#14

60 9 1
                                    

"Berikan aku secercah harapan, maka akan ku buat dirimu merasa hanya kaulah wanita paling beruntung di dunia ini"

-----------------------Aldric Azka Riandika

Author's POV

Terik panas matahari menyiratkan kebesarannya bila dibandingkan dengan bumi ini. Kilau cahaya memancar rata di sebagian permukaan bumi membuat mata siapapun buta bila melihat kearahnya. Mengeringkan tanah tempat kita berpijak selama ini. Disinilah ia, berbaring di atas tempat tidur, sembil mengotak-atik ponsel miliknya.

Aldric Azka Riandika sedang berusaha menjauh dari Adelle Zahra Rawnie. Tapi bisakah niatnya tetwujud pabila sekarang saja sedang memandangi foto cantik gadis itu di layar wallpaper ponselnya. Yaa, dia masih memasang foto Adelle sebagai wallpaper ponselnya. Nafas berat terus ia keluarkan, meratapi masalah yang sekarang sedang memebelitnya. Di satu sisi ia benar-benar ingin memiliki Adelle, namun Adelle dengan nyata memberikan penolakan. Di sisi lain, ada Ashla dan Bita juga banyak fans ceweknya yang menunggu giliran untuk mendapatkan kesempatan merasakan kasihnya. Bisa saja ia mengklaim seorang wanita sekolahnya yang amat cantik, tapi, tidak. Hatinya masih terlalu sulit untuk mendesak Adelle keluar.

"Kapan sih lo bisa buka hati ke gue? Nunggu itu nggak semenyenangkan yang lo pikir dell, nunggu juga capek, kenapa gue terus-terusan nunggu lo kalau ada banyak cewek lain di luar sana yang nunggu gue?"

"Yaelah gue galau, daripada gue galau sendiri, mending ngajak Bita kencan lah", kata Dika menertawai dirinya sendiri. Dan kini, ia sedang mencari aplikasi berwarna hijau dalam jajaran menu handphonenya.

"Hai"

Beberapa menit kemudian, ponselnya bergetar.

"Kenapa dik?"

"Nggak papa, cuman mau ngajakin lo jalan malam ini. Pasti bisa kan?"

"Bisa kok bisa, jam berapa?"

Wah, Dika ngajakim jalan. Nggak boleh di sia-siain kalau ada kesempatan emas kayak gini. Yakali bakal datang lagi, kalau enggak?

"Jam 7 mungkin"

"Yaudah, lo send lokasinya, biar nanti sopir gue nggak bingung nganterinnya"

"Yaelah, pake acara di anterin supir lagi, gini aja deh, gimana kalau mulai nanti gue yang jadi supir pribadi lo?"

Hidup gue kok jadi hoki gini ya? Ya jelas bersyukur banget gue, kalau sopir kumis tebel gue bertranslasi jadi cowok ganteng macam Dika.

"Kenapa jadi gitu? Jangan-jangan modus biar bisa ketemu gue terus?😂"

Lo nya aja kali yang sok jual mahal. Halah, tinggal bilang iya aja pake malu-malu.

"Selagi gue bisa modus, kenapa enggak?😁"

"Kan bener, dasar lo tukang modus"

"Biarin, gini-gini juga lo sayang😝"

"Apaan sih, PD banget jadi orang, yaudah deh, kalau lo udah sampe line gue aja"

"Ya iyalah line ke lo, masa ke sopir lo"

"Kan sekarang lo jadi sopir gue, :V"

AdelleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang