Ulang Tahun Sonya

6K 268 3
                                    

"ahh cantiknya Namira!" Puji diriku sendiri saat aku bercermin, aku melihat sudut bibirku yang masih terlihat sedikit biru, lebamnya memang sudah memudar, jadi aku harus pandai memainkan makeup untuk menutupnya.

Kejadian saat Dani menamparku sempat menggemparkan kantor keesokan harinya, mereka menghujaniku dengan banyak pertanyaan.

Namira kenapa?

Kok begini?

Ada apa? Sini cerita?

Namira, kamu berantem?

Dan BLA BLA BLA BLA, aku tersenyum, bersyukur karena masih banyak orang yang peduli, termasuk pak Iyus yang langsung memanggilku ke ruangannya, ia berkata bahwa akan menyiapkan pengacara untuk mengkasuskan apa yang menimpa padaku.

Sama seperti cerita ku pada karyawan lainnya aku mengatakan bahwa aku tidak apa-apa, ini akibat aku terjatuh dan terbentur sisi meja, tentu mereka semua tidak percaya, namun lagi-lagi aku mengatakan aku baik-baik saja. Hingga pada akhirnya mereka semua mengalah.

Sungguh! Aku jujur, Baik sekali bapak tua itu, pantas saja karyawan disini terasa sekali kekeluargaannya, karena ia memperlakukan kami layaknya saudara.

Melupakan kejadian dikantor hari kemarin, hari ini adalah hari ulang tahun Sonya, aku sangat antusias sekali, aku memilih pakaian yang kelihatan lebih muda, siapa tau ada teman Disa dan aku mendapatkan jodoh disana.

Ng...

Bercanda! Aku hanya ingin orang lain hanya melihat sisi kebahagiaanku, itu saja. Lagian kalau aku datang dengan baju rombengan pasti diusir oleh satpam kesayangan Disa, sejak jaman SMA.

Engga juga sih, aku kan sudah kenal juga sama satpamnya.

Hm...

°

Aku melirik spion sebelah kiri, saat aku memasuki rumah Disa, pak Warto si satpam tua kesayangan berlari, engga tua juga sih mungkin usianya 45 tahun.

"Kok telat Dateng ya mbak Namira?"

"Biasa pak dandan dulu biar cetar membahana melewati katulistiwa kayak ertong."

"Ertong apa ya mbak?"

Aku mendelik sebal, "bantuin keluarin kado aja deh pak!"

Kado yang aku belikan memang belum pernah keluar kandang lili sejak JAB memasukannya tempo hari.

"Bisa mbak bawanya?" Tanya pak Warto lagi

"Sip!"

Sap sip sap sip, coba bayangkan, aku membawa boneka Segede Gaban, menarik sepeda dan menjinjing kresek berisi mobil-mobilan Axel.

Sap sip sap sip, coba bayangkan, aku membawa boneka Segede Gaban, menarik sepeda dan menjinjing kresek berisi mobil-mobilan Axel

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
the secondTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang