Arka dan ketiga temannya dibuat terkejut dengan tontonan di depan mereka.
Bukan hanya mereka tapi juga para siswa yang memasuki pintu utama sekolah.Terlihat jelas Arka menahan emosinya. Tangannya terkepal kuat.
Apa ini? Rajada berani menginjakkan kakiknya di Sma Wijaya? Oh yang benar saja.
Dan sedang bersama Lita?
Keterlaluan!Arka hendak maju sebelum sebuah tangan terentang di depannya.
"Kita liat aja dulu Ar" ucap Dava
Aji dan Reza juga ikut menahan emosi berani beraninya Rajada memasuki wilayah mereka.
Bukankah Sma Nez One sudah kalah?"Kurang asam tu anak, mau ngajak tawuran lagi hah? Kemaren aja lari kaya banci kaleng, minta dijadiin perkedel itu bocah rupanya" Aji sudah bersungut kesal dibuatnya.
Sedangkan Lita dan Rajada? Mereka tidak tahu sedang jadi bahan tontonan dari kejauhan.
"Ini coklat buat gue?"
"Yap, ini coklat susu moga lo suka ya" Rajada masih santai dengan baju bebasnya.
Tentu baju bebas jika tidak bisa mati konyol dia dikandang lawan memakai baju seragam
Lita terhenyak, apa? Coklat susu? Ini...
Rajada bukan tidak tahu wajah terkejut Lita dia bahkan menikmatinya.Lita menggeleng dengan cepat.
"Lo gak suka?" Tanya Rajada."Bu..bu.."
"Masuk"
Lita sudah terhuyung kesamping karna tangannya yang ditarik secara mendadak.
Siapa lagi yang berani menyeret nyeretnya seperti itu kalau bukan tuan Arka.
Bah selalu saja begitu.Rajada menatap Arka tajam, tapi musuhnya itu tidak berbalik sama sekali untuk membalas tatapannya.
"HEIIII IMUTT... GUE BAKAL DATANG KE SINI TIAP HARI SAMPAI LO MAU NERIMA COKLAT GUEE..."
Rajada berteriak sekencang kencangnya, persetan dengan semua mata yang menatapnya heran.
Kurang ajar si Arka berani beraninya gagalin rencananya. Damn it!!!!!
Rajada meninggalkan tempatnya yang diiringi suara raungan motor.Lita berhenti, oh dear bahkan teriakan itu juga sama persis
"Ka.." suara Lita terhenti Arka menoleh kearah cewek yang sedari tadi digeretnya ia terkejut bahkan tangan mungil yang digenggamnya sejak tadi juga gemetaran.
"Lit lo kenapa? sakit?" Tanya Arka khawatir
Lita tidak bergeming, mengingat kenangannya saja dia sudah sakit tertahan seperti ini.
"Lit?"
Lita melepaskan genggaman ditangannya, ia berjalan sambil menunduk kearah koridor kelas sepuluh.
Arka ingin menyusul Lita tapi deringan di hp nya sudah menghentikan niatnya.
"Halo dav?"
"Gak usah ngejar Lita"
"Tap.."
"Titik"
Telpon terputus, Arka mendesis kesal, jika sudah begini dia tidak bisa membantah Dava.
"Ck ck ck ada yang cemburu noh Dav" Aji berdecak kagum.
Dava hanya tersenyum menanggapi kelakuan Arka, sudah ditahannya sejak tadi tetap saja Arka menyusul Lita.
That's right !!!
Love is great"Dav feeling gue buruk nih, Rajada gak sekedar ngejar Lita tuh kayaknya"
Dava mengangguk pelan, ya bisa dilihat semua itu.
Dan dia sangat mirip dengan...

KAMU SEDANG MEMBACA
Pelangi Untuk Lita
Teen FictionApa jadinya seorang cewek tomboi ketemu sama prince charming sekolah yang sama sama keras kepala kaya lita? Terus gimana jadinya kalo lita yang gak bisa diatur ketemu sama cowok yang super duper gak bisa di bantah? Apalagi kalo cowok itu yang meorie...