Chapter 25

40 7 2
                                        


Untuk kekasihku Nam Woohyun.
Hidup ini seperti mimpi. Suka dan duka. Benar dan salah. Benci dan cinta. Mereka semua terkubur dengan berlalunya waktu dan pergi diam diam tanpa jejak. Apa kau masih berpikir bahwa kau tidak memiliki seluruh hatiku dan membenciku?

Aku tahu tak ada tawa tanpa tahu air mata, tak ada pertemuan tanpa memikirkan kapan itu perpisahan.

Aku masih mencintaimu dengan seluruh hatiku. Saat kau menyerahkan segalanya, berusaha melindungiku dari gerombolan penculik. Saat kau berlari menemaniku dilapangan. Kau menjadi seseorang yang tidak pernah bisa dilupakan dalam hidupku.

Aku menyadari bahwa lawan dari cinta bukanlah benci, melainkan pergi. Aku pergi bukan berarti perasaan ini mati. Namun, sesulit apapun aku tetap berdoa. Semoga kau dan aku selalu terpeluk dalam satu restu semesta. Karena akan selalu ada luka dalam setiap persaan bernama CINTA. Selamat tinggal cinta pertamaku. Sampai jumpa pada perjumpaan kita yang direstui semesta.

-Sena Taliawijaya-
(Jung Se Na)

"Lelaki macam apa aku ini. Kenapa aku sangat bodoh? Seharusnya aku mendengarkan penjelasannya saat itu. Se Na, mianhe. Aku juga mencintaimu." Gerutuku dalam hati.

-***-


Hari ini aku kembali ke sekolah ku semula. Aku bertemu lagi dengan kedua sahabatku yaitu Vella dan Zee. Seharusnya aku senang karena sekarang aku sudah tidak tinggal jauh lagi dengan orang tua ku. Woohyun. Ya, kenapa aku masih tidak bisa melupakan orang itu. Setiap aku ingin melupakannya, bayangannya selalu hadir dalam mimpiku.

"Woyy! Ciee yang habis dari korea kok wajahnya murung gitu?" Ujar Vella.

"Gapapa aja. Lu mau oleh oleh? Nih udah gua bawain." Aku berusaha untuk mengalihkan topik.

"Wah. Beneran lu?" Sahut Zee.

"Iya.."

"Sena, lu story dong waktu dikorea." Ucap Zee penasaran."Lu udah dapet gebetan disana? Apa udah dapet pacar gitu?" Zee mulai menggoda.

"Anniya."

"Hah? Ngomong bahasa apaan lu?" Ketus Vella.

"Eh, iya gua lupa. Maksudnya ya gak ada. Gue gak pernah deket sama anak laki." Bohongku.

"Lu kagak jago ngibul ya. Ketahuan banget kalo ngibul." Vella berujar dengan nada datar.

"Hah? Beneran. Gua gak ngibul."

"Apaan ini di galeri lu banyak banget foto foto lu bareng cowo. Romantis banget juga." Seru Vella.

"Darimana lu tau?" Aku curiga jika Vella membuka galeri ku saat aku menitipkan hp ke dia.

"Lu tadi waktu dikantin kan nitipin hp lu ke gua. Habis itu ada message masuk. Jadi hp lu kan nyala tuh, terus wallpaper lu fotonya barengan sama cowo. Yah gua kan jadi penasaran. Mumpung hp lu kagak di password yah gua buka deh galeri lu." Jelas Vella panjang lebar.

"Ah elah, sudah kuduga." Kesalku.

"Sekarang jujur cowo itu siapa mu?" Tegas Vella ingin tahu.

"Dia pacar gua." Aku menjawab dengan wajah lesu.

"Terus kenapa muka lu kek gitu? Lu ada masalah sama dia?" Tanya Vella.

"Lu pacaran sama orang korea Sena? Gimana rasanya? Lu udah ciuman berapa kali?"

"Eh, Zee kok lu nanya nya gitu sih? Udah Sena mending jangan dengerin kata Zee. Sekarang lu cerita yang sebenarnya, lu pasti ada masalah kan sama dia?" Tebak Vella.

"Sebenernya tuh gua sama dia cuma salah paham. Dia gak mau dengerin penjelasan gua dulu. Dia ngerasa kalo gua ngehianatin dia, padahal gak." Jelasku.

UNCERTAIN LOVETempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang