"Appa Eomma.. Aku rindu sekali denganmu" aku memeluk kedua orang tuaku begitu sampai dirumah.
"Kami juga sangat merindukanmu Woohyun. Bagaimana kabarmu?" Tanya Eomma.
"Aku baik baik saja disini. Bagaimana kabar Appa dan Eomma?"
"Kami baik baik saja."
"Kalian berdua pasti lelah. Istirahatlah"
"Sikapmu berubah sekarang. Kau jadi lebih sopan dengan orang tua." Aku hanya tersenyum lalu masuk kedalam kamarku.
Sarapan pagi ini cukup berbeda. Meja yang biasanya hanya ada roti dan susu berubah menjadi penuh. Ada daging, nasi, telur, dan sayuran. Pasti Eomma yang memasak sebanyak ini. Eomma memang hobi sekali memasak.
"Woohyun.. Makan yang banyak. Eomma telah menyiapkan banyak untukmu" Pinta eomma.
"Ne eomma gomapta." Aku melahap makanan yang kuambil tadi.
"Nanti malam kita akan makan malam bersama. Ajak juga kekasihmu. Appa dan Eomma ingin berkenalan dengannya" mendengar ucapan eomma aku langsung tersedak.
"Gwenchana?"
"Nan gwenchana Eomma" aku megambil air minum dan segera meneguknya.
"Apa Eomma salah bicara?"
"Anniya.. Aku hanya terkejut saja. Tidak biasanya Appa dan Eomma ingin berkenalan dengan kekasihku"
Aku segera berpamitan dan dan berangkat menuju sekolah. Dalam perjalanan menuju sekolah aku memikirkan siapa yeoja yang akan kubawa di acara makan malam nanti. Sebelumnya sudah terpikir olehku untuk mengajak Se Na. Tapi apakah dia mau.
Tepat dikoridor aku bertemu dengan Se Na. Aku masih ragu untuk mengatakannya. Aku menghitung kancing kemejaku sambil berkata "Ya atau Tidak". Dan kancing terakhir selalu berakhir dengan "Ya". Aku memberanikan diri untuk bicara dengannya. Semoga dia mau.
"Jung Se Na" ia membalikkan badannya.
"Ne seonbae. Wae?"
"Nanti malam bisa tidak kau datang makan malam denganku?"
"Mwo?" Ia tidak percaya dengan ucapanku.
"Jebal.. Datanglah. Kau akan ku jemput nanti. Ne"
"Arraseo.."
"Ah, satu lagi berdandanlah oke"
Aku langsung mempercepat jalanku menuju kelas. Aku tidak ingin Se Na mengetahui jika aku tadi sangat canggung. Sesampainya dikelas aku lega sekali. Untung saja Se Na mau, jika saja Se Na menolaknya mau ditaruh mana wajah tampanku ini.
-***-
"Berdandan? Apa aku harus berdandan? Seperti akan bertemu ibu negara saja. Untuk apa Woohyun seonbae mengajakku makan malam dirumahnya. Kenapa harus aku?". Gerutuku didalam kamar sambil memilih baju yang akan ku kenakan nanti. "Ah lebih baik pakai baju ini saja" Lanjutku.
Aku mematut diriku didepan kaca. Kuperlihatkan rambutku yang diurai dipadu dengan mini dress biru dongker selutut yang membiarkan kaki jenjangku terlihat. Kupakai wedgess dengan warna senada. Sempurna.
Tin..tin.. Suara klakson mobil, segera aku mengintip lewat kaca jendela. Woohyun telah datang. Dengan buru buru aku menuruni anak tangga menuju keluar untuk menemuinya. Woohyun telah menungguku diruang tamu. Ia melihatku tanpa berkedip.
"Wae? Apa ada yang salah denganku?" Ucapku.
"A-anniya. Kau hari ini tampil cantik sekali. Eoh kajja Se Na" Woohyun gelagapan.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNCERTAIN LOVE
FanfictionWoohyun adalah siswa paling tampan di sekolahnya dan juga diantara teman satu geng nya. Woohyun juga tak pernah jatuh cinta sebelumnya. Namun setelah kedatangan murid pertukaran pelajar itu seketika merubah dunia Woohyun. Namun pada saat murid terse...
