Wonwoo diam-diam ingin bertemu dengan adiknya dan meminta Dino untuk menemaninya. Tapi laki-laki berumur 20 tahun itu malah mengaku jika ia diminta Mingyu itu untuk menemaninya pergi ke keluar kota.
Wonwoo pun memutuskan untuk pergi sendiri untuk menemui sang adik, ia hanya merindukan adiknya apa salahnya jika ia ingin menjenguknya?
"Kau mau kemana?" Tanya Mingyu yang muncul dari kamarnya dengan menyilangkan lengannya di dadanya.
"Aku... Mau bertemu dengan temanku"
"Kau belum meminta izin pada suamimu ini"
"Suami? Yang benar saja" jawab Wonwoo sinis, Mingyu berdecih.
"Kau sendiri yang bilang jika aku pendamping hidupmu dan beberapa bulan lagi kita akan menikah di Amerika" Wonwoo memutar bola matanya kesal dan terus berjalan untuk pergi.
"Jauh sekali di Amerika" komentar Wonwoo.
"Ya bagaimana lagi, ibu yang menyuruh"
Hati Wonwoo tiba-tiba rasanya seperti tertusuk, apakah Mingyu tidak pernah berubah? Dari dulu Mingyu masih saja seperti itu.nWonwoo pun terus berjalan pergi tanpa menanggapi Mingyu yang terus mencegahnya untuk pergi.
"O-oi Wonwoo!! Aish, pekerjaan rumahmu masih banyak" tambah Mingyu yang terus mencegah Wonwoo untuk pulang ke rumahnya, ditambah lagi saat ini nyonya Jeon tengah membuang juga menjual barang-barang Wonwoo dan adiknya.
Nyonya Jeon berpikir jika Wonwoo nanti akan tinggal bersama Mingyu sementara sang adik diperkirakan umurnya tidak akan panjang.
Wonwoo sudah membuka pintu taksi namun tiba-tiba Mingyu menahannya untuk masuk.
"Kau ini kenapa sih?" Tanya Wonwoo sinis.
"Aku ikut bersamamu, aku mau ganti baju dulu" ucap Mingyu, Wonwoo pun membuang wajahnya yang memerah. Jantungnya juga berpacu tidak normal tanpa disadarinya.
Setelah menunggu kurang lebih 10 menit, Mingyu datang dan duduk di kursi belakang.
"Kenapa kau duduk di depan?" Tanya Mingyu.
"Aku tak ingin bersebelahan denganmu" jawab Wonwoo jujur, ia tidak menyadari jika secara tak langsung dirinya membuat Mingyu sedih juga jengkel, tak heran jika Mingyu mendapat perlakuan seperti itu karena ia menyadari jika sikapnya pada Wonwoo benar-benar keterlaluan.
"Kau aneh sekali sih" komentar Mingyu "Kau tahu, siapapun tak ada yang pernah bisa menolak pesonaku"
Wonwoo hanya diam, tidak merespon omongan Mingyu dan lebih memilih untuk memgobrol dengan supir taksi. Supir taksi itu mengingatkannya pada ayahnya yang notabene bekerja sebagai supir orang tua Mingyu.
"Aku dengar dari Dino katanya kau akan pergi keluar kota"
"Kau sendiri untuk apa menghubungi Dino"
Mereka berdua saling diam melempar pertanyaan masing-masing, setelah cukup lama mereka pun pada akhirnya hanya terdiam. Sebenarnya Mingyu tidak melarang Wonwoo untuk berhubungan dengan Dino, namun semenjak mereka berdua berargumen 'memperebutkan' Wonwoo, Mingyu akan jengkel jika Wonwoo berhubungan dengan Dino.
Mingyu tidak menyadari jika perasaan yang dirasakannya itu disebut cemburu.
Cemburu? Untuk apa? Pikiran itu yang selalu berputar di kepalanya. Saking kesalnya berfikir jika hal itu wajar dan Wonwoo itu memang 'miliknya'. Sang supir taksi sejenak membawa taksi menuju pom bensin.
"Kamu tau tidak sih kalo kamu itu milikku?" tiba-tiba Mingyu membuka suara. Ada keheningan sejenak diantara mereka, dalam hati Wonwoo ia ingin cepat-cepat sampai ke rumahnya dan mengabaikan Mingyu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Wife ; Meanie
FanfictionMingyu tidak tahu, ia hanya meng'iya' kan permintaan orang tuanya yang meminta Mingyu untuk tinggal bersama seorang laki-laki manis bernama Jeon Wonwoo. WARNING! Violence, rape, Mpreg, BL If u don't like it, DON'T READ! Date: Mar 21 2017 - On going
