chapter 15 : menerima dan kebencian

6.9K 369 8
                                        

"GUE GAK PEDULI APA PENDAPAT LO ATAU APA KEMAUAN LO! " Farel mendorong bahu Chika pelan, "LO MILIK GUE!!"

Chika semakin menangis. Ia tidak dapat menghentikkan tangisannya secepat itu.

Farel kembali mendorong bahu Chika. Chika kesal, ia menatap Farel dengan berani, lalu mendorong dada Farel dua kali.

"GAK USAH DORONG DORONG GUE!!" Chika berteriak.

Napas Farel memburu. Ia tak suka bila dirinya di teriaki atau dibantah. "KALO LO GAK MAU GUE DORONG, MAKANYA DIEM! ANJING!!"

Chika membeku. Bagaimana ia bisa jatuh hati pada Farel, jika perilaku dan ucapan Farel sekasar itu padanya. Apa yang akan terjadi saat mereka pacaran nanti, jika belum pacaran saja Farel sudah berani memakinya.

Masih terkejut karena Farel memakinya, tanpa sadar kaki Chika melangkah mundur. Ia menatap Farel tanpa berkedip. Ia rasa, ia melihat Farel dalam bentuk monter berwajah hancur.

Chika memekik kencang saat tangannya tiba tiba ditarik Farel. Ia menabrak dada keras Farel yang masih naik turun akibat emosi.

Farel membalikkan badan Chika dengan kasar. Di depan mata Chika, terlihatlah ujung rooftop tanpa pelindung. Jika saja Chika melangkah beberapa kali, maka badannya akan hancur tak terbentuk.

Farel kembali membalikkan badan Chika menghadapnya, "Lo mau bunuh diri? Iya? Hah?! " Farel bertanya sinis, "SINI GUE BANTU LO BIAR MATI, SINI!!" Farel menarik tangan Chika kasar menuju ujung rooftop tanpa pelindung tersebut.

Mata Chika membulat, ia segera memaku kakinya pada pijakan saat ini. Ia kembali membuat pertahanan agar tubuhnya tidak ikut terseret akan tarikan Farel.

Chika berteriak, "KAK!! AMPUN!! GUE GAK MAU BUNUH DIRI!"

Farel masih menarik tangan Chika. Ia mendadak tuli akan suara di sekitar. Farel kesal, tentu. Chika itu terlalu idiot untuk anak kelas 10.

Sampai di ujung rooftop, Farel berhenti. "Lo mau mati, kan?!" tanya Farel dengan suara rendah.

Chika menggeleng berkali kali, "Nggak.. Nggak mau"

Tiba tiba saja iblis dalam diri Farel mulai membisikkannya dengan hal hal yang sangat menguntungkan. Seperti, "Jadi pacar gue. Gue gak akan dorong lo dari sini"

***

C

hika berjalan gontai menuju gugusnya. Bel masuk yang berbunyi semenjak beberapa menit yang lalu tak Chika hiraukan. Masa SMA nya tidak akan menjadi baik baik saja setelah ini.


Dewi Fortuna sepertinya masih berbaik hati padanya. Chika sampai di gugus sebelum osis pembimbing mendahului.

Clara menyapa Chika dengan senyuman. Namun, mata Chika mulai membuta untuk melihat kebaikan orang di sekitarnya.

Arin mulai memasuki gugus. "Hai!! Siang semua!" Sapa Arin.


Arin terkekeh sebelum melanjutkan perkataannya. "Hari ini, kita akan Q and A" Arin bertolak pinggang, "pertama, coba kamu yang bername tag harimau berdiri"

Arin bertanya seputar sekolah, mengapa memilih sekolah ini dan lainnya.

Beberapa sudah berdiri, lalu kembali duduk.

Arin mengangguk, "Name tag orangutan. Berdiri" Arin tersenyum paksa.


Chika menoleh. Memandang Arin tanpa sorot yang jelas. Matanya kosong. Chika hanya berdiri seperti yang di perintahkan.

Arin mengernyit melihat Chika. Namun, ia segera membuang jauh jauh pikiran yang hanya akan menyakitinya. "Kenap--"

Farel menyelak, "Hai Chika!" Farel berucap datar. Tanpa senyum seperti orang orang yang menyapa lainnya.


Kali ini, Chika mulai berekspresi. Ekspresi yang keluar pertama kali adalah ekspresi tak nyaman. Dilanjutkan dengan tatapan benci.


Arin terkekeh tidak jelas, "Lo nyosor mulu, Rel"


Arin mengangkat bahunya acuh, "Oke orangutan. Kenapa kamu milih Farel??"

Chika mengernyit mendengar pertanyaan Arin.

Arin baru sadar kalau ia typo saat seorang siswa membeo, "Farel?! "


Arin menepuk dahinya, "Maksud gue kenapa lo milih sekolah ini?"

***

"Oke, selanjutnya--" Arin mengganti lembaran kertas di tangannya, "Kalian harus minta tanda tangan 5 osis yang berbeda"

Aca mengangguk, "Untuk yang cowok, minta ke yang osis cewek. Begitu juga sebaliknya. Ngerti?!" .

***

Punya instagram? Follow aku ya
sherina.mp



Look at Me! [ New Version ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang