ambil HP, Gi.

Eh udah bangunin ternyata ya? Maaf ya, hehehe"

Jika HP kamu itu adalah ular mungkin sudah menggigit kamu satu detik tadi, Yeol.

"Mangkanya jangan main PS mulu, lihat sekarang jam berapa dan acara kak Yura mulainya jam berapa?" ucapku dengan nada yang sedikit aku tinggikan

"Ehehehe, eh iya tiga puluh menit lagi mulai ya? Yaudah aku ikut mandi dikoss-annya Senna aja, kamu duluan ke starb*ucks gapapa, Gi?"

"Bilang dong daritadi, jadi aku gak perlu nunggu kamu. Buruan mandinya!"

Begitu kira-kira obrolan pertama aku dan kamu dalam sebuah panggilan disiang hari ini meskipun kamu menggunakan Hpnya Senna. Betapa kesalnya setelah tadi malam aku sudah mewanti-wantinya untuk tidak bergadang bermain PS bersama gengnya itu di Koss-an Senna, dan kamu meng-iyakannya namun buktinya hari ini kamu mengingkarinya dengan membuktikan bangun pada pukul 12 siang. Dapat diduga kamu baru tidur tadi pagi, pasti.

Aku juga, sudah tahu kamu akan telat bangun bukannya pergi duluan saja malah menunggu kamu yang baru mengabariku tiga puluh menit sebelum acara Ulang Tahunnya kak Yura. Kemungkinannya jadi akan sama-sama telat kan?

--

Kak Yura, kakak kamu hari ini sedang berulang tahun yang ke-26. Akan menjadi hari spesialnya karena diulang tahunnya kali ini dirayakan di sebuah cafe kopi terkenal, meskipun dirayakannya hanya untuk keluarga, sanak saudara dan teman-teman terdekatnya saja. Aku juga jika bukan pacarnya kamu mungkin tidak akan ada ditempat ini sekarang, Yeol. Hahaha.

"Kak Yura, Happy Birthday kak," sapaku ketika bertemu langsung dengan kakak kamu sekaligus mengucapkan selamat ulang tahun

"Hai, Gi. Ih seneng kamu dateng, makasih ya Gi. Chanyeolnya mana? Dia kemaren juga gak pulang kerumah, Gi," jawab kakak kamu sambil memelukku beberapa detik lalu menanyakan keberadaan kamu

"Iya nginep di koss-annya Senna kak, dia. Telat bangun jadi sekarang masih di jalan kayaknya kak, eh ini bingkisan dari aku hehe, semoga bermanfaat kak," kataku seraya menyodorkan bingkisan kado untuk kakak kamu

"Ya ampun padahal gak usah bawa kado, sekali lagi makasih ya Gi. Si Chanyeol emang licik giliran dia yang ulang tahun, aku ngucapinnya harus on time banget. Lha sekarang?"

"Hahahahah kebiasaan adik kak Yura itu, gapapa kadonya setahun sekali ini kak, sama-sama hehe"

Tuh kan, tidak berhenti di kakak kamu. Orang tua beserta beberapa saudara-saudara kamupun menanyakan keberadaan kamu sekarang. Pikir mereka pasti, aku saja yang belum jadi bagian keluarga kamu sudah hadir, sedangkan kamu adik dari pemeran utama yang sedang berulang tahun hari ini belum juga datang, bagaimana ini?

Hingga acara beberapa menit yang lalu sudah dimulai, kamu masih juga belum menampakkan batang hidung kamu ditempat ini, Yeol. Untung ada Qiara, anak dari saudara kamu yang dititipkan oleh bibi kamu kepadaku karena bibi kamu menemani mamah kamu didepan bersama kak Yura. Syukurnya Qiara ini tidak rewel, dia langsung bisa menyesuaikan diri denganku. Bahkan ketika mamahnya menghampiriku untuk sekedar melihat kondisi anaknya yang sedang bersamaku dia tidak menangis untuk ikut, dia seakan lupa bahwa mamahnya ada didepannya.

HomeStories to obsess over. Discover now