Hari ini aku sangat bersyukur karna disaat badanku lemas seperti ini ternyata aku baru menyadari bahwa hari ini adalah hari kamis, aku bisa pulang lebih awal dari hari-hari biasanya sebelum weekend yang akan menghabiskan hampir seluruh waktuku untuk bekerja. Entah karena akhir-akhir ini waktu makan dan tidurku tidak teratur sehingga berdampak kepada badanku yang lemas atau karena aku sedang malas untuk bekerja? Sepertinya dua-duanya itu benar.
"Gi, pucet banget sih, lagi pencitraan ya? Hahaha" ucap Wendy rekan kerja terbaikku
Wendy berucap seperti itu ketika aku melewati meja kerjanya yang hendak akan ke toilet yang tidak jauh dari mejanya itu, sehingga siapapun yang hendak ke toilet pasti akan terlihat oleh Wendy.
"Masa sih?" jawabku seraya memegang wajah dengan kedua tangan ku lalu melanjutkan langkah kakiku menuju toilet
Ketika ku lihat diriku didepan sebuah cermin yang menempel ditembok itu, benar saja apa yang dikatakan Wendy, wajahku pucat. Dengan cepat kubasuh mukaku dengan kedua tanganku yang berisikan air, tidak peduli akan makeupku yang luntur karena percuma saja aku bermakeup pun tetap terlihat pucat. Pantas saja akhir-akhir ini Chanyeol sering sekali menyuruhku untuk makan.
"Wend, masih pucet ga sekarang?" tanyaku kepada Wendy ketika keluar dari toilet
Mendengar ada suara perempuan yang bertanya, Wendypun mendongakkan kepalanya kearahku.
"Iya ih, pencitraan lu mah sana kerja lagi tuh banyak pasien," jawab Wendy lalu menundukkan kepalanya kembali untuk fokus menulis keluar-masuknya produk
"Elu yang pencitraan so ngide banget nulis, biasanya juga diketik," balasku tak kalah pedas kepada Wendy lalu kabur karena tidak mau tertangkap oleh Wendy
Aku kembali kepada rutiitas biasaku yang mengurus seluruh pasien yang datang ketempat kerjaku untuk melakukan perawatan wajah mereka. Banyak sekali keluhan ini itu yang dirasakan oleh pasien-pasienku, mulai dari yang wajahnya sudah bagus hingga yang berjerawat sekali mereka sampaikan kepadaku atau kedokter spesialis wajah yang selalu bersamaku jika tidak berhalangan hadir.
Sudah beberapa pasien yang kutangani hingga detik sekarang ini, namun menuju jam istirahat ternyata masih dua jam lagi. Sesekali kulihat jam yang melingkar dilengan tangan kiriku, jarum pendeknya hanya bergerak berpindah per lima menit, rasanya seperti dua minggu lagi. Perutku sudah minta untuk diisi, kepalaku sudah mulai terasa pusing akibat perutku yang tadi pagi hanya terisi segelas susu saja.
Drrrrrt..... drrrrrtt.... drrrrrttt
Terdengar getaran handphone yang berasal dari laci meja kerjaku ketika aku sedang melayani pasienku yang kebetulan seorang remaja yang ingin melakukan whitening face. Dengan meminta izin terlebih dahulu kepada pasienku, ketika diizinkan akupun langsung mengankatnya dengan suara yang sedikit kuperkecil agar tidak terkesan tidak sopan meskipun pasien yang didepanku ini lebih muda dariku.
"Apasih Wend, gue masih ada pasien ini, lagian Chanyeol lagi kerja gamungkinlah kesini,"
Iya telfon itu berasal dari Wendy. Katanya diluar ada kamu, Yeol. Kamu minta supaya aku nemuin kamu lewat Wendy, makannya Wendy nelfon aku karena kamu tahu telfon dari kamu ketika aku bekerja tidak akan aku angkat kecuali ketika aku sedang tidak ada pasien atau sedang istirahat.
"Yaudah gue selesai ini keluar, suruh tunggu dulu aja. Lu standby gantiin gue dulu berarti, tapi bilangin Dokter Dina dulu dong Wend, gue izin bentaran," sambungku lagi kepada Wendy
Ketika terdengar jawaban 'iya' yang mantap dari balik suara Wendy tersebut, akupun mematikan telfon tersebut lalu melanjutkan pekerjaanku kembali. Sekitar dua puluh menit berlalu, akhirnya pasien terakhir sebelum aku menemui Chanyeolpun selesai. Tanpa menunggu lama, aku mengambil handphoneku yang masih didalam laci lalu bergegas keluar untuk menemui Chanyeol diarea parkir mobil.
YOU ARE READING
Home
Fanfiction[BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAHKAN UNTUK MEMFOLLOW SAYA TERLEBIH DAHULU] "Everywhere i go. I'll be back to my home, You." -Chanyeol "With you, im home.' - Seulgi
