"Kenapa tidak jalan mobilnya?" Tanya Se Na.
"Aku masih ingin bersamamu. Lagipula besok sekolah juga libur kan." Se Na pun tersipu, wajahnya mulai memerah. Kini Se Na membuang wajahnya ke jendela. Mungkin karena dia tidak malu karena wajahnya memerah. "Yakk, lihat aku" lanjutku.
"Tidak mau." Se Na berujar dengan masih membuang wajahnya.
"Wae?"
"Pokoknya tidak mau."
"Lihat aku atau kucium kau!!" Tegasku. Tapi aku kali ini mencoba untuk menggodanya. Se Na seketika menoleh ke arahku.
"Dasar mesum!! Wae?"
"Anni, hanya ingin menggodamu saja." Aku tertawa puas melihat ekspresi Se Na dan Se Na pun malah memukuliku. Tapi pukulannya tidak terasa sakit, yang kurasakan hanya geli.
"Kau ini seonbae.."
"Hentikan Se Na, aku geli." Se Na pun menghentikan pukulan yang menurutku geli ini. Terjadi keheningan sejenak. "Jung Se Na." Panggilku lagi.
"Umm."
"Kapan kau akan kembali ke Indonesia?"
"Sekitar satu minggu lagi."
"Aku pasti akan sangat merindukanmu nanti Se Na." Suasana yang tadinya menyenangkan kini berubah.
"Woohyun seonbae, jangan sedih. Walau pun aku jauh darimu nantinya tapi aku selalu ada dihatimu." Se Na lalu mencium pipiku. Aku menatapnya matanya sangat dalam, meraih tengkuknya lalu mencium bibirnya. Melumat bibirnya dengan sangat lembut. Aku baru melepaskan ciumanku saat Se Na kehabisan nafas.
"Kita harus berjanji, bahwa kita tidak boleh berbohong satu sama lain."
"Janji." Se Na mengacungkan jari kelingkingnya. Aku pun melingkarkan jari kelingkingku di kelingkingnya. Lalu aku menarik Se Na kedalam dekapanku dan memeluknya erat.
"Saranghaeyo Jung Se Na."
"Nado, Saranghaeyo Woohyun seonbae."
-***-
"Sampai jumpa seonbae. Hati hati dijalan." Teriakku didepan pintu rumah sambil melambaikan kedua tanganku padanya.
Senang rasanya hari ini bisa kencan bersama Woohyun. Sudah lama aku merindukan kencan seperti ini bersamanya. Badanku rasanya capek sekali, huft. Aku segera menghempaskan badanku ke kasurku. Kemudian memejamkan mataku.
Keesokan harinya.
Prankk--
Suara itu sempat mengganggu tidurku. Aku mencoba untuk tidur kembali tapi rupanya tidak berhasil. Aku mengucek mataku, melihat samar jam dinding.
"Omo!! Jadi semalam aku ketiduran?"
Aku baru ingat jika semalam aku belum mengganti bajuku. Dan sekarang matahari sudah terbit saja. Untung sekarang hari libur. Aku segera berjalan menuju dapur, sepertinya ada sesuatu disana.
"Ahjumma. Ada apa tadi?"
"Biasa, tikus dirumah ini menjatuhkan panci." Balas ahjumma yang terbiasa dengan hal seperti ini.
"Eoh." Aku menyahut singkat.
"Segera sarapan, di ruang makan sudah ada Si Woo."
"Ne ahjumma."
Aku menuruti perintah ahjumma untuk segera sarapan. Setelah selesai sarapan aku bergegas mandi. Tiba tiba setelah aku selesai mandi ponselku berbunyi. Setelah kulihat layar ponselnya ternyata dari Woohyun.
"Yeobseyo"
"Jung Se Na, Appa dan Eomma ingin mengajakmu berlibur ke pantai sekarang. Kau bisa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
UNCERTAIN LOVE
FanfictionWoohyun adalah siswa paling tampan di sekolahnya dan juga diantara teman satu geng nya. Woohyun juga tak pernah jatuh cinta sebelumnya. Namun setelah kedatangan murid pertukaran pelajar itu seketika merubah dunia Woohyun. Namun pada saat murid terse...
