Extra Part II

6.8K 263 13
                                        

Wajib membaca Author note di bawah. Tq

...

4 Tahun kemudian.

Dengan kasar, Chika membuka pagar di depannya. "Adelaa!!! " Chika berteriak saat ia sudah berdiri di depan pintu rumah Adela.

Chika tidak mendengar suara apapun. Ia memutuskan untuk langsung masuk dan membuktikannya. "Adela gue masuk" Chika berteriak saat ia sudah di dalam rumah Adela.

Hm.. Kebiasaan keluarga Adela yang terlalu kaya. Mebiarkan rumahnya tidak terkunci padahal tidak ada penjaga apalagi orangnya.

Dengan kesal, Chika menduduki dirinya di sofa ruang tamu sambil bermain ponsel.

"ASTAGA"

PRANG.

Chika mengangkat wajahnya saat mendengar teriakan juga pecahan kaca. Chika tersenyum lebar saat melihat Adela berdiri beberapa meter di depannya sambil melotot dan tangan memegang dada.

Tanpa rasa bersalah, Chika mengangkat tangannya lalu melamabai, "Hai, Del!".

"DASAR YA LO, TAMU GATAU DIRI!"

***

"Hmmm" Adela manggut manggut, "Hidup lo emang selalu seputaran tentang Farel" Katanya sambil meneliti desain undangan milik Chika dan Farel yang diberikan kepadanya.

Chika menghela napasnya kasar, "ngebosenin banget ya, hidup gue" katanya.

Adela mengangguk, "emang" ia menjawab tanpa rasa bersalah.

Setengah jam kemudian, Chika memutuskan untuk segera pulang dan mengurus hal lain.

Adela mengantar Chika sampai di depan pintu pagar. Sebelum memutuskan untuk benar benar pergi, Chika memilih berbalik sebentar dan memperhatikan Adela dengan teliti.

Adeka mengernyit. Mencoba mengabaikan tatapan Chika, "Gimana sama abang Bram?" tanya Adela.

Oh.. Sahabat Chika satu ini belum bisa move on dari kakaknya itu. Chika cukup prihatin sih. Namun, mau bagaimana lagi. Yang menjalani kan Bram dan Adela, tidak mungkin Chika yang memaksakan kehendak.

Chika menghela napasnya, "Ya kaya yang lo tau, 3 bulan yang lalu doi nikah dan tinggal di Bali sama bininya. Udah" Chika tersenyum. Mencoba menguatkan Adela.

Adela mengangguk. Ya, itu sudah cukup.

Chikan menghembuskan napasnya, lalu melambai, "Gue balik" katanya.

Adela mengangguk, "Hm.. Hati hati" ia tersenyum.

Namun, langkah Chika kembali terhenti saat Adela berseru dengan nyaring, "CHIKA! LO DESAIN MODEL UNDANGAN DIMANA? CANTIK, GUE SUKA. BAGI BAGI KONTAK ORANGNYA YA, CALON GUE UDAH NGEBET SOALNYA".

***

Beberapa hari kemudian, di dalam kamarnya, Chika berjalan bulak balik. Mencoba menenangkan dirinya. "Ayo Chik! Tarik, hembuskan. Huh.. Ini cuma hal kecil, kok" Chika mengibas ngibaskan tangannya.

Look at Me! [ New Version ]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang