Jam 18.30, acara reuninya.
Aku sudah menunggu di dalam van bersama Dong Hee oppa.
"Hey! Turun saja! Kenapa menunggu juga sih?!" Sebal Dong Hee oppa.
"Sebentar, aku tidak menemukan teman-temanku di sana." Aku celinga celinguk sambil melihat ke dalam cafe yang tidak terlalu jelas terlihat.
"Itu karena kamu tidak masuk ke dalam cafenya!" Oppa menoleh ke arahku yang duduk dibelakang.
"Eish! Sudahlah, oppa tau apa." Kataku melihat oppa.
"Acaranya jam berapa emang?"
"Jam 7 sih.."
"Sekarang jam 8 udah pada pulang kali.." Sabar oppa.
"Udah, sekarang.. Turun apa nggak. Aku hitung sampe 3 lo."
"Ei.. Dasar.. Iya-iya aku turun." Aku mengambil tas slempang dan beranjak pergi.
"Jangan ngikut loh ya!?" Ancamku sebelum keluar dari van.
***
Memasuki cafe, aku menutupi wajahku dengan topi baseball hitam dan hoodie pink menuju ke arah karyawan yang sedang menjaga kasir.
"Umm.. Disini ada acara reuni SMA nggak?"
"Oh, ada. Di lantai dua ya mbak. Pesennya bisa di atas kok."
"Ok, makasih mas."
Aku menaiki tangga sambil melihat sekitar apakah banyak yang datang atau tidak.
"Hana!" Panggil seseorang perempuan dengan ceria dari belakang.
Aku menoleh dan melihat wajah yang lama sudah tidak aku kenal.
"Sini!" Dia mengayunkan tangannya.
Aku berjalan mendekat sambil melihat disekitarnya sudah banyak orang yang nampaknya teman-temanku saat SMA.
Mereka sontak gembira menatapku tertutupi topi dan hoodie.
"Ini beneran Hana? Nggak nyangka ya?"
"Tambah cantik aja lu Han."
"Boleh minta foto nggak?"
Semua mendekatiku ketika aku mulai duduk di sofa.
Apa-apaan ini?
Mereka begitu baik padaku.
Kenapa sangat berbanding terbalik saat aku SMA dulu?
Apakah karena aku terkenal sekarang?
Dasar mereka semua emang muka dua.
Huh, sabar aja.
Ladenin semua seperti seorang pro.
Seperti ngeladenin fans.
"Bentar-bentar dong. Jangan nggrombol disini."
Mereka langsung duduk sambil melihat setiap gerak-gerikku.
"Hah, kenapa kalian seperti itu? Sudahlah, aku disini cuma sebagai Hana. Nggak seperti yang kalian liat di TV." Aku membuka hoodie dan topiku.
"Kalau gitu, tetep bolehkan minta foto?" Tanya Johan.
"Hehe, boleh kok. Tapi nunggu acara reuni nya kelar aja ya."
"Han, lu sibuk apa sekarang?" Tanya William, dia jadi ketua kelasku saat kelas 12.
"Iyaa, cuma.. Photoshoot-photoshoot gitu sih. Sama syuting."
"Lu udah punya pacar belum?" Tanya seseorang.
"Eh, gila nih anak! Punya ji dragon dia tuh." Bales Johan.
"Haha, apaan sih. Nggak kali, gue cuma temenan aja ama dia."
"Beneran nih cuma temen?"
"Iya, beneran."
"Umm.. Btw ya.. Gue kan datengnya jam 8 tapi acaranya jam 7 kenapa belum kelar?"
"Ya, kita semua nungguin pemeran utamanya dong." Jawab Viona.
"Emangnya lu semua nggak marah sana gue?"
"Hehe, marah buat apa sih? Yang lu bilang ke media tentang masa lalu lo itu?"
Aku hanya diam mendengarkan.
"Udahlah, han. Itukan udah masa lalu. Kita sekarang kan udah nggak gitu. Udah dewasa." Jelas Johan.
"Iya sih. Maaf deh kali gitu."
"Ih, apaan sih lu Han. Udah deh, bawa santai aja." Timbal yang lain.
"Eh, iya. Sekarang lu beda jauh ya sama yang dulu. Dulu lo itu udah item jelek gendut, pendek lagi."
Semuanya tertawa.
"sekarang lo udah jadi model aja. Di korea lagi."
Mereka bahkan nggak tau betapa depresinya aku saat mereka membicarakanku.
"Hehe. Iya."
"Umm.. Dirga nggak dateng?" Tanyaku pada mereka.
"Dirga abis ini dateng, masih dijalan kena macet."
"Gitu.." Gumamku.
Dirga, cowok populer beda spesies nggak kayak Lena ama Johan. Dia nggak pernah nge-notice diriku yang serba kekurangan. Sifatnya yang cool, kalem. Seperti apakah dia sekarang ini?
"Eh, itu dia dateng." Ucap Johan.
Aku menoleh kebelakang. Wajahnya nggak jauh beda sama waktu SMA dulu.
Aku melihatnya menyapa teman-temannya dan kemudian melihat ke arahku.
"Eh, ga. Ini Hana yang culun itu dulu." Kata Johan yang nggak berubah sifat ceplas ceplosnya.
"Gue juga tau dia kali, Han." Kata dirga kepada Johan.
"Hai, Han." Dia duduk disebelahku.
"Hai, ga."
Dia bahkan menyapaku sekarang. Gantengnya tetap sama. Senyumnya juga.
Seperti biasa dia melontarkan pertanyaan umum saat reuni tiba.
"Eh, foto berdua yuk." Dia mengeluarkan hp nya dan mulai memanjangkan tanganya untuk selfie.
Dia mendekat padaku.
Tiba-tiba dari belakang, seseorang mengambil hpnya dirga.
"Eh, apa-apaanlu." Sontak dirga sambil menoleh kebelakang.
Aku juga menoleh kebelakang melihat Dong Hee oppa menghapus fotoku di hpnya dirga.
"Oppa!" Sontakku.
"Hey! Balikin hpnya!" Aku berdiri sambil merampas hpnya kembali.
Temen temen cewekku juga berteriak histeris melihat oppa.
"Dia terlalu dekat padamu." Kata oppa.
"Mereka teman-temanku. Nggak papa kali." Balasku.
"Dan kenapa oppa kesini? Aku kan masih ada acara!"
"Sudah malam, ayo kembali ke hotel saja." Dia menarik tanganku.
Mereka semakin histeris.
"Nggak boleh gitu dong." Timbal dirga memegang lengan oppa.
"mwo?" Kata oppa yang jujur nggak tau bahasa indonesia.
"Han, ajak dia duduk juga gih." Suruh Gana dengan wajah merah merona.
"Oppa. Ayo duduk." Kata Citra mendorong oppa duduk di sofa.
"Kenalin dia juga dong han."
"Dia manager aku. Kim Dong Hee." Kataku.
"Orang korea ama indo emang beda ya levelnya." Komen Viona.
***
ANDA SEDANG MEMBACA
I'll do anything for ya.
FanfictionU can know the explanation from the title, man. But I will explain the main idea. This is based from my original brain. The Left Brain. 57,8%. This story is telling about a girl who do anything for her bias. G-Dragon. A superstar who has been recogn...
