#13 (Edited)

830 54 1
                                    

Disitu sisi Ila dan Raffa. Ditempat futsal yang akan menjadi tempat pertandingan team Raffa dan Team lawan.

Ila sudah berganti baju. Karna Raffa mengantar Ila pulang dahulu untuk berganti baju.

"Wih! Siapa nih?" Raffa menoleh kearah teman se Team nya. Oh, Robby.

"Pembantu baru gue," jawab Raffa sambil tersenyum tipis.

Ila jengkel dan langsung memukul bahu Raffa dengan keras. "Awas aja lo ya."

"Bawel lo."

"So sweet kalian ih." Seru Robby gemas.

"Oh, Romantis itu yang kayak gini, ya?" Tanya Ila sambil menatap teman Raffa dengan galak. "Kagak ada romantis-romantis nya ini mah."

"Tapi, lebih baik tuh hubungan yang sering kata-kataan tapi memang ada rasa sayang dari masing-masing. Daripada yang sering berucap manis tapi ujung-ujung nya cuma Fake, it's not cool."

"Widih hahaha." Ila tertawa. "Jadi malu gue."

"Kaya punya malu aja lo." Ketus Raffa memandang datar Ila.

"Udah sono lo! Udah mau mulai." Kata Ila yang sebener nya mengusir Raffa karna tidak kuat dengan ketusan cowok itu.

"Iya, bawel. Lo tunggu sini." Raffa dan teman nya itu langsung berjalan masuk kedalam lapangan Futsal.

Dan, pertandingan dimulai.

Ada rasa janggal dimata Ila saat melihat ketua dari Team yang melawan Raffa.

Kayak kenal nih.

Ila menyipitkan mata nya agar jelas oleh penglihatan nya. Benarkah itu orang yang sama?

Ila menunduk dan menatap kuku jari nya yang berwarna biru, warna kesukaan nya. Dan dia menggigit bibir bawah nya.

Emosi nya tidak terkontrol sekarang. Marah, takut, cemas menjadi satu.

Ila memainkan ponsel nya. Pelampiasan nya pada segala emosi nya, ya cuma mainin ponsel nya.

Menit-menit berlalu, membuat permaina Futsal dinyatakan selesai.

Raffa keluar dari arena nya dan menghampiri Ila. Menginjak kaki Ila dengan sengaja agar Ila mendongak.

Benar saja,Ila mendongak ke Raffa dengan pandangan kesal.

"Apa-apaan lo! Sakit, bego!" Omel Ila yang langsung bangkit dari duduk nya tadi.

"Lagian, serius banget main hp nya." Balas nya santai. Lalu dia meminum air minum nya hingga habis.

"Udah, ah. Ayo pulang." Ajak Ila yang sudah nggak tahan disitu.

"Wih, siapa nih?" Raffa dan Ila menoleh kebelakang Ila.

Detik itu juga, Ila membulatkan mata nya melihat siapa orang nya.

"Pacar gue." Kata Raffa sambil tersenyum.

Hidden Behind A Wall [NEW VERSION]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang